
Seperti yang Lion katakan, tiga puluh menit setelah telepon itu di tutup. Ada seorang pria dengan jas rapi mengantarkan bahan makanan di rumah Kleine. Kleine membuka pintu dengan malas dan mengambil pesanan itu.
Saat Kleine akan masuk, dia di hentikan oleh sang kurir.
"Eh, nona!" Ujarnya saat pintu hendak tertutup.
"Apa?" Tanya Kleine singkat dan memandang kurir itu dengan tidak senang.
Pria itu tampak menahan senyum, dia berkata. "Anda belum membayar!" Ujarnya yang membuat Kleine memutar mata dengan malas.
"Lalu apa hubungannya denganku? Ini jelas bukan aku yang memesan!" Balas Kleine acuh.
"Tapi itu COD!" Balas kurir itu dengan senyum licik.
"Kau telepon saja orang yang memesan, itu saja begitu sulit!"
"Tapi, dia bilang biarkan nona yang membayar. Katanya uangnya semua telah di berikan kepada istrinya!" Kurir itu mencoba yang terbaik untuk menahan tawanya yang akan meledak.
"Siapa istrinya?" Tanya Kleine dengan marah.
"Tentu saja anda, anda nona Kleine bukan?" Tanya kurir itu lagi dan mencoba menyakinkan dirinya.
"Aku bukan istrinya!" Kleine mendorong kembali tas belanjaan ke kurir pria itu, "ambil kembali benda ini dan minta uang padanya!" Kleine hendak menutup pintu, tapi tangan orang itu masuk untuk mencegah aksinya.
"Jika anda tidak membayar, dia bilang dia akan membatalkan kesepakatan selama satu bulan ini!" Ancam kurir itu yang membuat Kleine berpikir dua kali.
Dia membuka pintu dengan ganas dan merebut tas itu lagi. "Heh... Bayar ya bayar! Katakan berapa?" Tanya Kleine dengan kesal.
"Itu satu juta sembilan ratus sembilan puluh empat ribu rupiah!" Balas kurir itu dengan senyum sumringah.
"Hah... Mana ada sayur yang sangat mahal!" Ujar Kleine tidak percaya.
"Itu karena kualitas dari toko kami adalah yang terbaik!"
"Huh... Pria ini ingin membuatku bangkrut! Dimana Barcode nya?" Tanya Kleine setelah mengetik sejumlah angka di teleponnya.
__ADS_1
"Disini!" Balas kurir itu dengan cepat.
Setelah membayar dengan jujur, kurir itu juga pergi dengan penuh senyuman. Kleine menutup pintu dengan kencang yang membuat kurir itu tersentak kaget.
Kleine meletakkan barang belanjaan yang berat itu di meja dapur dengan sembarangan.
"Makan di restoran saja aku tidak menghabiskan uang sampai dua juta!" Ujar Kleine dengan malas dan berjalan ke ruang kerja dengan segelas air putih.
Dia melihat perkembangan internet sejenak dan mengirim semua bukti pada Delora juga pengacara yang sudah dia bayar.
Lalu, dia menghapus jejak dan menyembunyikan komputer itu ke dalam kardus. Dia kemudian keluar dengan santai dan mengunci ruang kerja dengan erat.
Kleine melirik tas sayuran itu beberapa kali. Meskipun dua juga sebenarnya tidak mahal untuknya. Dia hanya kesal karena pria brengsek itu menyebutnya istri dan mengatakan bahwa semua uangnya telah dia berikan padanya. Padahal dia tidak mengirim uang sama sekali!
Dia berdiri dari sofa dengan kesal. Huh, ayo kita lihat apa saja yang akan di masak oleh orang itu nanti.
Kleine mengeluarkan barang itu satu persatu. Ada berbagai jenis bumbu dapur, lalu tentu saja beberapa sayuran. Ada juga ikan dan daging, tidak lupa telur dan juga udang.
Kleine menghitung jumlahnya yang harganya seharusnya lebih dari dua juta. Dia menghitung dengan otaknya yang mulus dan memperkirakan bahwa total belanjaan ini lebih dari empat juta. Tapi, kenapa dia hanya membayar dua juta.
Semakin Kleine berpikir, dia semakin merasa ada yang aneh. Dia memutar telepon miliknya dan menelepon Lion dengan sekali jalan.
Lion berdiri dan mengangkat telepon.
"Ya?" Tanyanya dengan suara rendah.
"Apa kau membayar belanjaan ini hanya setengah saja?"
Suara di ujung sana sangat kesal, Lion tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tetap menjawab. "Tidak, aku membayar secara utuh."
"Heii... Ternyata benar bahwa aku telah di tipu!"
Mendekati suara Kleine yang sangat besar dan penuh emosi, Lion mengerutkan kening dengan bingung. "Memangnya ada apa?" Tanya Lion pada Kleine yang penuh emosi.
"Kurirnya memintaku untuk membayar belanjaan seharga dua juta!" Teriak Kleine tidak terima.
__ADS_1
"Oh... Jadi kau membayar?" Tanya Lion dengan heran, gadis ini tampaknya licik dan tidak akan mudah tertipu. Kenapa sekarang dia bisa membayar dengan mudah?
"Tentu saja aku membayar! Orang yang brengsek sepertimu memang bisa melakukan hal itu bukan?" Ujar Kleine tanpa sadar mengucapkan kalimat terakhir.
Setelah sadar, dia menutup mulutnya sendiri dengan terkejut. Hei... Bagaimana dia bisa mengatakan hal yang begitu ganas?
Kleine ingin memperbaiki ucapannya dan meminta maaf karena dia merasa salah. Tapi, setelah dia pikir lagi untuk apa dia menjelaskan? Mereka hanya memiliki kesempatan satu bulan saja. Dia tidak peduli untuk hal lainnya nanti.
Lion mendengar satu kata brengsek itu dengan jelas dia tidak tahu kenapa dia bisa mendapat julukan seperti itu. Tapi dia rasa itu cukup bagus, jadi Lion tidak tersinggung sama sekali dan malah tersenyum kecil.
"Aku memesannya dari temanku yang punya kebun sayur, perternakan dan perikanan. Mungkin dia melakukan itu dengan sengaja untuk menjahili ku. Aku akan mengganti uangmu segera!" Jelas Lion dengan suara halus.
"Hah... Pantas saja mengapa kurirnya bisa berpakaian begitu rapi! Itu pasti temanmu yang menjadi kurirnya." Ujar Kleine akhirnya tercerahkan, "tidak perlu kau ganti, lagipula uang sekecil itu hanya debu di mataku! Aku hanya kesal karena orang lain yang memesan dan aku yang harus membayar!" Ujarnya kemudian langsung menolak ide baik dari Lion.
Ketika Lion mendengar bahwa uang itu hanyalah debu bagi Kleine. Dia berpikir bahwa Kleine pastilah anak gadis manja dari keluarga aristokrat. Tapi, bukannya merasa jijik dan tidak suka. Lion yang dulu paling membenci orang yang bergantung pada yang orang tua. Entah mengapa sudah tidak mengangkat tinggi lagi prinsip bencinya itu.
"Baiklah... Kalau begitu aku akan tutup telepon dulu!" Ujar Lion dengan pelan karena sekarang Geon sudah berdiri di belakangnya.
"Ah... Sampai jumpa lagi kalau begitu!" Ujar Kleine cepat lalu menutup telepon dengan tergesa-gesa.
Lion menoleh dan melihat wajah Geon yang sangat kusut.
"Kliennya berpikir kita tidak konsisten dan berencana untuk membatalkan kerja sama..." Lapor Geon karena klien itu telah pergi dengan marah karena ulah kecil Lion.
"Membuang waktu!" Ujar Lion dengan kesal pada klien itu yang menurutnya menganggu.
"Tapi ini adalah klien besar dengan proyek puluhan miliar..."
"Siapa yang peduli! Masukkan ke blacklist!" Ujar Lion dengan malas.
Geon ingin mengatakan lebih, tapi Lion sudah pergi dengan langkah besarnya.
Kleine mengingat wajah pria licik itu dan tersenyum. Mencoba menipunya? Lihat dulu apakah dia setuju atau tidak.
Kleine mengambil laptop yang memang tidak dia masukkan ke kardus dan mulai menelusuri uangnya yang terkirim. Dia menggunakan berbagai kode untuk membobol akun milik kurir itu.
__ADS_1
Setelah sepuluh menit berlalu. Ponsel Kleine menerima pemberitahuan bahwa uangnya telah di kembalikan. Kleine tersenyum saat jumlah yang sama kembali ke akun miliknya.
###