
Kleine mengamati pria tua di depannya dengan lamat. Jika dia tidak salah, ini adalah salah satu teman kakeknya yang pernah beberapa kali datang berkunjung ke villa tua.
Pria tua itu merasakan tatapan menilai dari sampingnya. Jadi, dia mengalihkan perhatiannya dari batu giok yang indah itu.
Saat menoleh, dia melihat wajah bertopeng yang tidak kehilangan kecantikannya dan justru tampak semakin cantik. Dia tidak tahan untuk tidak memuji betapa memukaunya gadis kecil didepannya sekarang.
Lion merasakan gadis disampingnya bergerak. Jadi, dia menoleh untuk melihat apa yang akan dilakukan gadis itu sekarang. Kali wajah Carlie benar-benar mati kutu. Azel bahkan memucat kerena tingkah singkat dan tanpa disadari oleh Lion itu.
Kleine memalingkan mukanya karena pria tua itu telah menghadapnya. Dia mengalihkan matanya yang malas itu kepada tuan Jhon yang sedang berdiri diam disamping istrinya dan menatap kearah tuan tua di depannya ini.
"Jika tidak ada yang lain, saya pamit pulang dulu tuan Jhon!" Ujar Kleine dengan cuek dan mempersiapkan dirinya untuk berdiri. Tapi, dia langsung di cegah oleh asisten khususnya.
"Nona, anda belum berpidato untuk membuka perjamuan ini. Semua orang sudah menunggu penyambutan singkat dari anda."
Perkataan Delora mewakili apa yang ingin tuan Jhon katakan. Dia menatap wajah gadis kecil itu dengan penuh terimakasih.
Kleine menatap asisten yang sangat tidak mendukung tuannya itu dengan wajah hitam. Delora hanya mengangkat bahunya acuh dan tersenyum mengejek.
Awalanya Kleine tidak suka menghadiri perjamuan yang ramai dan meriah ini. Apalagi sekarang dia sangat bosan karena tidak ada sesuatu yang membuat dia tertarik.
Tuan tua itu juga mencoba berbicara dengan Kleine sebelum gadis itu benar-benar akan pergi.
***
Di sebuah grup WeChat, ada keramaian yang sangat riuh.
Bengek banget
BestLove
Apa kalian tahu suatu hal yang sangat menarik hari ini?
Alam pun takjub
Jangan membuat misteri, katakan saja.
Penguasa yang kaya
Aku bisa langsung memukulmu jika kau tidak segera mengatakannya.
Raja emas
Memangnya apa yang begitu manarik, jangan katakan jika hanya masalah hubungan biasamu dengan istrimu itu.
BestLove
Ayolah, ini tentang patung berjalan yang tadi berkunjung ke restoran kecilku.
Blogger terpercaya
Katakan, jangan banyak tingkah!
Raja emas
Setuju.
Alam pun takjub
Dua in
Penguasa yang kaya
Tiga in
BestLove
__ADS_1
Baiklah...harap tenang wahai kaum bengek.
Alam pun takjub
Aku sudah siap meledakkan bom nuklir yang aku pasang di rumah kecilmu itu~_~
Raja emas
Aku sudah menyewa para bajak laut untuk menghancurkan bisnisnya:)
Blogger terpercaya
Aku mereview restoran kepada kedua orangtuanya agar mereka tahu persembunyian dia^_-
Penguasa yang kaya
Aku hanya bisa mengirim sekelompok anak geng ku untuk merusak hidupnya:(
BestLove
Kalian sangat gila, bagaimana aku bisa begitu sial berteman dengan kalian?
Raja emas
@Bestlove, kau adalah temanku?
Penguasa yang kaya
Ya, benar!
Alam pun takjub
Setuju
Blogger terpercaya
BestLove
Kalian ini! Aku katakan jangan terkejut, hari ini Lion datang dan bertanya padaku tentang cinta. Apa kalian tahu itu, dia ingin berkonsultasi dengan tentang cinta!!!
Serentak semua grup itu hening untuk beberapa saat. BestLove adalah nama WeChat Zoey. Saat ini dia duduk santai setelah bekerja seharian disamping istrinya yang sedang membaca. Dia tersenyum sangat riang saat tidak ada yang menyahuti pesannya.
Dia bisa membayangkan betapa bagusnya melihat ekspresi semua orang ini. Rasa kesalnya dengan tanggapan mereka sebelumnya langsung hilang dan sirna.
Lea menatap suaminya yang sejak tadi terkekeh tidak jelas. Dai memandang handphone yang suaminya pegang dan tatap dengan curiga. Apakah suaminya selingkuh? Pikir Lea mulai melayang jauh.
Merasakan tatapan panas Lea, Zoey menoleh untuk mendapati mata menyelidik istrinya. Dia menahan dirinya yang ingin terus terkekeh.
"Istriku, jangan berpikir yang aneh aneh, ini hanya grup WeChat tempat teman-teman berkumpul." Jelasnya dan memperlihatkan layar handphone kepada istrinya.
Lea menatap layar itu sejenak dan mengambilnya dengan lugas.
Dia membaca obrolan absurd itu dan melihat bekas penggunaan sebelumnya. Setelah di rasa memang tidak ada yang mencurigakan. Dia mengembalikan handphone suaminya dan kembali membaca dengan tenang.
Sedangkan Zoey saat ini akhirnya bisa menghela nafas lega. Tatapan tajam istrinya yang tadi sangat menakutkan. Zoey hanya bisa menggelengkan kepala dengan pasrah. Lalu, dia kembali melihat grup obrolan temannya.
Bengek banget
Alam pun tajub
Berita yang mengejutkan~o~
Raja emas
Mengapa kau baru mengatakannya sekarang!
__ADS_1
Penguasa yang kaya
Ini luar biasa!
Blogger terpercaya
Ceritakan secara mendetail kejadiannya, jangan lupa gunakan 5w+1h
Jadilah Zoey yang dengan sombong menceritakan kejadian hari ini kepada orang orang yang mau mendengarkan dengan tidak percaya.
Kleine saat ini baru saja selesai membuka perjamuan, dan orang lain juga mulai menikmati perjamuan malam ini.
Kleine juga langsung di tarik oleh tuan tua itu untuk berbincang sedikit, alhasil Kleine yang malas mencoba melarikan diri.
Siapa yang membuat Kleine belajar beberapa di militer. Jadi, saat semua orang lengah. Kleine sudah menghilang tanpa dapat orang lain cegah.
Hanya satu orang yang berhasil memperhatikan setiap langkah yang Kleine ambil. Jadi, orang itu dengan sigap mengikuti gerakan demi gerakan yang kleine lakukan.
Dia memperhatikan dalam diam kepala Kleine yang celingak-celinguk sana dan sini. Melihat ekspresi dewasa Kleine yang berubah menjadi kekanakan seperti itu, Lion tidak bisa menahan senyumnya untuk terus terbentuk.
Kedua orang itu pergi tanpa pamit dan tanpa ada sedikitpun tanda-tanda, membuat dua asisten yang malah mencari dengan tidak berdaya.
Saat keduanya di pertemukan dengan nasib yang sama untuk kedua kalinya. Mereka hanya bisa tersenyum dengan canggung, memang tidak mudah memiliki seorang tuan yang pemalas.
"Ketemu lagi!" Sapa Geon pada gadis yang tertunduk malu didepannya.
Delora yang menunduk menoleh dan melihat senyum manis Geon, dia membalas senyum itu dengan terpaksa.
"Ya!" Jawabnya singkat dan matanya terus mondar-mandir mencari Kleine.
Melihat fokus Delora yang bukan padanya. Tangan Geon melambai di depan mata Delora.
"Kau sedang mencari nona Greens?" Tanya dia retoris.
Delora hanya mengangguk.
"Tidak perlu dicari lagi, sepertinya tadi aku melihat tuan Lion mengikuti nona Greens menuju keluar dari rumah ini." Geon menatap wajah cantik Delora dengan senyum yangs sangatlah tulus.
Sayang sekali Delora tampaknya tidak menyukainya. Tapi, Geon tidak menyerah. Dia pasti bisa membuat Delora menyukai dia, cepat atau lambat dia bisa mendapatkan hati gadis di depannya.
"Sebenarnya aku sudah tahu bahwa nona akan melarikan diri, tapi aku masih berharap itu tidak terjadi!" Ujar Delora dengan canggung. Tangannya menggaruk rambutnya dengan malu.
Geon tersenyum melihat tingkah menggemaskan gadis di depannya.
Karena ini kesempatan yang sangat sulit untuk di dapat. Jadi, Geon memberanikan diri untuk mengajak Delora makan malam.
"Apakah kau punya waktu?" Tanyanya basa-basi.
Delora menatap Geon lamat, seakan bertanya mengapa jika dia memang punya waktu.
Geon menunduk tidak nyaman saat ditatap begitu terbuka oleh gadis yang dia sukai.
"Aku ingin mengajakmu makan malam, jadi apa kau punya waktu?" Jelasnya dengan gugup.
Tingkah gugup Geon yang bertubuh besar merupakan sebuah hiburan bagi Delora. Tapi, sebaik apapun geon, Delora tidak ingin tergoda. Dia masih perlu menjaga hati untuk seseorang yang jauh di sana.
"Tidak!" Jawab Delora singkat dan sangat tegas.
Jawaban itu langsung menghancurkan harapan dan senyum yang Geon miliki.
Dia mengangguk dengan layu, "Baiklah kalau begitu!" Ujarnya dengan nada yang sangat jauh berbeda dari nada semangat yang sebelumnya.
Delora merasa tidak enak hati melihat rasa kecewa dan putus semangat Geon. Tapi, dia menguatkan hatinya untuk tidak iba dan kasihan.
"Kalau begitu apa kau mau aku antar pulang?" Tanya Geon mulai semangat lagi.
__ADS_1
Delora hanya bisa menggelengkan kepala dan berkata tidak untuk kedua kalinya.
Kali ini Geon benar-benar kehabisan kata, dia baru kali ini menyukai seseorang. Berada di dekat Lion membuat dia tertular oleh pria itu. Jadi, dia tidak begitu pandai berbicara di depan orang yang dia sukai.