
Sebuah tempat yang sederhana belum tentu memiliki hal yang sederhana pula. Seperti restoran yang saat ini berdiri didepan Lion. Ya, ini adalah restoran kecil yang dibuka oleh teman baik Lion.
Lion berteman dengannya karena dia saat itu belajar memasak dari guru yang sama. Awalnya mereka adalah musuh karena guru mereka hanya akan memberi resep baru pada muridnya yang bisa memasak lebih enak dari yang lainnya.
Zoey adalah murid pertama yang paling disukai sebelum Lion belajar. Dia selalu diberi berbagai resep baru setiap minggunya. Tapi, semuanya berubah semenjak Lion datang. Dia harus bersaing dengan ketat agar bisa mendapatkan resep baru lagi dari tuannya.
Keahlian Lion dalam menangkap membuat Zoey kewalahan. Dia selalu kalah jika adu tanding dengan Lion dan membuat dia banyak kehilangan resep berharga dari gurunya yang seiring waktu mulai pelit dengannya.
Zoey bukan orang miskin sehingga dia membuka restoran yang begitu kecil ini. Zoey sudah menikah dua tahun lalu dengan seorang wanita miskin namun sangat pekerja keras. Keluarga Zoey tentu tidak setuju dengan pernikahan pria itu, mereka mengancam akan mengeluarkan Zoey dari silsilah keluarga jika dia nekat menikah.
Sekali cinta membuktikan semuanya perlu diperjuangkan. Jadi, Zoey memilih untuk menikah dengan Lea dan keluar dari silsilah keluarganya. Mereka sudah sering membangun usaha mereka sendiri, tapi keluarga Zoey selalu menekan usaha mereka itu. Jika Zoey mau menerima bantuan perlindungan dari Lion, mungkin usaha mereka bisa bertahan.
Tapi, kedua suami istri itu merasa bahwa hidup sederhana itu lebih nyaman dibandingkan hidup kaya tapi penuh tekanan. Mereka sengaja membuka toko kecil ini agar tersamar dan tidak ditekan lagi oleh keluarga Zoey.
Lion memutuskan untuk segera masuk. Bagian dalam sangat jauh berbeda dari bagian luar yang sepi. Disini sangat meriah dan ramai, Lion melangkah maju ke meja pemesanan.
"Aku ingin Zoey yang mengantarkan makanan!" Ujar Lion pada pelayan muda itu dengan kartu VIP yang terulur didepan pemuda itu.
Pemuda itu melihat pakaian Lion yang sangat tidak biasa saja sudah sangat terkejut, apalagi setelah Lion menyerahkan kartu VIP hitam yang sangat istimewa di restoran kecil ini.
Dia menerima kartu itu dengan gugup dan mengangguk dengan bersemangat. Lion mengabaikannya dan berjalan langsung kelantai dua yang sangat sepi.
"Siapa dia?" Tanya gadis muda cantik pada temannya yang tadi berbicara dengan Lion. Wajahnya berbinar penuh rasa kagum.
Melihat temannya tidak menanggapi Juag, dia menyenggolkan bahunya pada bahu pemuda itu.
"Hah?" Tanya pemuda itu agak linglung.
__ADS_1
Gadis kecil itu menunjuk Lion dengan dagunya. Pemuda itu menoleh dan langsung mengerti maksud gadis itu.
"Jangan ganggu dia, dia bukan orang yang bisa kau dekati!" Jawabnya singkat, lalu dia melanjutkan:"jaga sebentar tempat ini, aku akan menemui bos dulu!" Pintanya dan langsung bergegas pergi kearah dapur.
Gadis itu memutar matanya dengan jengkel, dia adalah pelayan yang paling cantik di restoran ini. Baginya tidak ada seorangpun yang tidak akan tertarik dengan pesona. Tentu saja bosnya adalah pengecualian karena istrinya lebih cantik dari dia.
Lion melihat lantai dua yang sangat kosong, sebenarnya lantai dua merupakan tempat tinggal Zoey dan Lea. Ada satu kamar utama, satu kamar mandi dan satu ruang tamu. Lion berjalan keruang tamu dengan lambat. Dia melihat tempat tinggal temannya ini.
Sangat sempit, tidak sampai seratus meter persegi. Sangat menyedihkan untuk tinggal ditempat yang sangat sempit seperti ini. Bahkan tempat ini tidak seluas kamar milik Zoey dulu. Lion menggeleng tidak pasti dan memilih duduk di kursi rotan yang tersedia.
"Bos ada seorang pria yang datang dan ingin anda mengantar pesannya secara khusus, dia juga menyerahkan kartu ini!" Pemuda itu menyerahkan kartu yang tadi dia ambil dari Lion.
Zoey mengerutkan kening dengan kesal. Tangannya menghentikan kegiatannya dan menoleh, awalnya dia ingin memarahi pemuda itu karena telah menganggu dia memasak. Siapa yang tahu dia akan melihat kartu khusus yang hanya dia berikan pada teman-teman baiknya saja.
Wajahnya tersenyum, kali ini siapa yang begitu niat datang menemuinya.
Pemuda itu terdiam setelah ditanya, sepertinya dia melupakan sesuatu karena terlalu terpesona dengan penampilan pria tadi. Pemuda itu menggaruk kepalanya dan menggeleng dengan malu. "Maaf bos, sepertinya aku lupa menanyakan apa yang akan dia pesan tadi," jelasnya dengan wajah takut karena kecerobohannya.
Bukannya marah, Zoey justru tersenyum semakin lebar saat dia sudah menebak siapa tamu istimewa dia kali ini. "Baiklah! Kau bisa pergi kembali ketempatmu!" Ujarnya dan mengusir pemuda itu dengan lambaian tangan.
"Istriku kemari!" Teriaknya senang pada seorang wanita yang sedang memasak tidak jauh darinya.
Wanita itu menolah dan memperlihatkan wajahnya yang putih namun sangat berminyak karena terlalu dekat dengan api. "Ada apa?" Tanyanya dengan wajah datar.
"Berhentilah masak, mari kita sambut tamu istimewa kita dulu, sangat jarang melihat dia akan datang lagi kesini nantinya!" Karena Lea tidak mau mendekati, dia yang mendekati Lea. Mengambil tisu di laci atas dan mengelap sayang wajah Lea yang berminyak.
"Apa maksudmu?" Tanya Lea lagi semakin bingung.
__ADS_1
"Lion datang berkunjung, apa kau tidak ingin menemani menyambut teman baikku itu?" Jelas Zoey dengan sabar dan penuh kasih.
Sungguh pasangan yang membuat iri!
"Lion?" Tanya Lea sedikit memiringkan kepalanya untuk berpikir.
"Ya," jawab Zoey gemas melihat ekspresi Lea yang sedang berpikir itu.
Lea mencoba mengingat siapa Lion, karena teman zoey sangat banyak membuat Lea sedikit sulit mengingat. Apalagi dia hanya bertemu Lion beberapa kali saja.
Meskipun dia tidak bisa mengingat yang mana Lion, dia masih mengangguk. Zoey mengelus kepala Lea dengan mesra membuat para koki yang tidak sengaja melihat menjadi masam karena telah menjadi obat nyamuk.
"Kau bersihkan dirimu saja dulu, aku akan membuatkan pesannya. Setelah kaus selesai, antarkan anggur terbaik kita ke atas. Aku akan menyusul nanti!" Jelasnya tetap mengelus kepala Lea dengan perhatian.
Lea mengangguk dengan senyum manis. Lalu melepas celemek dan tangan Zoey tentunya, setelah itu dia pergi untuk mengambil anggur di meja depan.
Zoey memerintahkan mereka untuk membuat pesanan yang tadi dia dan istrinya seharusnya buat. Setelah itu dia memasak hidangan yang istimewa untuk tamu istimewanya.
Lea awalnya akan mengantarkan minuman pada Lion, tapi dia merasa tidak pantas jika dia dan Lion mengobrol berdua selagi menunggu suaminya. Jadi, dia menyuruh seorang pelayan untuk mengantarkan anggur itu ke Lion dan dia sendiri ke kamarnya untuk mengganti baju karena bajunya yang sekarang sudah terlalu berkeringat dan mengeluarkan bau tidak sedap dari dapur.
Pelayan wanita tadi sangat senang saat Lea menyuruh dia mengantarkan minuman kelantai atas. Dalam hati dia berteriak sangat gembira dan menatap pemuda tadi dengan sinis. "Mari kita lihat apakah aku benar-benar tidak bisa mengganggu dia!" Pikir gadis itu dengan sombong. Dia bahkan berjalan sangat angkuh kelantai atas.
Jika saja dia bisa membuat pria tadi tertarik dengannya, pasti sangat baik untuk kehidupannya kedepannya.
Heh, kurasa setiap orang yang melihat Lion benar-benar memiliki pemikiran dan otak yang sama. Pikiran yang sama dengan perawat sebelumnya yang ingin menjadi lebih dekat dengan Lion di rumah sakit tadi pagi.
***
__ADS_1
up tambahan untuk memperingati hari istimewa seluruh wanita Indonesia ini.