Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Ninety


__ADS_3

Pagi itu sudah lebih dari sepuluh orang yang bertanya mengapa tidak membuat siaran pers untuk menolak tuduhan demi tuduhan yang ada. Delora hanya menjawab karena mereka tidak mampu dan membuat banyak kontrak kerjasama yang hilang begitu saja.


Ada juga karyawan dari perusahaan cabang yang mengundurkan diri.


Delora sangat senang karena membiarkan orang-orang ini pergi ke kantor cabang sebelumnya. Dengan itu dia tahu bahwa mereka tidak baik sama sekali. Hanya mereka yang berada di perusahaan pusat yang bisa di percayai dengan mudah.


Delora cukup puas dengan hasil ini, menurutnya ini tidak buruk sama sekali.


"Nona, semua direktur film sudah membatalkan kerjasama dengan kita. Hanya ada beberapa direktur yang dulu bersahabat baik dengan kita yang tidak membatalkan kerjasama. Dan tentunya direktur dari perusahaan kita sendiri."


"Ada beberapa artis dari perusahaan cabang yang mulai mengundurkan diri. Terhitung ada dua belas artis pemula, sembilan artis menengah, dan lima penyanyi tingkat menengah."


"Para pemegang saham itu mulai menjual saham mereka secara membabi buta. Apakah menurut nona kita harus membelinya lagi?"


Tiga orang itu melaporkan keadaan demi keadaan yang ada.


"Beli! Mereka selama ini selalu menuntut banyak hal hanya dengan beberapa persen saham saja. Beli semua sahamnya dengan dana dari kartu ini!" Delora menyodorkan kartu hitam pada mereka.


Nyatanya saham yang mereka pegang memang tidak banyak. Sepuluh orang punya satu persen saham masing-masing. Dan ada tiga orang yang punya dua persen. Hanya itu saja dan mereka selalu mengirimkan orang-orang tidak profesional untuk diperkerjakan di perusahaan. Bahkan mengirim selingkuhan atau anak haram mereka untuk menjadi arti ataupun penyanyi.


Dia sudah lama tidak senang dengan ini.


Jika bukan karena mereka hanya ingin memiliki lebih banyak hubungan dengan orang-orang hebat. Apa mungkin mereka menjualnya? Mereka tidak kekurangan dana sama sekali! Kleine punya lebih dari satu triliun di kartunya dengan mata uang dollar.


"Apa ada lagi?" Tanya Delora saat melihat mereka masih berdiri diam di depannya.


"Itu nona... Di luar ada beberapa wanita yang ingin melabrak artis kita yang di rumorkan telah menyalip suami orang. Ada cukup banyak..."


Sejak kemarin sore, siapapun dan apapun tujuannya tidak ada yang di perbolehkan masuk perusahaan. Bahkan sahabat yang baik pun tidak bisa masuk lagi. Jika itu mitra kerjasama juga tidak boleh datang. Perusahaan mereka sedang mengisolasi diri. Tetap saja ada banyak kerusakan dan kerugian yang diderita.


Banyak lantai yang kacanya hancur karena di lempar dengan batu. Banyak penjaga yang terluka menghadapi perusuh.


"Usir mereka dan sewa lebih banyak penjaga lagi dari perusahaan keamanan. Kirim juga mobil untuk menjemput artis yang masih berada di luar atau sedang di lokasi syuting."


"Ya nona!"


Setelah mereka pergi, Delora merasa puas. Meskipun ada sangat banyak kehilangan dana karena ini. Dia tidak peduli! Karena setelah ini mereka akan punya kesempatan untuk berlibur.


Dia menelepon Kleine lagi tadi pagi. Dia mengatakan Delora bisa libur selama satu pekan setelah kasus ini selesai.


Delora sangat senang!

__ADS_1


Kleine mengamati kemajuan berita itu. Popularitas masalah itu sudah sedikit turun, tapi rankingnya masih yang teratas. Mungkin karena saat ini semua orang sibuk bekerja, tapi pihak musuh tidak mau berita itu turun.


Kleine hanya diam dan tidak membuat tindakan apapun.


Lion melihat internet sebelum dia mulai bekerja. Awalnya dia ragu mengapa wanita yang hebat seperti itu tidak bisa menangani semua ini dengan cepat. Tapi sekarang dia tahu!


Karena beritanya telah di ledakkan di jam pulang kerja. Maka dia akan membalas dengan jam istirahat dimana semua orang memang suka menjelajahi internet di siang hari. Tapi menurut Lion ini masih tidak bagus.


Karena sifat serangan baliknya hanya sementara. Dia tidak mengerti jalan pikiran orang hebat itu. Jadi dia hanya bisa menyaksikan dalam diam.


Jam istirahat yang di tunggu akhirnya datang. Lion terkejut saat di melihat ke internet. Itu hanya berita kecil yang tidak berhubungan sama sekali dengan konfirmasi masalah.


Lion melihat berita itu lebih cermat lagi sebelum dia mengangguk dengan paham. Akhirnya dia mengerti metode apa yang sedang di mainkan oleh nona Greens ini. Tapi, dia tidak memperhatikan dengan lama karena dia harus memasak untuk calon istrinya.


Seperti yang terjadi, Kleine memang tidak membuat klarifikasi.


Dia hanya dengan enteng memposting sebuah artikel kecil tentang berita orang yang tewas di sebuah proyek. Tidak menghebohkan sama sekali.


Bahkan Delora tercegang. Dia tidak percaya bahwa Kleine hanya akan melakukan itu. Dia sekarang terlalu lelah untuk apapun dan mati lemas di kursi kebesarannya.


Bahkan setelah jam makan siang, masih tidak ada perubahan apapun. Delora menunggu dan menunggu dengan gugup. Tapi masih tidak ada apapun.


Kleine di ujung sana nampak sangat cuek. "Ada apa?" Tanya Kleine berpura-pura lupa.


"Bukankah kau bilang akan membuat semuanya menjadi baik-baik saja setelah siang ini?" Tanya Delora sekali lagi.


Kleine menguap, bahkan semua orang tahu bahwa orang diujung sana hanya tiduran dengan malas.


Karena suaranya memang telah di speaker oleh Delora, itu atas permintaan dari para eksekutif perusahaan.


"Oh, apa kau pikir aku akan peduli pada hal itu?" Tanya Kleine dengan malas dan bermain-main.


"Apa maksudmu?" Tanya salah satu eksekutif itu dengan tidak sabar.


"Tidak ada! Aku hanya tidak ingin terlalu lelah."


"Kau ingin perusahaan ini bangkrut begitu saja?"


"Lagipula aku punya banyak uang untuk hidup!"


"Kau..."

__ADS_1


Delora mengambil lagi ponsel yang telah di rebut.


Dia memijat keningnya dan mematikan panggilan.


"Sekarang sudah terlambat untuk menjelaskan sesuatu. Nona Greens tidak tertarik membantu kita, mungkin perusahaan tidak akan berdiri lagi. Bahkan kalian tidak akan menerima bonus bulanan yang telah di janjikan. Aku minta maaf karena kejadian ini kita telah berhutang banyak untu biaya akomodasi dan perbaikan.


Jika kalian ingin berhenti maka pergilah dengan cepat. Aku akan membantu agar nama kalian tidak tercoreng di luar sana. Tapi, untuk para artis. Aku hanya bisa memberi kompensasi untuk kalian.


Senang telah bersama kalian selama ini. Jika kalian ingin pergi maka jangan menunda lagi. Tenang saja uang pesangon masih ada untuk kalian. Kalian bisa bubar...."


Delora duduk di kursinya dengan putus asa.


Para eksekutif itu berbalik, mereka bingung harus mengundurkan diri atau tidak. Sedangkan para artis berpikir begitu juga. Setelah para eksekutif itu pergi. Berita segera menyebar ke perusahaan.


Ada yang langsung mengambil pesangon tanpa ragu, ada yang memilih untuk tetap. Dan bahkan menemui Delora untuk memberi Delora semangat.


"Bu, ayo buat perusahaan yang baru!"


"Ya, aku percaya kita bisa bangkit lagi!"


"Ayo bangun reputasi kita lagi!"


Teriakan dari luar ruangan itu menggema di telinga Delora. Sekertaris yang berdiri disampinya menatap dengan senyum pasrah.


"Sudah ada berapa orang yang mengundurkan diri?"


"Sebagian besar sudah pergi bu!"


"Bahkan ada artis level A yang juga telah pergi tanpa berniat menoleh ke belakang!"


"Lalu bagaimana dengan Cayana dan artis lain yang terlibat di internet. Apa mereka juga pergi?"


"Tidak! Tapi memang ada beberapa, mereka bilang itu karena kita mereka jadi tertarik ke lumpur. Tapi ada juga yang merasa itu karena mereka sehingga kita yang tertarik ke lumpur."


"Baiklah kau bisa pergi jika kau mau!"


"Apa maksudmu Miss! Aku tidak akan pergi!"


###


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2