Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Twenty Nine


__ADS_3

Setelah Geon dan beberapa rombongannya pergi, Keys bertanya apa yang menjadi masalah direktur Anton sehingga memanggilnya mendadak dan membuat dia tidak bisa melihat Kleine lagi.


"Ada apa direktur Anton memanggil saya kesini?" Tanyanya dengan sedikit tidak puas karena direktur Anton belum juga mau memberitahu dia sejak tadi.


Saat dia berpamitan pada Jefri dan Bles tadi setelah mendapat telepon dari direktur Anton yang memintanya datang. Dia segera pergi untuk menyelesaikan permintaan direktur Anton secepat mungkin. Dia pikir tidak akan memakan banyak waktu untuk bertemu dengan direktur Anton. Tapi, siapa yang tahu bahwa setelah dia sampai direktur Anton sedang berbicara ditelepon dengan seseorang yang tidak Keys tahu.


Setalah menunggu cukup lama, dia akhirnya bisa bertanya mengapa direktur Anton memanggil dia. Tapi, tiba-tiba ada beberapa orang datang dan membuat dia harus menunggu lagi. Dia semakin jengkel setelah mendapat pesan dari Bles bahwa mereka sudah pergi dan akan berkunjung lagi dilain waktu.


Tuhan tahu betapa malasnya Kleine mendatangi tempat yang sama dua kali. Dia sangat kesal karena tidak bisa mengobrol lebih panjang dengan Kleine saat ada kesempatan yang begitu bagus.


Tapi, setelah dia mendengar obrolan antara direktur Anton dan juga orang asing itu. Keys bisa menebak kenapa direktur Anton memanggilnya sekarang ini.


Dia juga sedikit lebih menebak siapa yang sedang mereka cari. Sayangnya dia tidak akan memberitahu siapa yang sedang mereka cari itu, lagipula dia tidak yakin seratus persen bahwa Kleine yang mereka cari. Karena Keys sangat kenal tabiat Kleine yang tidak akan menyelamatkan seseorang tanpa ada imbalannya.


Sangat langka jika Kleine benar-benar melakukan hal itu!


Direktur Anton menoleh hanya untuk mendapati Keys yang menatapnya dengan jengkel. Dia yang baru saja mengantar kepergian Geon dan pengawalnya langsung kaget.


"Sejak kapan kau berada disini?" Tanyanya dengan terkejut.


Keys memutar matanya dengan malas, "Aku sudah disini satu jam empat puluh lima menit kurang dua detik yang lalu!" Jawabnya kesal.


Direktur Anton menutup pintu dengan pelan dan berjalan melalui Keys, dia duduk di sofa dengan tenang dan mulai menyeruput kopinya.


"Duduklah dulu!" Ujarnya dengan santai saat melihat Keys yang masih berdiri diam ditempatnya yang tadi.


Keys menghela nafas pasrah dan maju dengan langkah berat menuju sofa tempat dia tadi duduk.


Direktur Anton tetap menyeruput kopinya dengan lambat dan sangat menikmati kopi itu. Dia tidak berniat untuk menjelaskan pada Keys sedikitpun.

__ADS_1


"Ck... Direktur Anton tahu betapa berharganya waktu saya yang sudah terbuang dari tadi sampai sekarang. Saya bahkan melewatkan makan siang hanya untuk menunggu apa yang anda inginkan sehingga memanggil saya kesini. Jika ada sesuatu yang ingin anda perintahkan atau diskusikan dengan saya, tolong katakan dengan cepat. Jika tidak ada saya akan kembali dan menemui pasien saya."


Keys sudah berdiri setelah direktur Anton masih mengabaikan dia yang sudah menunggu cukup lama dan sabar.


Direktur Anton meletakkan kopinya dan mengangkat kepalanya untuk melihat Keys yang sudah emosi.


"Kau sudah mendengar diskusi kami bukan? Jadi singkat saja, aku ingin kamu meminta bantuan dari tuan besar untuk menemukan gadis itu. Bagaimana dengan itu?" Ujarnya dengan senyum licik.


Keys memutar matanya beberapa kali dengan kesal. "Kau memanggilku hanya untuk ini dan bahkan berhasil membuat semua waktuku terbuang sia-sia?" Tanya Keys dengan marah. Kali ini dia sangat marah, dia pikir itu adalah sesuatu yang sangat penting sehingga harus menyuruhnya datang dengan mendadak.


Direktur Anton mengangguk dengan pelan tidak merasa terganggu sama sekali dengan tatapan kebencian Keys.


"Aku melewatkan kesempatan untuk bisa berbicara dengan cucu tuan besar hanya karena kau memanggilku kesini! Menurutmu aku akan mau membantumu?" Tanya Keys dengan wajah marah dan langsung keluar ruangan direktur, dia menutup pintu dengan suara benturan yang kencang.


"Hei, apa yang kau katakan?" Tanya direktur Anton saat Keys sudah pergi dengan wajah hitam itu. Dia terlambat merespon sebelumnya dan sedikit menyesal karena membuat bocah itu marah dengan dia. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pasrah dan duduk lagi untuk menyeruput kopi dengan santai.


"Hei aku sudah cukup tua dan anak itu sama sekali tidak mau menganggap aku sebagai ayahnya!" Ujarnya lembut dengan mata yang kesepian.


###


Keys berjalan ke bangsal VIP di lantai tiga. Dia melihat wajah pasien yang dia rawat tampak jauh lebih hidup sekarang ini.


"Kau tampak lebih ceria hari ini Monalisa?" Tanya Keys dengan senyum lembut yang jauh berbeda dari wajah hitamnya tadi.


"Ya, hari ini ada satu orang yang mengingatkan aku akan sesuatu, dan aku juga mulai sedikit mengerti arti hidup karenanya," ucapnya dengan senyum yang sudah lama tidak Keys lihat.


"Oh, sangat beruntung untuk bisa memiliki orang lewat yang menjadi pelita di tengah malam," jawab Keys dengan senyum manis. Dia mendorong kursi roda Monalisa untuk mendekat ke bangsal.


Monalisa tidak lagi membuka topik setelah itu, dia hanya menunggu dengan tenang atas semua yang Keys lakukan.

__ADS_1


"Biarkan aku memeriksa kesehatanmu dulu?" Tanyanya yang lebih kesebuah penjelasan. "Kau angkat dia ke bangsal!" Ujarnya kemudian memerintahkan pada perawat yang tersu mengikuti mereka.


Perawat itu hanya mengangguk dan berjalan maju untuk membantu Monalisa menaiki bangsa.


Monalisa menatap Keys dengan senyum lembut. Pria didepannya ini masih sama perhatiannya seperti dulu. Keys menatap senyum lembut Monalisa dan menjadi sedikit salah tingkah.


Entah siapa yang telah memberikan Monalisa pencerahan itu. Tapi, jika dia bisa bertemu sekali saja dengan orang itu, dia akan berterimakasih sebanyak mungkin.


###


Kleine yang sedang dicari-cari oleh banyak orang tidak tahu akan hal itu dan jikapun dia tahu, apa pedulinya?


Saat ini dia begitu menikmati waktu bermainnya dengan Cuttie setalah memberi singa itu makan. Kleine bahkan mengajak Cuttie yang sedang tidak mood sebelumnya ke taman depan untuk bermain kejar-kejaran.


Jika orang biasa yang melihat permainan mereka itu, mereka hanya mengira seorang singa sedang mengincar seorang gadis kecil. Dan mungkin akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa membantu Kleine lepas dari kejaran sang singa.


Tapi, para pelayan dan tukang kebun yang sudah biasa melihat hal itu hanya bisa mendukung dengan penuh semangat. Bahkan ada yang bersorak untuk mendukung Cuttie agar bisa dengan cepat mengejar Kleine. Jefri yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala dengan berat.


Adegan ini sangat berbahaya dan tidak untuk dicontoh! Katanya menyakinkan diri didalam hatinya.


Bles lebih unik lagi dari yang lainnya. Dia dengan satu mangkuk besar popcorn ditangannya yang entah darimana dia mendapatkan itu sedang asik menonton permainan didepannya seperti sedang menonton film di bioskop.


Merasakan tatapan Jefri, Bles mendongak dan menatap Jefri dengan pandangan bodoh.


"Apa yang kau lakukan berdiri disana? Ayo kemari dan duduk dengan tenang! Cepatlah duduk dan tonton acaranya dengan baik," tarik Bles pada tangan Jefri yang masih tidak mau duduk disampingnya.


Setelah berhasil membuat Jefri duduk, Bles meletakkan mangkuk popcorn tadi ke tangan Jefri dan mengambil segenggam popcorn dari tangan Jefri untuk dia masukkan ke mulutnya.


Jefri yang melihat hal itu hanya bisa melongo dengan tidak percaya.

__ADS_1


Dia benar-benar masuk ke kandang yang salah!


__ADS_2