
Kleine hanya mengangguk dan kembali menundukkan kepalanya untuk kembali ke dunia onlinenya. Tapi, setelah sekian menit, mobil itu masih tidak melaju juga.
"Ada apa?" Tanya Kleine karena Lion masih belum menggerakkan mobilnya. Apa mobil bagus ini masih perlu pemanasan terlebih dahulu?
Lion bingung harus mengatakan apa, tapi dia tetap dengan canggung bertanya. "Emmm... Jadi, di rumah siapa kita akan memasak?"
Kleine sepertinya mengerti apa yang di maksud pria itu. Tidak baik bagi seorang pria untuk langsung membawa gadis yang dia kenal ke rumahnya kan? Itu seperti sedang memancing ikan.
"Rumahku saja!" Jawab Kleine santai.
Lion mengangguk, "Kalau begitu ayo belanja bahan-bahannya dulu!" Ujar Lion dan mulai mengemudikan mobilnya menjauh dari restoran kecil itu.
Kleine hanya mengangguk dan tidak terlalu memperhatikan ekspresi Lion yang tampak sangat senang. Tentu saja dia sangat senang, dengan mengetahui rumah, secara perlahan dia bisa dekat dengan Kleine.
"Oh, aku lupa! Ayo berkenalan, namaku Lion, kau bisa memanggilku itu. Lalu bisakah aku tahu namamu?" Ujarnya menghapus kecanggungan yang ada di mobil itu.
Kleine tidak mendongak, dia hanya bergumam pelan. "Kleine!"
"Nama yang bagus!" Puji Lion dengan senyum cerah.
"Oh, hanya orang yang tidak tahu artinya yang akan mengatakan itu!" Jawab Kleine dengan serius, dia bahkan berhenti menatap teleponnya.
Matanya mengamati wajah Lion dari kaca spion. "Arti dari Kleine sendiri adalah kecil dari bahasa Belanda," Ujarnya dengan bosan, punggungnya bersandar malas ke kursi.
"Itu sangat bagus bahkan jika artinya kecil. Lagipula siapa yang begitu peduli dengan artinya, dan juga setiap nama pasti akan punya arti yang berbeda juga dari bahasa lainnya!" Jelas Lion mencoba menghibur Kleine.
"Ya kau benar!" Jawab Kleine malas, dia menutup matanya dan mendorong handphonenya ke depan. "Ini adalah alamatnya, kau bisa langsung menyetir kesana jika selesai berbelanja. Oh, aku sangat mengantuk! Bangunkan aku jika sudah sampai di rumah," ujar Kleine.
Lion mengangguk dan mengambil handphone itu dengan mudah.
Dia melihat alamat yang akan di tuju, dia pikir itu adalah rumah gadis ini. Tapi, sepertinya gadis ini tinggal di apartemen. Karena alamat yang tertulis jelas adalah salah satu gedung apartemen yang cukup terkenal di ibukota ini.
__ADS_1
Menilai dari tempat tinggalnya, Kleine haruslah menjadi gadis kaya yang mengasingkan diri ke apartemen. Atau, apartemen itu dia raih sendiri dengan usaha dan kerja kerasnya. Tapi, mengingat hari ini adalah hari kerja dan bukan hari libur. Seharusnya opsi pertama lebih masuk akal.
Dan handphone yang sedang retak ini juga terlihat sangat mahal, tidak mungkin ini adalah handphone murah. Di lihat dari daya tahannya, ini sepertinya merupakan ponsel yang di rakit sendiri dengan bahan-bahan terbaik.
Lion dengan iseng melihat ke beranda telepon itu, dia mencoba membuka WeChat, galeri dan sebagainya.
Dan semuanya ternyata berisi berbagai pola yang memusingkan. Sebenarnya Lion bisa saja menghack pola itu. Tapi, dengan mencoba melihat hal ini saja sudah tidak sopan baginya. Jadi, dia hanya bisa menyimpan handphone di itu laci mobil.
Kleine yang tidur tidak menyadari apa yang sedang Lion coba lakukan. Dia hanya merasa mobil Lion ini sangat nyaman untuknya. Dia bahkan berpikir untuk membeli satu mobil yang seperti ini. Dia bahkan lupa jika dia sudah punya mobil seperti ini di koleksinya, dan lebih lagi dia lupa bahwa bisa tertidur dimana saja dengan nyaman.
Meskipun dia ingat, tapi tidur di mobil ini seperti menghilangkan kewaspadaan dia. Dia merasa aman karena aura menyejukkan dari Lion.
"Huh, akan lebih baik jika dia bisa menjadi supirku setiap waktu!" Bisik Kleine pelan dalam tidurnya.
Lion yang mendengar itu tersenyum.
Zoey melihat Lea yang berdiri membeku disana.
Lea melepaskan tangan Zoey, "tidak ada! Aku merasa tidak enak hari ini. Aku akan beristirahat di kamar dulu!" Ujarnya dan berjalan linglung ke kamarnya.
"Ada apa dengannya?" Tanya Zoey bingung dan sedikit khawatir.
Dia menjadi sangat penasaran apa yang telah Kleine bisikkan pada Lea sebelumnya.
Lea sendiri sedang tersesat saat ini.
Dia sudah mengenal Kleine dengan baik, tapi Kleine jelas mengenal dia jauh lebih baik darinya. Apa yang Kleine katakan benar, sesuatu yang dimulai dari kebohongan memang tidak akan berakhir baik.
Tapi, dia tidak berani mengatakan uang sejujurnya pada Zoey tentang keluarganya. Dia takut Zoey mungkin marah, dan dia takut keluarga Zoey akan menjilatnya ke depannya. Dan yang paling dia takuti Zoey akan merasa rendah diri. Apalagi ada satu orang yang tingkat keluarganya setara dengannya sedang mengejarnya saat ini.
Lea sangat bingung, apalagi jika besok tidak menemui ibunya, maka ibunya yang akan menemuinya kesini. Dia harus bagaimana, dia tidak mengerti cara menjelaskan dan dia sangat menikmati hidup sederhana ini.
__ADS_1
Dia tidak ingin kembali ke kehidupan kaya yang sibuk. Dia hanya ingin semuanya tetap berjalan seperti sekarang.
Apa dia harus jujur dan mengatakan semuanya?
Termasuk bahwa bukan keluarga Zoey saja yang menekan usaha mereka selama ini. Tapi, sebenarnya itu adalah campur tangan dari dirinya sendiri yang selalu menyebarkan berita ke keluarga Zoey?
Lion sampai di tempat parkir bawah tanah gedung apartemen. Dia melihat Kleine yang masih tidur dengan pulas. Dia tidak berniat membangun kan gadis itu, tapi dia juga tidak bisa berjalan ke atas dengan dua kantong besar dan seorang gadis di punggungnya kan?
Meskipun dia bisa, dia takut semua orang akan mengira di penculik gadis dan orang mesum yang akan menganiayanya.
Wajah tidur Kleine sangat lembut, ini lebih baik dari pada wajah datar dan dinginnya saat sadar. Lion benar-benar tidak ingin membangunkan gadis ini, tapi dia sendiri tadi tahu harus bagaimana lagi.
Saat Lion masih ragu harus membangunkan atau menggendong gadis itu. Kleine membuka matanya karena merasa ada udara kacau di sekelilingnya. "Ada apa?" Tanyanya dengan suara yang sedikit serak karena baru saja bangun tidur.
Lion sedikit kaget namun dia bisa menahan wajahnya tetap datar. Sedikit tersenyum, "ini sudah sampai!" Katanya dan menyingkir dari pintu mobil.
Kleine melihat ke luar dan hanya mendapati banyak mobil berjejer di bawah cahaya muram.
"Oh, kemana telepon ku?" Tanyanya dan langsung mengulurkan tangan seakan meminta telepon itu.
Lion mengeluarkan handphonenya milik Kleine dari sakunya dan meletakkan telepon itu di tangan Kleine yang terulur.
Kleine mengambilnya dan memeriksa waktu, itu hampir pukul sebelas dalam lima menit lagi, seharusnya terhitung nyaris satu jam dari sana kesini. Kleine hanya berpikir sejenak dan keluar dari mobil dengan peregangan sederhana.
"Sangat pegal tidur di dalam mobil, tapi itu sangat nyaman!" Gumam Kleine pelan dan mulai mengambil langkah ke depan. "Ayo naik!" Agaknya pada Lion yang masih membeku. Lion menanggapi dengan anggukan dan membawa dua kantung besar itu mengiringi langkah Kleine.
###
Assalamualaikum semua:)
Senang banget bisa up di siang hari ini, semoga nanti malam gak males dan bisa up lagi, Doain ya🤲
__ADS_1
See you semuanya