Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Twenty Seven


__ADS_3

Wanita itu melihat Lion yang duduk dengan anggun di kursi rotan dan menghadap jendela kaca yang menampilkan pemandangan jalanan yang tidak begitu ramai. Dia berhenti sejenak dan membuka dua kancing bajunya untuk menggoda Lion nanti.


Lalu, dia mengambil kembali nampan minuman yang tadi dia letakkan dan berjalan dengan sensual kearah Lion.


Lion mendengar suara kaki mendekat, dia langsung menoleh hanya untuk mendapati seorang gadis membawa anggur berjalan menuju kearahnya. Lion langsung merasa tidak senang hanya dengan sekali lirikan. Dia diam dan mengamati gadis itu lekat, sehingga membuat sang gadis menjadi senang didalam hatinya.


"Tuan, ini adalah anggur yang baik dari restoran kami untuk menjadi teman anda menunggu pesanan," ujar gadis itu selembut dan sehalus mungkin.


Entah karena Lion memang memiliki alergi pada wanita atau apa, dia jadi merasa jijik mendengar suara merdu yang enak didengar itu. Tapi, Lion menahan dirinya dan mengangguk saja dengan pelan.


Gadis itu mengira Lion tergoda dengan kecantikannya sehingga Lion hanya diam saja dari tadi dan terus mengamatinya. Jadi, setelah meletakkan nampan, dia berjalan kearah Lion. Dengan tangannya yang genit, dia membuka sedikit lebih lancar kerah bajunya yang tadi sudah dia buka kancingnya. Dia berjalan semakin dekat dengan Lion.


Sedangkan urat di dahi Lion mulai menghijau dan tampak semakin jelas. Tangannya terkepal erat dan mengutuk Zoey karena telah mengirim wanita penghibur ini untuknya. Jadi, saat wanita itu dua langkah lebih dekat dengannya. Dia langsung mendorong kecantikan manis itu, dan membuat gadis itu berteriak kesakitan karena menabrak meja.


Anggur dan gelas di atas meja ikut jatuh karena mejanya sudah terjatuh.


Gadis itu mengeluh kesakitan dan berharap mendapat bantuan dari Lion. Tapi, Lion hanya berdiri menatapnya dengan jijik. Saat yang bersamaan Zoey mendengar keributan saat dia datang. Dan mendengar seorang wanita berteriak kesakitan. Dia sedikit panik dan berjalan lebih cepat, dia berpikir Lion akan menganggu istrinya.


Namun, apa yang dia lihat bukanlah apa yang dia harapkan. Seorang gadis dengan dua kancing baju terbuka dan sedikit memperlihatkan asetnya terduduk berantakan diantara pecahan anggur dan meja. Zoey menghela nafas lega saat tahu itu bukanlah istrinya.


Lalu dia menatap Lion yang juga menyapanya dengan ganas. Mata mereka bertabrakan dan membuat Zoey gemetar untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Dia menelan ludahnya dengan payah. Saat semua udara di ruangan itu seakan habis. Suara langkah kaki dan pertanyaan yang lembut datang dari belakang Zoey.


"Ada apa?" Tanya Lea dengan panik, dia berlari mendekati suaminya yang membeku.


Lalu dia melihat didepan suaminya yang sangat kacau. Mulutnya membentuk huruf o besar tanda bahwa dia terkejut.


"Ini, apa yang terjadi?" Tanya Lea dengan bingung. Dia menatap pelayan itu yang sangat berantakan dan seorang pria yang berdiri dengan ganas disisi lain.

__ADS_1


Lea menatap suaminya penuh tanda tanya.


"Kenapa kau mengirim gadis itu kesini?" Tanya Zoey menatap istrinya dengan wajah yang agak tidak senang.


Lea yang mendengar itu menolah pada wanita itu dan melihat ke arah Lion sekali lagi, sepertinya dia sedikit mengerti apa yang terjadi. Sedangkan gadis tadi merasa sakit, malu dan takut karena ulahnya sendiri. Dia tidak tahu bahwa tanggapan pria itu akan sangat ganas dan tanpa ampun.


Dan terlebih lagi setelah dia mendengar nada tidak senang dari bosnya. Tuhan tahu betapa bosnya sangat lembut pada istrinya dan sekarang dengan nada itu, pria didepannya memang tidak seharusnya disinggung.


"Oh, itu tadi aku merasa bajuku sangat apek. Jadi, aku memutuskan untuk menggantinya dulu, aku tidak tahu semua ini akan terjadi, maaf!" Ujarnya dengan sopan dan membungkuk kearah Lion.


Zoey merasa bersalah setelah berbicara dengan Lea menggunakan nada itu. Dai juga tahu sifat Lea dan ini memang salahnya karena telah menyuruh Lea untuk datang lebih be dulu dan menemani Lion.


"Tidak perlu membungkuk, berdirilah ini bukan salahmu!" Tangan Zoey yang memegang nampan terulur satu untuk mencegah Lea agar tidak terus membungkuk.


"Tapi ini memang salahku!" Bantah Lea tidak mau berdiri dan terus membungkuk dengan hormat untuk mendapat maaf dari Lion.


Zoey dan Lea mendekati Lion setelah manager membereskan kekacauan itu.


"Maaf untuk kekacauan itu, ini kesalahanku dalam menyambutmu. Biarkan aku menjamu dengan gratis hari ini," ujarnya sekedar basa-basi karena dia tahu harga di restorannya hanya seujung kuku bagi Lion.


"Disini sedikit berantakan, apa kau ingin pindah ketempat lain saja untuk mengobrol?" Tanya Zoey setelah mendapat anggukan ringan dari Lion.


"Tidak perlu, aku kesini hanya untuk makan siang saja!" Jawab Lion dan mulai melirik makanan di atas meja.


Lea hanya diam saja dari saat mereka duduk, dia hanya mengamati percakapan suaminya dengan Lion dalam keadaan tenang.


"Oh, kupikir ada gerangan apa kau mau datang ke restoran kecilku ini. Ternyata hanya untuk makan siang? Apa kau benar-benar sebebas itu sekarang?" Ujar Zoey untuk mengalihkan kekacauan tadi yang masih mencekam di udara.

__ADS_1


Lion tidak menanggapi, dia mulai makan dengan tenang. Zoey dan Lea tahu bahwa Lion tidak ingin mereka menganggu makannya. Jadi, Zoey ingin berpamitan untuk pergi ke dapur lagi.


"Kalau begitu nikmati saja makanmu, kami akan ke dapur lagi dulu karena ada banyak pelanggan yang harus kami buatkan makanan!" Pamit Zoey dan menarik tangan istrinya pergi. Dia tahu bahwa Lion tetap diam dan tidak akan menggapai kata-katanya, jadi untuk apa dia terus menunggu lagi?


Tapi, baru dua langkah dia berbalik. Suara berat dan dingin datang menusuk gendang telinganya dan membuat dia berbalik dengan terkejut.


"Bagaimana Kalian jatuh cinta?" Tanya Lion dan menatap kedua orang didepannya. Karena Zoey telah jatuh cinta dengan Lea pada pandangan pertama.


Zoey menatap Lion dengan pandangan tidak percaya. Bahkan Lea menatap Lion dengan mata membesar. Bukankah ini pria yang alergi dengan wanita? Pikir Lea dalam hatinya bimbang. Apalagi setelah dia melihat apa yang terjadi beberapa menit yang lalu.


"Apa kau sedang jauh cinta? Jadi kau bertanya padaku untuk memastikan bahwa itu benar-benar rasa cinta?" Tanya Zoey antusias.


Lion hanya menatap Zoey dengan datar. Baginya pertanyaan itu tidak layak di jawab. Jadi dia mengabaikan pertanyaan Zoey. Dia menunduk untuk meneruskan makannya karena dia merasa sedikit menyesal telah bertanya pada orang yang salah.


Tidak mendapat jawaban atau bahkan tanggapan dari Lion. Zoey melepaskan tangan istrinya dan berjalan mendekati Lion. Dia menggoyangkan tangan Lion dengan memaksa. "Katakan padaku seperti pa calon kakak ipar itu, apa dia cantik? Apa dia sama galaknya seperti mu?" Tanya Zoey yang berjongkok disamping kursi Lion.


Dia terus menggoyangkan tangan Lion agar mendapat jawaban, tapi nihil. Bukannya jawaban yang dia dapat. Dia justru mendapat tatapan ganas dari Lion.


"Apakah aku galak?" Tanya Lion pada Zoey yang duduk di lantai.


Zoey terdiam dan mundur dua langkah. "Eh, itu...itu... Kau lanjutkan makannya aku akan ke dapur dulu, ayo istriku!" Ujarnya cepat dan manarik istrinya melarikan diri.


###


Selamat hari Kartini semuanya.


Di kesempatan ini, aku pengen ngucapin terimakasih buat yang sudah mau mampir di cerita ini. Maaf juga karena update selalu lama dan cuma satu bab perhari.

__ADS_1


Itu saja untuk kali ini, sekian dan terimakasih 🤗


__ADS_2