
Tuan tua Bramansa akhirnya terbangun. Berbeda dari biasanya dia bangun, kali ini bagian dadanya tidak sesak. Dia bahkan duduk dengan sangat mudah tanpa kesulitan sedikitpun.
Dia melihat sekeliling yang tampak sepi seperti biasanya. Tidak ada tanda-tanda cucu kesayangannya itu datang untuk menjenguknya. Dia menghela nafas dengan berat, lalu tangannya menekan bel yang ada di dinding sebelah kanan dengan sedikit usaha.
Dua pengawal yang berjaga diluar masuk setelah mendengar ada pergerakan didalam ruangan. Mereka melihat wajah masam tuan tua Bramansa dan merasa sedikit tidak enak. Salah satu dari keduanya maju dan ingin menjelaskan.
"Tuan, sebenarnya tuan muda tadi datang kesini. Tapi, dia saat ini sedang mencari makan siang. Dia mengatakan akan datang kesini lagi setelah selesai makan siang," jelasnya.
Tuan tua Bramansa hanya mendengus, dia tahu tabiat cucunya dengan sangat baik.
Karena dia terlalu cemas beberapa hari ini, dia telah membuat cucunya marah sangat besar sampai membuat dia memilih tempat tinggal yang tidak bisa dikunjungi secara sembarangan.
Awalnya dia akan datang ke tempat itu besok karena sudah mendapat izin dari tuan perumahan itu. Siapa yang tahu bahwa sekarang jantungnya kembali bermasalah dan sepertinya dia harus melewatkan kesempatan bagus itu.
Tuan tua hanya mengangguk untuk menanggapi pengawal itu, satu pengawal sudah pergi dan memberitahu Geon bahwa tuan tua sudah sadar.
"Tua apakah anda perlu sesuatu? Apakah ada yang tidak nyaman? Saya akan memanggil dokter jika anda merasa tidak baik?" Tanya pengawal itu sedikit cerewet dan membuat tuan tua agak tidak senang.
Dia menoleh, dimana ada pengawal yang menanyakan apa yang dia ingin. Seharusnya anggota keluarganya yang bertanya seperti itu. Akan baik-baik saja jika anggota keluarganya sudah meninggal semua atau masih di luar negeri, tapi ini...
Benar-benar cucu yang berbakti!
Pengawal itu merasa dia sedang berada di tempat yang sangat sulit, apalagi melihat emosi tuan tua yang kembali tidak stabil. Dia merasa kakinya sedikit gemetar, aura tuan tua Bramansa sama kuatnya dengan aura Lion.
Jadi, bahkan disaat hanya emosi tidak senang saja sudah bisa menakuti orang lain sampai mati. Karena tuan tua memang sudah terlalu berpengalaman, itu sebabnya bahkan jika dia hanya berdiri saja sudah membuat orang lain ingin tunduk. Apalagi jika dia menatap dengan tidak bahagia?
__ADS_1
Saat dia sedang menghadap keluar, tuan tua tiba-tiba teringat fitur wajah samping seorang gadis yang menolongnya.
Jika dia ingat dengan benar, sebelum dia pingsan karena sesak nafas. Dia ditolong oleh seorang gadis cantik yang memiliki wajah datar. Meskipun yang dia lihat hanya fitur samping saja. Siapapun bisa tahu bahwa gadis itu sangat cantik, kulitnya mulus dengan garis rahang yang sangat indah.
Dia menoleh dan melihat pengawal yang tadi keluar untuk menelpon Geon telah kembali dengan Geon juga. Dia menatap Geon dengan tatapan memusuhi.
"Katakan padaku dimana gadis yang tadi menolongku!" Perintahnya tanpa bisa siapapun bantah.
Goen yang mendengar itu langsung merasa bulu kuduknya berdiri karena merinding.
Dia juga tidak tahu harus menjawab apa, karena sebelum dia mendapat telepon dari bawahannya ini. Dia juga sedang menyelidiki gadis yang menyelamatkan tuan tua. Siapa yang tahu bahwa rekaman cctv itu sudah disabotase lebih dulu. Bahkan dokter yang merawat tuan tua sebelumnya yang juga merupakan direktur ruangan sakit ini sudah datang lebih awal dan tidak juga menemukan gadis itu di rekaman cctv.
Hanya beberapa menit saja bahkan tidak sampai satu jam, gadis penolong itu sudah bisa menghapus jejak kehadirannya. Geon jadi ragu apakah gadis itu penyelamat atau dia bersekongkol untuk menyakiti tuan tua. Karena dia benar-benar tidak mau ditemukan setelah menyelamatkan!
Tapi, jika dia benar-benar dari pihak lawan, seharusnya dia tidak akan melakukan penyelamatan dengan baik seperti yang dikatakan oleh dokter bukan?
Tuan tua mendengus kesal saat mendengar pertanyaan yang sama lagi. "Apa aku terlihat begitu sakit-sakitan?" Ujarnya marah dan membuang muka lagi.
Suasana tampak sangat hening sekarang. Geon tidak tahu harus bagaimana untuk memecah ruang yang begitu sepi dan suram ini. Tuan tua Bramansa juga tidak berniat menahan aura menindasnya.
Saat semuanya terdiam dan waktu seakan terhenti, suara derit pintu terdengar dengan pelan. Semua orang di ruangan itu menoleh dan melihat siapa orang yang begitu berani masuk tanpa meminta izin itu.
Tangan putih langsing dengan beberapa urat hijau yang menonjol, mendorong pintu itu dengan sangat lambat membuat semua orang sedikit penasaran.
Lion yang selesai makan awalnya ingin sedikit berbincang dengan Zoey dan sedikit meminta saran untuk masalahnya. Tapi, belum sempat dia menghampiri Zoey di dapur. Dia mendapat telepon dari Geon bahwa gadis itu telah menghapus jejaknya. Disaat itu juga Geon diberi tahu bahwa tuan tua sudah sadar. Jadi, Lion langsung mendengarnya dan dia juga memutuskan untuk melihat kondisi tuan tua dulu. Dia pikir nanti dia akan mencari kesempatan lain bertanya pada Zoey.
__ADS_1
Saat dia sampai di depan ruangan tuan tua, dia tidak mendengar sedikitpun kebisingan. Dia membuka pintu dengan pelan, setelah membuka pintu. Dia melihat beberapa pengawal, Geon dan juga tuan tua menatapnya dengan mata penasaran.
"Ada apa?" Tanyanya dengan jengkel saat ditatap seperti itu.
Geon dan para pengawal langsung menggeleng cepat setelah mendapat tatapan maut dari Lion. Hanya tuan tua Bramansa yang auranya sama dengan Lion yang tidak takut dan terus menatap Lion dengan mata merah.
Lion mengangkat alis kirinya dengan kening mengkerut. "Kenapa? Marah? Salahkan siapa melarikan diri ke tangan musuh? Jika ingin cepat mati lebih baik kau langsung melompat dari atas gedung ini. Bukan kabur dan nyaris tidak pernah ditemukan!" Ujar Lion dengan malas, dia berjalan dengan santai lalu duduk tenang di sofa.
"Apa kau mendoakan aku cepat mati?" Tanya tuan tua itu semakin marah.
"Bukankah memang sudah seharusnya?" Tanya Lion dengan bosan.
"Kau...kau..." Jantung taun tua sedikit bermasalah lagi setelah emosinya dipancing oleh Lion.
Kedua tangannya memegang dada bagian jantungnya, nafasnya mulai tersengal-sengal. Geon dan para pengawal sedikit panik dan ingin langsung memanggil dokter. Tapi, tatapan Lion langsung menghentikan gerakan mereka.
Dengan malas Lion bersandar pada sofa dengan kaki tersilang. "Berhentilah berpura-pura!" Ujar Lion dengan santai.
Geon dan para pengawal yang mendengar itu langsung melihat kearah tuan tua dan benar saja mereka melihat tuan tua itu kesal dan melepaskan kedua tangannya dari dadanya.
"Kau benar-benar sudah tidak bisa lagi dibohongi!" Ujarnya dengan kesal dan menatap Lion dengan tajam.
Para pengawal yang tertipu itu menunduk dengan malu. Mereka benar-benar tidak akan setara dengan tuan muda mereka. Lihat saja sekarang sebagai contoh, mereka bisa ditipu dengan mudah oleh tuan tua. Sedangkan tuan muda sudah bisa melihat akting taun tua dengan sekali lirik!
Benar-benar tuan yang luar biasa!
__ADS_1
satu sangat ahli berakting dan yang lain memiliki mata yang terlalu tajam.