
"Apa kita akan menonton juga?" Ulang Lion dengan sabar.
"Film apa yang kau suka, aku bisa memesan tiket film untukmu nanti!" Tanggap Kleine berpikir positif.
Lion tidak menjawab, dia tahu bahwa Kleine tidak mengerti maksudnya. Tapi dia tidak peduli, dia akan menemukan cara untuk menarik gadis itu menonton film romantis nantinya.
"Aku akan memikirkannya nanti, jadi apa kau mau ke mall dulu atau supermarket dulu?" Tanya Lion dan mulai berdiri untuk membersihkan pakaiannya.
Kleine juga ikut berdiri, "ayo ke mall dulu, kita bisa menonton film dulu baru kemudian berkeliling untuk belanja dan membeli makanan ringan!"
Jawaban Kleine mengejutkan Lion. Dia pikir bagian ke bioskop harus menjadi rancangan terakhir yang Kleine buat. Siapa yang tahu dia adalah gadis pengertian?
Namun, saat sampai di bioskop. Tiket film yang telah dibeli oleh Kleine sangat mengejutkannya.
"Apa-apaan ini!" Kutuknya dalam hati.
Biasanya seorang gadis akan suka menonton film romantis atau horor, paling tidak itu adalah film pertempuran. Ya tapi tidak berlaku untuk orang disampingnya ini.
Siapa yang cukup tertarik menonton film dokumenter sejarah?
Lion menatap Kleine dengan rumit.
Kleine menyadari tatapan dari Lion, "kenapa?" Tanyanya agak bingung dengan wajah polosnya.
"Tidak,..." Jawab Lion kaku.
"Apa kau tidak suka genre filmnya?" Tanya Kleine agak tidak enak. Lagipula yang tertarik untuk menonton film adalah Lion. Dia hanya setuju sebentar setalah ingat bahwa hari ini ada penayangan film sejarah yang begitu bagus.
Jadi dia tertarik untuk menontonnya.
Hanya saja dia lupa bahwa dia tidak datang sendirian!!!
"Tidak, aku hanya bingung bahwa kita memiliki selera yang sama!" Jawab Lion berbohong, tapi tidak terlihat bersalah atau gagap sedikitpun. Kleine tidak memperhatikan kebohongannya. Dia cukup senang memiliki hobi yang sama dengan orang lain.
"Oh, benarkah?" Tanya Kleine dengan riang, "kalau begitu ayo kita beli popcorn dan masuk!" Ajaknya bersemangat dan menarik tangan Lion tanpa dia sadari.
Fokus Lion saat ini ada pada dia tangan mereka yang terjerat. Tuhan tahu betapa sulitnya menyentuh tangan ini.
__ADS_1
Dia mengikuti langkah Kleine dengan tenang. Semua orang yang melihat itu merasa mereka adalah pasangan couple yang sangat bagus.
Ceweknya bersemangat, sedangkan cowoknya seperti orang yang cuek.
Tapi ada senyum kecil yang sulit terdeteksi di wajah pria itu.
Kleine tidak menyadari hal ini, dia hanya merasa senang dengan orang yang memiliki hobi khusus ini. Dia bahkan tidak terburu-buru untuk membuktikan apakah yang dikatakan oleh Lion benar atau tidak.
Saat Kleine berhenti, tangannya langsung melepaskan tangan Lion dengan tepisan cepat.
Lion yang masih menikmati sentuhan lembut itu tersadar kembali. Dia merasa tangannya kosong setelah dilepas oleh Kleine. Melihat tangan Kleine yang begitu menggoda untuk dia rangkul kembali. Tapi Lion masih waras, dia tidak akan membuat suasana tentram ini kacau hanya karena kepuasan singkat.
"Dua mangkuk popcorn jumbo, dan dua es soda!" Ujar Kleine riang.
Lion mencermati setiap inci dari tubuh Kleine. Meskipun senyum Kleine tidak begitu lebar, tapi auranya sangat ramah dan hangat.
Lalu Lion menatap rambut Kleine. Tidak, tepatnya pada kepala mungil gadis itu.
Tangannya ingin sekali mengelus kepala Kleine ketika dia ingat adegan Zoey yang selalu melakukan itu didepan mereka setiap kali bertemu.
Dia juga ingat rambut memikat Kleine saat mereka pertama kali bertemu. Dia sangat ingin hal itu.
Untunglah pikiran Lion tidak didengar oleh grup pertemanan Kleine. Jika tidak mereka mungkin sedang mengumpat dengan keras saat ini.
Sementara itu, Aigiee yang baru saja selesai melihat tanah itu merasa puas. Dia juga ingin menghibur dirinya dengan film Hollywood. Siapa yang sangka dia akan dialihkan perhatian oleh keributan kecil tentang sepasang cp yang membuat iri banyak orang.
Awalnya dia melirik dengan malas karena dia pikir itu terlalu membosankan. Siapa sangka dia melihat teman baiknya sedang berkencan dengan seorang pria. Aigiee yang bersiap untuk membeli tiket Hollywood membatalkannya segera.
Dia tahu Kleine dengan baik, jadi dia memutuskan untuk melihat dari jauh. Dia membeli tiket yang mungkin sesuai dengan kebiasaan Kleine.
Setelah membeli tiket, dia langsung bergerak secara diam-diam agar tidak ketahuan. Kleine yang sedang bersemangat tidak menyadari bahwa dia sedang diikuti. Tapi Lion adalah orang yang jeli sejak kecil. Dia menoleh untuk langsung mengejutkan lawan.
Anehnya setiap Lion berbalik, dia tidak merasakan tatapan yang mengawasinya tadi. Dia mengabaikan hal itu karena mungkin itu hanya firasatnya saja yang salah.
Aigiee menghela nafas lega karena masih sempat bersembunyi dari pria itu. Awalnya Aigiee tahu keburukan Kleine saat dia sedang bersemangat. Jadi dia tidak peduli akan ketahuan karena Kleine tidak akan memperhatikan sama sekali. Tapi, siapa yang tahu ternyata pasangan yang dia pilih sangat waspada.
Aigiee melihat lagi dan menyadari bahwa dua orang itu telah menghilang.
__ADS_1
Meskipun Lion tidak menemukan orang yang mengawasinya. Tapi ujung matanya sempat melihat seseorang yang berbalik cepat. Orang lain mungkin tidak menyadari perubahan itu karena terlalu cepat. Tapi, dia sangat sadar akan hal itu. Jadi dia menarik Kleine untuk masuk ke bioskop dengan cepat.
"Ada apa?" Tanya Kleine bingung saat lion memimpinnya dengan gerakan yang begitu cepat.
"Aku sangat tidak sabar untuk menonton filmnya!" Ujar Lion bersemangat!
Kleine tidak curiga sama sekali, mungkin Lion sangat cocok menjadi aktor?
Lion juga berpikiran begitu karena saat ini Kleine mengangguk polos.
Aigiee melihat sekitar beberapa kali tapi masih belum menemukan pasangan itu. Dia hanya bisa mundur dan menunggu di garis finis.
Geon semakin gila karena Lion masih tidak kembali juga. Dia menelepon beberapa kali dan bahkan mengirim banyak pesan.
Entah itu melaporkan rapat, membahas kerja sama dengan klien, mengirim dokumen yang perlu ditandatangani dan banyak hal penting lainnya.
Lion dengan santai dan tenangnya mematikan daya telepon tersebut.
Di bioskop, keduanya mendapat kursi tengah. Hanya ada sedikit orang yang tertarik dengan film seperti itu di tanggal ini. Biasanya film ini akan ramai dikunjungi saat hari-hari kemerdekaan atau kepahlawanan.
Terhitung hanya ada dua puluh penonton yang sudah sangat bagus.
Sebagian besar penonton adalah para mahasiswa sejarah. Atau keluarga yang militer yang ingin memperlihatkan pada anaknya tentang perjuangan pahlawan.
Yang menonton film ini dengan suka mungkin hanya Lion dan Kleine saja.
Meskipun Lion agak bosan, tapi dia tetap menunjukkan mata berbinar agar saat Kleine menoleh dia hanya tau bahwa Lion sangat menikmati film itu.
Kleine fokus menonton dan tangannya tidak berhenti memasukkan popcorn ke dalam mulutnya.
Sesekali Lion akan mencuri pandang pada Kleine yang menurutnya sangat imut.
Mata Aigiee yang begitu tajam telah dia tekan. Dia terus mengawasi interaksi antara keduanya.
Dia cukup kasihan melihat pria tampan itu. Orang yang sangat bodoh dengan cinta dan menolak kepercayaan akan cinta, sangat sulit untuk menariknya.
###
__ADS_1
🤗🤗