
Lion mengamati wanita dipelukannya dengan lamat. Tapi, sebaik apapun dia mencoba, dia tetap tidak bisa menghubungkan nona Greens dengan seseorang yang dia kenal.
Kleine sendiri merasa tidak nyaman dengan tatapan Lion. Tidak mungkin pria itu akan mengenalinya kan? Pikirnya sedikit cemas.
Saat mereka masih sibuk saling menatap. Tuan Jhon yang tersadar segara datang dan menyambut nona Greens di belakangnya.
"Senang bisa melihat nona Greens datang secara langsung hari ini!" Ujarnya dengan sopan nan sangat ramah.
Kleine terbangun dari lamunannya dan kecemasan tak berartinya itu. Lalu dia segera melarikan diri dari pelukan Lion, Lion juga merasa sangat tidak pantas berpelukan dengan nona Greens di depan orang banyak.
Tapi, saat tubuh mungil Kleine pergi, tangan Lion yang kokoh itu terasa sepi dan dan kosong. Niatnya sangat besar untuk memeluk wanita di depannya untuk yang kedua kalinya.
Di waktu yang bersamaan Lion merasa dia sangat buruk hari ini. Perasaan yang dai rasakan terhadap nona Greens sama persis dengan perasaan saat dia memeluk wanita yang tadi bertemu dengannya di lift.
Secara samar Lion menebak apakah keduanya adalah orang yang sama?
Tapi, setelah dia amati lagi tidak menemukan persamaan dalam gaya kedua gadis itu. Jika wanita yang dia temui di lift tadi sangat arogan dan asal-asalan. Maka, wanita didepannya ini sangat berbanding terbalik. Dari cara berjalannya yang sangat anggun dan membawa perasaan lembut.
Tapi wanita tadi sangat ceroboh dan benar-benar tidak memiliki aura feminim sedikitpun.
Jantung Lion secara tidak baik berdetak kencang. Dia menyentuhnya sekolah dan merasa pusing.
Apakah dia mencintai dua orang sekaligus?
Di hari yang sama dan bentuk yang berbeda jenis itu?
Ini tidak baik! Dia harus menanyakan ini pada psikiater. Pikir Lion pasti.
"Ah terimakasih tuan muda Lion!" Ujar Kleine sembari merapikan dirinya.
Delora juga sampai disampingnya dan mengecek apakah nonanya mengalami luka ataupun memar.
"Itu bukan masalah!" Jawab Lion singkat, wajahnya tidak dingin dan tajam seperti biasanya. Dia lebih ke bingung dan tampak sangat linglung.
__ADS_1
Kleine langsung mengabaikan Lion setelah dia mengucapkan terimakasih. Jadi, dia bahkan tidak memperhatikan jawaban Lion, apalagi ekspresi yang penuh dilema itu.
Kleine menatap pria berumur didepannya itu. "Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan tuan Jhon, dan selamat juga atas calon anak ke empatnya!" Senyum tipis namun sangat mempesona membuat semua pria dan wanita disana menahan iler masing-masing.
"Aku tidak menyangka akan ada drama nyata di depan mataku dan itu juga diperankan oleh dewa dewi kesukaanku!" Bisik seseorang dengan bersemangat setelah Lion dan Kleine berpisah.
Jaena melihat putrinya yang diabaikan oleh tuan muda Lion dengan sedih dan juga marah. Namun, dia lebih marah lagi saat melihat tuan muda Lion yang sepertinya sangat di kagumi putrinya itu menyapa dan berpelukan dengan nona Greens yang telah merebut kerja sama perusahaan mereka dengan tuan Jhon.
Jaena adalah salah satu dari beberapa orang yang sangat tidak menyukai hadirnya nona Greens yang misterius itu.
Toni tidak begitu peduli dengan banyak hal. Meskipun dia membenci nona Greens yang telah merebut kerjasama mereka dengan tuan Jhon. Tapi, dia adalah seorang pria yang sangat menyukai kecantikan. Meskipun nona Greens sangat muda, dia bahkan memiliki keinginan kuat untuk bisa mengandung gadis itu.
"Seharusnya saya merasa senang karena bisa bekerja dengan sosok hebat dan rendah hati seperti nona Greens. Saya juga merasa sangat beruntung nona Greens bisa datang secara langsung di perjamuan ini."
Kleine menahan dirinya agar tidak memutar matanya dengan kesal. Jika bukan karena ancamannya itu, dia mungkin tidak akan pernah memandang tempat yang sangat meriah seperti ini. Kleine lebih suka berjalan di trotoar dan mencari bakat bagus untuk dijadikan bawahan atau alat penghasil uangnya.
Tapi dengan senyum tetap ramah tanpa ada jejak kekesalan, dia menjawab seadanya.
"Oh, itu tidak perlu sungkan, saya datang karena bosan baru-baru ini."
Semua orang yang mendengar menahan mulut mereka segera untuk mencegah suara marah dan kesal berteriak.
"Jika kamu bosan kamu bisa tidur dan bersantai di rumah!" Maki seseorang dengan suara pelan yang tidak akan bisa semua orang dengar.
"Aku cukup malu datang kesini hanya untuk mencari koneksi."
"Aku lebih malu lagi karena datang kesini hanya untuk melihat pria tampan!"
"Oh, mungkin aku yang merasa lebih malu lagi karena datang kesini hanya untuk makanan penutup gratis yang lezat."
Bisikan para gadis itu menyebar dan membuat gosip yang mengirikan betapa kerennya menjadi nona Greens yang misterius.
"Baiklah karena nona Greens sudah sampai, ayo kita buka perjamuannya dengan sedikit sambutan dari nona Greens!" Usul nyonya Very entah dari mana. Dia menyapa Kleine dengan senyum tulus dan wajah yang sangat bangga.
__ADS_1
"Ah, aku malu karena lupa memberikan nyonya Very hadiah. Delora, apakah kamu tidak berguna? Cepat berikan hadiah dan ucapan selamat untuk nyonya Greens dan juga bayi dalam perutnya."
Delora yang mendengar ucapan Kleine merasa sangat malu. Sebaiknya tuannya ini memperbaiki kosakatanya agar tidak berantakan seperti itu.
Dia maju dan seorang pengawal berseragam hitam datang membawakan sebuah nampan.
"Karena nona Greens kami terburu-buru, dia lupa membawa hadiah. Jadi kami dengan malu hanya bisa memberikan jajanan di pinggir jalan ini untuk nyonya Very. Kami harap nyonya Very tidak begitu membenci hadiah kami!" Jelas Delora dengan wajah tertunduk malu-malu.
Semua orang merasa bahwa mereka terlalu meremehkan tuan Jhon dengan memberikan hadiah yang didapat dari pinggir jalan.
Very sendiri tidak menyangka wanita kaya dengan berbagai merek terkenal di tubuhnya hanya akan memberikan dia hadiah di pinggir jalan. Dia tidak siap, dan wajahnya jelas menunjukkan sedikit ketidaksenangan. Dia melirik suaminya yang juga meliriknya dengan wajah antisipasi.
Dia tidak pernah bertemu dengan nona Greens sebelumya. Jadi dia ingin melihatnya hari ini untuk mengambil sedikit keuntungan. Buktinya dia bisa mengundang tuan muda Lion dengan mengundang nona Greens yang sangat tuan muda Lion ingin lihat juga.
Setelah banyak penyelidikan, dia tahu bahwa nona Greens sangat tidak menyukai SandiToni entertainment. Itu sebabnya dia menggunakan hal itu untuk membiarkan nona Greens datang secara langsung. Tapi, dia tidak menyangka akan begitu dipermalukan dengan hadiah itu.
Niat baik seseorang tentu saja tidak bisa di tolak bukan. Walaupun kita sangat tidak menyukainya. Jadi, nyonya Very dengan enggan menerimanya.
Tanpa membuka cadar di atas nampan untuk melihat hadiahnya, dia langsung menyerahkan nampan itu kepada sekertaris suaminya untuk segar disimpan.
"Terimakasih nona Greens, seharusnya tidak perlu repot jika memang tidak punya waktu, kehadiran nona Greens sudah sangat berarti bagi kami."
Kleine mengangguk dengan pelan. Dia tidak tersinggung karena nona Greens tidak membuka hadiahnya. Lagipula akan lebih tidak sopan melihat hadiah yang orang berikan tepat didepan orangnya langsung.
Jika nyonya Very sangat sopan, bukan berarti orang lain akan sopan juga bukan?
Jadi, Jaena yang memandang Kleine dengan iri langsung maju kedepan dan berpura-pura tersandung. Dia terjatuh tepat didepan sekertaris tuan Jhon yang akan membawa hadiah itu ke dalam. Sebagai seorang pria, tentu saja sekertaris itu tidak akan membiarkan seorang wanita jatuh didepannya kan?
Dengan tangan kiri memegang nampan, dia menggunakan tangan kanannya untuk menarik Jaena agar tidak jatuh.
Saat yang bersamaan, karena suatu alasan yang tidak jelas. Kain penutup naman itu terjatuh dan memperlihatkan hadiah jalanan Kleine kepada semua orang. Kleine yang melihat Jaena berteriak tersenyum misterius tanpa orang sadari.
Semua orang mendesah saat melihat hadiah itu. Pandangan semua orang berbalik dan menatap Kleine tidak percaya. Tidak menyangka bahwa orang yang mereka kagumi akan mengirim benda seperti itu!
__ADS_1
###