
Mendengar teriakan mereka. Aigiee hanya menanggapi dengan senyum manis. "Tentu saja aku adalah nyonya rumah ini!" Jawabnya dengan kemenangan besar.
"Kau hanya wanita yang baru menikah di sini, statusmu lebih rendah dari kami!" Ujar yang tertua dengan jari yang menunjuk Aigiee penuh kebencian.
"Ya, kau lebih buruk dari kami!" Sambung dua bocah lainnya untuk menguatkan fakta dari kakak mereka.
Aigiee tidak kalah, "Bahkan status pelakor saja lebih kuat di banding dengan istri. Apalagi aku yang sudah menjabat menjadi istri kedua, kalian cepat atau lambat akan di lupakan."
Dia berhenti sejenak dan memandang tiga anak nakal itu dengan tawa mengejek. "Dan juga aku adalah istri kedua, tapi sekarang aku adalah istri tunggal. Kuasaku benar-benar lebih berpengaruh daripada kalian semua!" Ujar Aigiee provokatif membuat bocah itu tidak tahu lagi harus menjawab apa.
"Kau..." Geram ketiganya dan memandang Aigiee dengan tekad besar untuk menghabisi wanita di depan mereka ini.
Aigiee tak menghiraukan mereka lagi, dia menoleh ke tukang kebun.
"Kau ambilkan aku ember cat yang ada di gudang. Jika dalam waktu lima menit kau belum ada disini, nasibmu akan sama seperti mereka!" Ujarnya yang membuat tukang kebun itu langsung berlari dengan cepat setelah mengangguk bahkan sebelum Aigiee menyelesaikan ucapannya.
Namun, Aigiee tidak marah. Dia senang dengan pelayan yang sangat patuh dan penurut.
Setelah lima menit, tukang kebun itu sampai di depan Aigiee dengan satu ember cat minyak yang telah dia minta. "Sangat cepat!" Puji Aigiee dengan senyum puas. "Akan lebih bagus jika dia dilatih menjadi atlet lari," pikirnya di dalam hati.
Lalu Aigiee memerintah dia untuk membuka ember cat itu. Kali ini bukan warna merah darah, tapi hitam. Aigiee tidak mempermasalahkan hal itu. Setelah tutup dibuka dan tukang kebun kembali ke barisannya. Aigiee langsung menendang ember itu sehingga seluruh isinya tumpah.
Gerakan Aigiee sangat cepat dan tidak terduga. Sehingga semua orang terkejut dan merasa tidak enak.
"Upps... Tumpah!" Ujar Aigiee anoa malu-malu dan menutupi mulutnya dengan lembut.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya ketiga anak itu kesal dengan tingkah geli yang diterapkan oleh Aigiee saat ini.
"Apa kau ingin tahu?" Tanya Aigiee dengan tenang, "Kemarilah!" Ujarnya dengan lambaian tangan.
Tapi, apakah anak itu akan mendekat? Tentu saja tidak!
Melihat mereka yang sangat teguh berdiri di tempat itu. Aigiee menatap kepala pelayan. "Apa yang kau tunggu, tarik ketiganya mendekati aku!" Perintahnya dengan suara bulat dan tidak boleh dibantah.
Kepala pelayan itu ingin mengatakan sesuatu, tapi dia juga tidak tahu harus mengatakan apa. Dia tidak mungkin menarik tuan muda mendekati Aigiee. Tapi dia juga tidak bisa menolak titah dari wanita itu. Sekarang dia cukup tahu apa yang di rasakan oleh dua wanita yang kini tengah bersembunyi di belakangnya.
Ini memang pilihan yang sangat rumit!
__ADS_1
Tapi, di saat yang rumit seperti ini dia tiba-tiba ingat apa yang telah dikatakan oleh tuan mereka. "Apapun yang dikatakan dan diperintahkan oleh nyonya itu harus di ikuti. Selama itu dalam batas yang wajar dan tidak membahayakan!"
Kepala pelayan itu melirik pada para pengawal berseragam hitam yang berdiri di sisinya.
Mendapat kode, mereka hanya mengangguk tanpa ragu. Jika bahkan kepala pelayan tidak ragu lagi, mengapa mereka harus ragu.
Ketiga anak itu tidak menyangka bahwa kepala pelayan akan memilih menuruti wanita gila itu daripada membela mereka. Awalnya mereka masih tersenyum menang karena mereka pikir leih berkuasa dari wanita itu.
Siapa yang tahu bagaimana sekarang?
Saat mereka sadar, kedua tangan mereka sudah di pegang dengan erat. "Apa yang kalian lakukan? Lepaskan!"
"Ya, kami adalah tuan kalian! Lepaskan, ayahku yang telah memberi kalian hidup. Lepaskan!"
"Kalian gila! Kami jelas lebih di sayang oleh ayah dan lebih berharga dari wanita itu!"
Ketiganya memprotes dan bergerak kacau untuk lepas dari genggaman para penjaga. Tapi, tubuh kecil mereka menghadapi tubuh besar bodyguard? Apakah masih sebanding? Tidak perlu di pertanyakan lagi!
Ketiganya di seret ke depan Aigiee dan berdiri di atas cat hitam.
Dia menatap ketiga anak yang begitu membencinya sampai ke ubun-ubun kepala mereka.
"Diamlah dan patuh!" Ujar Aigiee pada anak yang berdiri di tengah.
"Wanita gila! Lepaskan aku, akan aku bunuh kau!" Teriaknya tidak terima dengan tepukan dibahunya.
"Jika ayah tahu, dia pasti akan mengusirmu dari sini dan menceraikan mu!" Teriak anak ketiga dengan kesal.
"Saat itu terjadi aku yang pertama menemukanmu dan membunuhmu dengan keji!" Ujar anak kedua ganas.
"Aku tidak peduli pada perceraian. Aku hanya suka harta dan tanah milik ayahmu, dia sudah memberikan hal itu padaku. Bercerai atau tidak tergantung pada kemauanku sendiri."
Aigiee berdiri karena mereda pinggangnya tidak terlalu baim karena membungkuk terlalu lama.
Dia melirik ketiga anak kecil yang masih sangat pendek.
"Di umur tujuh tahu bahkan tingginya baru segini, tidak layak!" Ujarnya mengejek dan menggeleng dengan santai.
__ADS_1
"Apa kau bilang?" Teriak ketiganya tidak terima.
"Tidak!" Jawab Aigiee singkat, mereka pinggangnya sudah lebih baik. Dia membungkuk lagi, "dengar nak, bahkan jika kau melapor dan mengada-ngada tentang semua yang terjadi hari ini. Ayahmu tetap akan memihakku! Kau bisa mencobanya nanti."
Ketiganya tentu saja tidak percaya dan akan menelpon untuk mengadu pada ayah mereka setelah dilepaskan oleh para menjaga.
Mereka akan melaporkan semua orang ini pada ayahnya.
"Tidak mungkin! Ayah sangat menyayangi kami!"
"Ya! Ayah lebih peduli pada kami!"
"Ayah akan percaya kami dan mengusirmu!"
Aigiee tersenyum santai, "kalian bisa mencobanya nanti! Tapi sebelum itu..." Aigiee mengambil cat di lantai dengan tiga jarinya.
"Kalian harus mendapat hukuman terlebih dahulu kan?" Ujarnya dengan sarkas dan mencoret wajah anak ketiga.
Melihat dia begitu pemberontak dan membuatnya kesal. "Pegang dengan erat!" Ujar Aigiee pada bodyguard itu.
Kepala pelayan menjadi ragu dan tidak enak. Dia ingin menghentikannya, bagaimana pun anak ini berbuat nakal. Tapi, seperti yang dikatakan oleh orang lain. Tidak mungkin menjadi kejam pada orang yang kita lihat sendiri pertumbuhan nya.
Sayangnya dia saat ini hanya bisa mengepalkan tangannya dan diam saja.
Bodyguard itu takut dengan tatapan mengerikan dari Aigiee. Jadi ketiganya secara kompak memegang anak itu lebih erat lagi. Aigiee semakin puas dengan itu. Kali ini bukan hanya tiga jari. Dia mengambil Lina jari sekali jalan.
"Kau yang pendiam ini terlihat sangat patuh. Aku suka!" Ujar Aigiee lalu tanpa menunggu tanggapan mereka, dua tangannya yang hitam langsung menempel pada wajah anak ketiga.
"Kau gila!" Teriaknya tidak puas. Tapi, dia tidak bisa bergerak saat ini. Jika bisa dia sangat ingin membunuh wanita ini memukulnya dan melampiaskan seluruh emosinya.
"Aku memang gila, itu sebabnya aku di lempar ke hutan Amazon!" Bisik Aigiee pelan yang hanya bisa di dengar oleh ketiga anak itu.
Ketiganya bergidik dengan ngeri saat mendengar bisikan yang penuh energi itu. Tapi, tidak ada yang akan percaya pada ucapan Aigiee.
###
😋
__ADS_1