Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Forty Six


__ADS_3

Karena Lion tertidur, dia pasti tidak punya niat untuk pergi ke kantor. Dan sebagai asisten sekaligus sekertaris, Geon hanya bisa menunda rapat dan pertemuan dengan klien.


Saat melewati gerbang rumah sebelah, Geon tidak melihat ada tanda-tanda kehidupan di sana.


Tapi, Geon tidak begitu bingung. Identitas seorang nona Greens sangat dirahasiakan. Jika dia tidak berpindah tempat saat rumahnya di ketahui seseorang akan menjadi sangat aneh nantinya.


Memutar kemudi dengan santai, Geon berharap bisa bertemu dengan Delora lagi hari ini.


Delora berjalan masuk ke perusahaan dengan wajah kusam. Karyawan yang menyapanya tidak bisa menahan keringat dingin yang ingin berjatuhan.


Kemarin wajah yang sama sudah muncul, sekarang wajah itu tampak lebih buruk?


Semua orang penasaran hal apa yang membuat bos mereka marah kali ini. Kemarin Agen Jane telah di turunkan menjadi asisten artis lagi dan para artis di bawahnya telah di pindahkan ke agen yang lain.


Lebih tepatnya para artis itu akan dipilih oleh beberapa agen yang mau menampungnya.


Draka sendiri mendapatkan hal yang paling buruk bagi para artis. Selain film yang telah dia tanda tangani, dia tidak di perbolehkan lagi untuk menerima produksi apapun selama satu tahun ke depan. Jika Delora sudah berkata begitu, bahkan orang dalam Draka memilih mundur daripada mendukung Draka yang akan mengancam posisinya.


Karena Rich adalah artis tiga belas baris yang tidak begitu terkenal dan banyak noda hitam akibat menjadi kambing hitam. Tidak ada yang mau menjadi agennya.


Sebenarnya Rich sangat senang bisa lepas dari genggaman Jane dan Draka. Dia juga cukup senang untuk penderitaan yang dialami oleh keduanya. Tapi, tanpa agen dia benar-benar bukan apa-apa.


Setidaknya, seburuk apapun dia diperlakukan. Agen Jane pasti akan memberikan dia peran walau hanya sebagai peran pengganti saja. Tapi, sekarang dia yang tidak terkenal bisa apa.


Berdiri di sudut, dia melihat Delora yang hendak masuk ke grup.


Dulu Rich dan Draka adalah dua teman akrab. Mereka sudah berjanji untuk menjadi artis yang terkenal suatu hari nanti. Jadi, saat Rich mendapat berita bahwa perusahaan K.E entertainment mencari artis muda. Dia langsung mengajak Draka untuk mengikuti kompetisi. Siapa yang tidak ingin menjadi salah satu artis di perusahaan yang paling besar di Indonesia.


Draka dan Rich bukan berasal dari keluarga kaya. Tapi, kondisi ekonomi keluarga Draka memang sedikit lebih baik dari keluarga Rich.


Mereka sudah berteman sejak SD, tapi semenjak Draka memilih jalan yang salah. Hubungan keduanya semakin merenggang dan hilang di telan waktu.

__ADS_1


Melihat Delora yang sedang menunggu lift terbuka. Tangan Rich terkepal erat.


Dia ragu apakah harus meminta bantuan dari bos besar secara langsung. Bagaimanapun, bagian HRD tidak mau mengurus dia yang kecil ini. Dan benar-benar tidak ada agen yang mau menerimanya.


Dia ingat telepon tadi pagi bahwa ayahnya terkena serangan jantung dan dikeluarkan dari pekerjaannya. Ibunya sebelumya hanya seorang ibu rumah tangga, tidak bisa menghasilkan uang. Dan penghasilan dia juga tidak banyak setiap bulannya karena tidak mendapat peran apapun selama beberapa bulan ini.


Rich tidak tahan ibunya yang harus mengambil upah dari mencuci baju tetangga. Dia tidak tahan, tapi sekarang dia benar-benar tidak punya kesempatan. Jika saja ada satu kesempatan, Rich berjanji bahwa dia akan bekerja keras untuk mendapatkan kesuksesan dengan jalan yang benar.


Dengan tekad yang sudah kuat, Rich memberanikan diri untuk melangkah maju. Dia akan meminta langsung kepada bos besar, tapi baru satu langkah. Dia melihat pintu lift yang sudah tertutup. Sepertinya dia berpikir terlalu lama dan panjang membuat dia ketinggalan.


Rich juga tidak bisa masuk ke lift itu karena itu adalah lift khusus bos saja. Dia dengan berat hati mundur dan hanya bisa menunduk dengan pasrah.


Dia jadi terpikir apa yang di katakan oleh Draka kemarin.


Apakah dia harus mencoba mendapatkan seorang tuan yang bisa mendukungnya?


Saat pikiran itu terlintas, Rich langsung menggeleng dengan cepat.


Biasanya para artis sendiri tidak begitu sibuk. Apalagi artis yang belum mendapat level apapun seperti dia.


Dia hanya perlu datang untuk ikut latihan kemampuan seperti bermain gitar bersama dengan banyak orang. Atau juga berlatih kemampuan yang lain. Artis seperti mereka memang tidak bisa mendapat pelatih khusus.


Akan lebih baik jika bisa mendapat peran utama. Karena setiap mereka akan memainkan peran, mereka akan mematangkan keahlian mereka terlebih dahulu.


Rich yang tidak mendapat agen tidak punya niat untuk terus berada di perusahaan. Lagipula dia sudah mengambil absen kehadiran hai ini. Jadi, dia bisa menyelinap kabur dari perusahaan. Tidak ada juga yang akan memperhatikan ataupun kehilangan dia jika dia pergi bukan.


Rich memikirkan sekolah yang telah dia ambil dengan gegabah waktu itu.


Karena telah menjadi artis, dia pikir dia harus sekolah di sekolah yang mahal dan bagus untuk keamanan dan juga popularitas. Itu bukan keinginan dia sendiri, tapi itu adalah tuntutan dari agennya.


Dia hanya bisa menghisap darah kedua orang tuanya dan masuk sekolah itu dengan berat.

__ADS_1


Setiap semester sangat mahal, jika darah keringpun tidak bisa membuat dia nyaman.


Selain uang semester yang besar, ada juga banyak praktik dan tour yang harus dia ikuti. Dan itu benar-benar sangat memerlukan uang.


Sekarang ayahnya tidak bekerja, dan pekerjaan ibunya hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja. Jadi, dia yang tidak mendapat peran hanya bisa menangis untuk uang sekolah yang tertunda semester ini.


Rich memutuskan untuk mencari pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan uang sementara ini. Jika perlu, Rich ingin mengundurkan diri dari sekolah elit itu dan pindah ke sekolah negeri saja.


Tapi, nilainya yang bagus dan pendidikannya yang lebih maju membuat Rich enggan meninggalkan tempat itu.


"Permisi, apa anda butuh jasa angkut barang pak?" Tanya Rich pada bapak pemilik warung beras.


"Apa kau yakin bisa?" Tanya bapak itu dengan ramah sembari melihat tubuh kecil Rich.


Rich juga melirik dirinya sendiri yang menang tampaknya tidak mampu untuk mengangkat karung beras itu. Dia ingin mengangguk, tapi melihat beberapa orang lewat dengan dua karung besar dipundaknya membuat Rich meragukan dirinya sendiri.


"Saya bisa pak!" Ujarnya yakin dan pasti dengan senyum percaya diri.


Lagipula semua hal besar dimulai dari hal kecil. Dan bapak ini tampak sangat ramah, dia melihat wajah Rich yang sedang gundah. Karena kasihan dia tetap memberikan Rich pekerjaan, bukan mengangkut beras yang sangat berat, tapi mengantar pesanan orang lain yang hanya setengah karung saja.


Rich menerima kebaikan bapak penjual itu dan berterima kasih dengan sangat tergesa-gesa.


"Terimakasih pak, terimakasih sudah kau memberi saya kesempatan!" Ujarnya riang dan menyalami tangan bapak itu beberapa kali.


"Ya ya tidak masalah!" Dia berkata dengan senang hati karena perilaku Rich yang begitu ramah dan hormat padanya.


Beberapa orang memandang Rich dengan iri karena mendapat perhatian dari bapak penjual. Tapi, tidak bisa berkata apa-apa.


Rich mengangkut setengah karung beras dan berjalan ke rumah yang tidak jauh dari tempat ini. Kadang dia harus mengantar ke tempat yang jauh.


###

__ADS_1


Makasih buat dukungannya:)


__ADS_2