
Kleine tersenyum dingin setelah dia menutup telepon. Dia melihat hasil pencarian yang berada di layar laptop kecilnya.
Setelah dia besar, Kleine menjadi semakin mengerti banyak hal yang dulu menjadi tanda tanya besar di dalam dirinya.
Ayahnya masih mempertahankan dia namun tidak merawatnya tentu saja untuk membuat perbandingan. Karena di mata orang kaya, yang cantik dan terawat haruslah keluarga mereka.
Dia hanya jadi alat yang bagus untuk menjadi efek samping yang sedikit berguna.
Tapi, seorang kakek?
Pengawal bisa berpikiran sempit! Tapi apakah darah juga begitu?
Kleine berpikir dia tidak perlu melakukan apapun pada keluarga itu karena hubungan darah. Tapi, jika darah itu kotor, apakah masih layak di pertahankan.
Kleine menyeringai.
Mari kita lihat seberapa sombong anda saat ini dan seberapa sakit anda nanti.
Kleine punya banyak bukti kejahatan Carlos grup. Tapi, dia tidak berniat menyerang tanpa alasan. Karena sekarang sudah alasan, mengapa tidak?
Setelah menutup telepon dengan Kleine, sekertaris itu menyerahkan teleponnya ke Delora.
"Ini adalah wakil CEO dari perusahaan Bramansa, dia mengatakan tentang sesuatu yang penting dan mendesak."
"Hai Delora!" Sapa Geon dengan suara yang menyenangkan.
"Ada apa?" Tanya Delora dengan malas. Namun jauh lebih tenang dari tadi karena Kleine sudah bertindak.
"Perusahaan kami tahu siapa dalang dibalik masalah kalian. Apa kalian tertarik untuk bekerjasama dengan kami?"
"Tidak perlu!" Ujar Delora dan langsung menutup telepon.
"Ini nona...anda?" Sekertaris itu tidak habis pikir dengan sikap Delora.
Ini adalah wakil bos besar!
"Jangan urus urusan ini, ohhh... Katakan pada para eksekutif untuk mulai tenang dan tidak perlu menanggapi internet, matikan WiFi dan biarkan mereka beristirahat di perusahaan. Nona Greens telah mengatakan akan mengurus masalah ini besok siang, kalian hanya perlu tenang dan santai!"
"Benarkah nona Greens bertindak?" Tanya sekertaris itu dengan semangat!
"Ya!"
__ADS_1
"Baiklah saya pamit dulu nona!" Ujarnya dan berlari keluar ruangan dengan wajah berseri.
Selama nona Greens bertindak, tidak ada hal yeng perlu di khawatir kan.
Segera berita itu dengan cepat menyebar ke seluruh perusahaan. Jadi di tengah kekacauan dunia maya, seluruh karyawan disini tidur dengan tenang di kasur kemah.
Ada yang mengobrol dengan ria.
Ada yang menelpon keluarga mereka dengan syukur.
Para artis besar tidur lebih nyaman dari mereka karena mereka punya ruangannya sendiri.
Direktur dan manager juga tidur di sofa panjang.
Di balik kekacauan itu, perusahaan menyebutnya kemah di ruangan tertutup.
Ada yang memasak mie, ada yang bermain gitar, membentuk lingkaran dengan lilin di dalamnya. Mereka benar-benar mengabaikan orang-orang yang demo kedinginan di luar sana.
Yang rumahnya di hancurkan telah di jemput dengan mobil khusus untuk menginap di Perusahaan bersama keluarga. Yang terluka masih dirawat di rumah sakit dan juga di beri pengawal khusus.
Jika dunia luar tahu hal ini, mungkin mereka akan muntah darah sampai mati. Siapa yang akan begitu bahagia di saat kritis?
"Bagaimana?" Tanya Lion dengan nada dingin yang biasa.
"Hem."
Geon pergi dengan senang sedangkan Lion menatap dokumen dengan amarah.
Geon senang karena dia bisa mendengar suara manis dari orang yang dia sukai. Dan Lion marah karena tidak pernah mendapat kesempatan untuk meminta bantuan pada nona Greens yang terhormat.
Azel melirik berita yang semakin kacau dengan senang. Siang ini, dia berdiskusi pada kakeknya untuk menyerang perusahaan itu. Siapa yang tahu pamannya sangat baik dalam menyerang!
Dia sangat puas dengan hasilnya, apalagi saat harga saham perusahaan itu semakin menurun.
Direktur perencanaan mendapat banyak telepon dari direktur film tentang pembatalan film dan sebagainya. Awalnya dia panik, tapi mulai tenang dan menerima telepon dengan penuh senyuman.
Dia tidak sabar menunggu orang-orang ini mengemis kerja sama dengan mereka lagi.
Delora juga mendapat berbagai telepon dari para klien yang ingin memutuskan hubungan kerjasama. Dia juga tidak berat hati dan setuju dengan mudah. Dia sangat tidak sabar dengan pembalikan yang akan terjadi.
Setelah besok Delora akan menikmati orang-orang Yanga kan memohon kerjasama dan mendapat keuntungan yang lebih baik.
__ADS_1
Awalnya artis-artis itu merasa sakit untuk berbagai proyek yang dibatalkan. Tapi, setelah mendapat jaminan dari pihak perusahaan mereka juga bisa tidur dengan tenang.
Kleine juga tidak begitu peduli dengan keributan orang luar. Dia mandi dan tidur setelah mengeringkan rambut.
Sedangkan itu, internet semakin panas. Mereka mulai merusak citra nona Greens yang anggun.
Mengatakan bahwa nyatanya nona Greens itu jelek, wanita simpanan, perayu suami orang dan banyak lagi. Tentu saja yang memulai gosip itu adalah akun buatan Azel.
Tapi para pemakan segalanya begitu terhibur dengan gosip yang tidak pasti benar. Mereka tersenyum dan terus meningkatkan popularitas dari topik itu.
Lion melihat semua itu dengan tidak tenang. Dia bingung kenapa belum ada aksi apapun dari Greens. Bahkan harga saham sudah benar-benar anjlok dan wanita itu masih menutup mata. Sebenarnya apa yang sedang mereka rencanakan?
Lion tidak ingin peduli, tapi dia seakan terikat dan ingin membantu. Dia berpikir itu mungkin karena dia sudah lama memperhatikan perusahaan ini. Itu sebabnya dia menjadi sangat khawatir.
Lion ingin mengirimkan bukti yang di dapatkan ke media. Tapi, dia mengurungkan niatnya. Jika di tunda mungkin bukan karena ada hambatan. Harusnya karena ada rencana besar yang sedang disembunyikan.
Lion menutup dekstop miliknya dan mulai mengurus dokumen yang tadi dia kacangin.
Geon bekerja dengan penuh semangat karena percakapan singkat tadi seperti teriakan semangat dari Delora.
Lion masih tidak bisa tenang, jadi dia menelepon Kleine. Tapi, dia langsung mematikannya karena jam yang tertera di bilah atas.
Tapi, dia masih kurang cepat, karena Kleine lebih cepat darinya. "Ya!" Ujar Kleine dengan suara parau karena dia masih setengah tidur.
Lion mendengarnya dan tidak berbicara, dia hanya merasa senang dan nyaman setelah mendengar suara parau itu.
Kleine awalnya mengantuk, jadi saat tidak ada tanggapan dari ujung sana. Handphone di ujung telinganya jatuh ke kasur tanpa dia matikan.
Lion mendengar dengkuran halus Kleine. Dia meletakkan handphone miliknya di meja dan mulai bekerja lagi. Sura di ujung sana sangat rendah, tapi bahkan jika itu hanya suara nafas yang keluar masuk. Lion merasa nyaman karenanya.
Dia bekerja dengan tenang tanpa menimbulkan banyak suara.
Dia bekerja lebih cepat dari biasanya karena ingin cepat tidur dengan musik pengantar tidur yang pasti sangat ampuh.
Kleine yang tidur begitu nyenyak tidak tahu jika dia sedang di awasi lewat suara. Dia bermimpi aneh malam ini.
Delora juga memutus kabel telepon kantor setelah jam dua belas malam. Dia mengganti bajunya dengan baju kasual yang nyaman dan mulai tidur.
Para eksekutif perusahaan juga melakukan hal yang sama dan memulai aksi diam yang membuat dunia semakin heboh karena tidak ada satu tanggapan pun untuk masalah ini.
###
__ADS_1
❤️