
Perjamuan yang di buat oleh tuan Jhon bukan hanya untuk merayakan kerjasama dia dengan K.E entertainment. Tapi, juga untuk merayakan istrinya yang telah mengandung anak ke empat mereka.
Tuan Jhon atau CEO dari perusahaan teknologi paling maju di Indonesia itu mempunyai villa dengan halaman yang sangat luas. Jadi, dia juga memilih untuk melakukan perjamuan itu di rumahnya sendiri.
Halaman yang bisa memuat ratusan orang itu sekarang sudah terisi oleh banyak orang. Orang-orang itu berpakaian sangat modis dan rapi.
"Tuan Jhon, lama tidak berjumpa!" Sapa seorang kolega pada Jhon yang berdiri disamping istrinya.
"Lama juga tuan Albert!" Sapa Jhon kembali.
Albert mengangguk dan mengucapkan selamat atas kehamilan anak ke empat mereka. Jhon mengucapkan terimakasih dan selanjutnya banyak kolega lain yang mulai menyapa ataupun menjilatnya.
Tidak sedikit yang menjilat Jhon berharap bisa mendapat bantuan ataupun kerjasama dengan perusahaan besar itu.
Istri Jhon juga ditarik oleh teman sosialitanya ke tempat duduk yang nyaman.
"Nyonya Very semakin cantik saja, ngomong-ngomong selamat atas kehamilannya!" Ujar nyonya Ceina.
"Ah, nyonya Ceina bisa saja." Ujar Very tersipu malu.
"Oh, ngomong-ngomong kudengar kau berhasil mengundang nona Greens yang misterius itu, apa itu benar nyonya Very?" Tanya seorang wanita cantik dari kerumunan.
Para ibu-ibu itu menyingkir dan memberi jalan untuk wanita cantik itu maju kedepan.
Nyonya Very melihat saingannya dengan kesal. Di dunia sosialita mereka adalah air dan minyak yang tidak bisa disatukan. Masing-masing dari keduanya selalu ingin memamerkan siapa yang lebih baik dari siapa.
Setiap kesempatan dan setiap pertemuan adalah waktu untuk bertengkar dan beradu domba.
Dengan kedua tangan terkepal erat, nyonya Very menenangkan dirinya. Lalu dengan bangga mengangkat kepalanya menghadap wanita itu. "Tidak ku sangka informasi yang didapat nyonya Vleo sangat akurat! Memang benar hari ini nona Greens yang misterius itu akan datang. Suamiku bahkan mengatakan bahwa tuan muda Bramansa juga akan datang malam ini!" Pamernya yang membuat para ibu-ibu yang mengelilingi mereka menjadi sangat bersemangat.
"Ah, benarkan?"
"Ini tidak mungkin bohongkan?"
"Aku harus bersyukur pada tuhan karena telah membawa putriku hari ini, semoga tuan muda akan meliriknya!"
"Jangan bermimpi, apa kau lupa bahwa nona Greens juga datang?"
"Oh, kau benar! Apakah mereka saling kenal tau juga mereka adalah pasangan? Mereka berdua sama-sama misterius!"
__ADS_1
"Itu sangat luar biasa bagi nyonya Very untuk bisa mengundang dua orang misterius sekaligus!"
"Aku iri dengan nyonya Very, oh andai suamiku sehebat tuan Jhon!"
Bisik-bisik ibu-ibu sosialita itu membuat Very tersenyum senang. Sedangkan Vleo mengepalkan tangannya penuh kebencian. Dia tidak pernah kalah bila saling pamer suami dengan Very karena suami mereka sama kuatnya. Tapi, hari ini sepertinya suaminya kalah.
Dia menginjak kakinya dengan kesal dan pergi dari sana membiarkan semua orang berbisik dengan senang.
Tiba-tiba terdengar keributan dari pintu masuk, Lion dengan wajah tampan dan gagahnya masuk gerbang diikuti oleh Geon yang tak kalah tampan dan gagah.
"Apakah itu tuan muda Bramansa yang semua orang gosipkan?"
"Dia benar-benar tampan!"
"Aku beruntung telah memaksa ikut kesini hari ini."
"Aku pikir aku bisa melihat nona Greens yang misterius."
"Siapa yang tahu bahwa akan ada tuan Lion Juga!"
Bukan hanya para gadis-gadis muda yang terpesona dengan ketampanan Lion. Bahkan para istri pengusaha itu juga itu kagum dengan wajah tampan milik Lion.
Tapi, belum satu langkah mereka bisa mendekat. Sepuluh penjaga berseragam hitam langsung mengelilingi Lion. Jangankan para gadis, bahkan para penikmat langsung mundur setelah melihat senjata saku masing-masing penjaga.
Kerumunan itu menjadi tenang dan menatap cara Lion yang datang dengan luar biasa.
Orang berkuasa memang tidak akan mudah untuk didekati.
Saat semua orang merasa takut untuk bahkan menghirup udara. Tuan Jhon sebagai penyelamat datang dengan tawa menyambut Lion.
"Lihat siapa yang telah datang, tuan muda Lion sangat tampan hari ini. Maaf atas ketidaknyamanan ditempat ini, tapi bisakah mereka mengawasi dari jauh. Aku bisa menjamin mereka tidak akan berani mendekati anda lagi," mintanya dengan ramah setelah memberikan sambutan singkat.
Geon menoleh kearah Lion menunggu perintah berikutnya dari sang majikan.
Lion hanya mengangguk dan semua pengawal itu berpencar dan menghilang kedalam kerumunan.
Semua orang menghela nafas lega setelah aura mencekam tadi menghilang.
Tangan kanan Lion terangkat di udara dan memanggil Geon untuk menyerahkan hadiah yang dia bawa.
__ADS_1
"Tuan Jhon, selamat untuk kehamilan istrinya. Kami berdoa yang terbaik untuk kesehatan dan keselamatannya!" Ujar Geon dan menyerahkan sebuah kotak mewah ke tangan Jhon.
Jhon mengambilnya dengan tenang, mengucapkan terimakasih dan menyerahkan hadiah itu pada asisten khususnya untuk disimpan.
"Terimakasih banyak atas hadiahnya, merepotkan tuan muda karena telah datang!" Ujarnya sebaik mungkin di depan Lion.
Melihat orang yang dia inginkan tidak ada di antara kerumunan, Lion sedikit tidak bahagia. Dia mengangguk kecil dan pergi ke meja di sudut yang kosong.
Jhon yang diabaikan hanya bisa menunduk dengan sedikit sedih. Geon meminta maaf atas perlakuan tuannya yang memang pada dasarnya dingin dan cuek. Lalu dia mengikuti Lion untuk berdiri disampingnya sepanjang waktu.
Toni dan Jaena datang sedikit terlambat pada perjamuan tuan Jhon. Saat sampai dia langsung meninggalkan istrinya untuk berinteraksi dengan para sosialita. Dia sendiri datang mendekati Jhon untuk menjilatnya.
"Tuan Jhon, selamat atas kehamilan istrinya yang keempat!" Ujarnya penuh semangat.
Jhon hanya mengangguk dan mengabaikan Toni. Sejak awal dia tidak pernah mau melirik perusahaan Toni, seorang pengusaha dengan banyak artis kotor di dalamnya. Sangat tidak mungkin bagi Jhon untuk meliriknya.
"Selamat menikmati acaranya tuan Sandi, saya akan menyambut tamu lainnya dulu!" Ujarnya ingin segara melarikan diri dari wajah menjilat Toni.
Toni yang diabaikan merasa sangat kesal dengan sikap cuek tuan Jhon. Jika bukan dia mengharapkan kerjasama dan dana yang besar dari tuan Jhon, dia tidak kan menurunkan derajatnya untuk menjilat wajah tua itu.
Awalnya Azel ingin bersantai tenang malam itu. Tapi, dia ditarik paksa oleh bibinya untuk datang ke sebuah perjamuan. Jadi, dia dengan wajah jutek berjalan tanpa keikhlasan sedikitpun.
"Hei, tersenyumlah cantik! Akan ada banyak pria tampan nanti," ujar Carlie dengan senyum menghibur.
Azel tetap tidak mau menanggapi Carlie, dia membuang muka kearah kaca.
"Oh, ayolah jangan marah lagi pada bibimu ini. Apa kau tahu bahwa tuan muda Lion yang kau dambakan itu akan datang ke perjamuan yang akan kita datangi sekarang?" Rayu Carlie dan memainkan telunjuknya di pipi chubby Azel.
Azel yang mendengar nama Lion langsung menoleh dengan bersemangat.
"Benarkan akan ada tuan muda Lion nanti?" Tanyanya sangat antusias.
"Ya, tentu saja! Apa bibi pernah membohongi mu?" Tanya Carlie balik.
Azel menggeleng. Carlie memang tidak pernah membohongi dia karena Carlie sudah menganggap dia sebagai anaknya sendiri.
Azel sangat bersemangat sekarang, tuan muda Lion yang sangat dia kagumi akan benar-benar datang bukan?
Seumur hidupnya Azel perang bertemu secara langsung dengan Lion sebayak dua kali. Sekali saat dia sedang makan di cafe bersama temannya. Dan yang kedua kali saat dia mengikuti kakeknya bertemu dengan kolega bisnis.
__ADS_1
Saat itu juga Azel berkenalan dengan Lion. Meskipun tanggapan Lion padanya selalu dingin, tapi Azel tidak menyerah. Dia justru semakin menyukai pria itu.