Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Sixty


__ADS_3

Pagi ini, saat sedang sarapan. Lea menatap Zoey dengan wajah serius.


"Ada apa? Mengapa kau terus bertingkah aneh seperti ini setelah datang menemui temanmu itu? Bukankah sudah aku bilang menjauh saja darinya?"


Zoey yang sedang mengunyah merasa terganggu dengan tatapan Lea.


Lea menunduk untuk tiga detik.


Setelah itu, dia dengan penuh tekad mengangkat wajahnya. Meskipun masih ragu dan sedikit takut. Lea tetap ingin mengatakan yang sebenarnya.


Apa yang Kleine katakan semalam masih tergenang rapi pikirannya.


"Hari ini aku bakal kenalin kamu sama seseorang," ujar Lea kaku.


"Orang tua kamu?" Tanya Zoey langsung menanggapi tanpa ragu.


Lea tersentak oleh pertanyaan Zoey yang lebih mirip pernyataan.


Lea mengangguk pelan.


Setelah itu, hanya ada keheningan yang menemani mereka. Tidak ada satupun yang ingin membuka topik percakapan.


***


Kleine yang telah berhasil mengusir Lion pergi sekarang duduk termenung di depan televisi. Tangannya yang nakal mencubit dagunya dengan wajah serius.


Dia sekarang sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan. Ke perusahaan membuat dia menggeleng keras karena terlalu malas. Jika berjalan-jalan seperti kemarin, dia takut akan terlalu banyak kebetulan yang mengikat seperti kemarin.


Meskipun pada dasarnya semua kebetulan itu sangat menguntungkannya.


Jika dia pulang, dia bisa bermain dengan Cuttie. Tapi, dia sekarang terlalu malas untuk bermain.


Tiba-tiba wajah kacau Kleine menjadi berseri. Tentu saja dia ingat!


Tempat pelatihan balet!


Ya, dia sudah sangat lama tidak kesana. Bagaimana kabar tulangnya yang telah rapuh karena tidak di lenturkan ya?


Karena memiliki tujuan, Kleine bergegas segera. Hari ini dia tidak mengunakan pakaian hijau ataupun hitam. Karena apartemen ini sangat jarang di gunakan. Jadi, stik baju disini juga tidak terlalu banyak. Kebanyakan baju telah kekecilan dan sangat tidak nyaman.

__ADS_1


Dia juga terlalu malas menelpon Bles dan memintanya mengantarkan baju.


Apartemen ini di beli saat dia masih SMP. Hadiah dari pria tua untuk rangking pertamanya dia kelas satu SMP.


Semua baju juga di isi saat itu. Tapi, dia hanya datang kesini setiap beberapa tahun sekali.


Itupun jika dia mau, dan setiap kali datang dia tidak pernah berganti baju biasanya dia hanya akan mengambil telepon atau bermain game.


Sekarang Kleine keluar dari pintu kamarnya dengan baju kaos berwarna biru dongker yang nyaris tidak bisa menutupi pinggangnya. Dia juga memakai celana sporty putih list biru. Tak lupa dia memakai topi bisbol putih.


Oh, sebenarnya Kleine lebih terlihat akan pergi ke lapangan bisbol di banding ke tempat baleria. Tapi, toh gak ada baju lain. Jadi apapun bisa kan?


Seperti biasa. Karena Kleine terlalu malas untuk membawa tas. Dia hanya menyelinapkan handphone ke saku.


Tempat baleria nya tidak jauh dari sini. Kleine juga hanya punya sepeda untuk sekarang ini. Jadi, dia memutuskan untuk tidak memanggil sopir. Ataupun taksi.


Kali ini Kleine memutuskan untuk memakai earphone agar tidak mendengar teriakan minta tolong dari orang lain lagi. Sekarang dia terlalu malas untuk bertemu masalah dan bibit baru.


Saat sampai di tempat parkir. Kleine melihat sepedanya berdiri dengan rapi di deretan sepeda lainnya. Tadi pagi. Saat Lion mengantar sarapan dan menumpang makan. Dia juga telah membawa sepeda yang telah di perbarui ke sini. Kleine bahkan lupa bahwa sepedanya semalam masih berada di bagasi mobil Lion.


Untunglah pria mesum itu sangat jujur. Jika tidak dia akan kehilangan barang mahal lainnya.


Melepas kunci yang terpasang. Kleine mulai bersepeda dengan riang.


Tapi, orang yang punya uang tidak berpikiran harus mengikuti aturan pemerintah. Mereka bisa mengunakan uang mereka untuk membayar hak dan kebebasan masing-masing.


Jadi, di jam sibuk seperti ini masih ada cukup banyak kemacetan lalu lintas.


Ketenangan dan kenyamanan seperti inilah yang menjadikan Kleine sebagai orang malas menjadi semakin malas.


Dia segera sampai di depan pintu gedung baleria. Banyak remaja berpinggang ramping dan kaki kecil yang tampak berlari memasuki gedung.


Di tempat ini, ketertiban masih di terapkan. Yang terlambat akan mendapat hukuman yang sangat buruk. Itu sebabnya di setiap waktu kamu akan bisa melihat banyak gadis cantik yang terus berlari dengan tergesa-gesa.


Kleine memarkirkan sepedanya dia tempat parkir sepeda. Karena ini adalah gedung baleria. Tentu saja tingkat penggunaan sepeda di sini lebih besar dari tempat lain. Karena memang disini di terapkan untuk lelah.


Semakin lelah kamu dan semakin banyak keringat yang kamu keluarkan. Semakin bagus untuk jantung.


Semakin bagus kecepatan jantung, semakin nyaman untuk latihan dengan berat.

__ADS_1


Kleine melihat deretan sepeda yang mewah dan memiliki helm. Lalu melirik sepedanya dengan sedikit insecure.


Oke, sepedanya sepertinya adalah yang paling butut. Bahkan helm saja tidak ada.


Tapi, Kleine hanya merasa kasihan pada dirinya untuk beberapa detik saja. Setelah itu, dia berjalan masuk dengan lambat.


Ada dua satpam yang berdiri di pinggir pintu. Kleine tersenyum sebagai tanda sapaan. Kedua satpam itu juga tidak mencegahnya masuk. Karena pintu baleria ini punya alarm bahaya sendiri. Jika ada orang yang masuk dengan senjata tajam, maka akan bisa terdeteksi dengan mudah.


Saat itu tidak terlambat bagi dua satpam mantan TNI itu untu mengangkat bukan?


Dengan percaya diri, Kleine berjalan di antara para remaja dan gadis kecil.


Lantai satu umumnya merupakan kafetaria. Jadi karena sekarang sudah lewat jam sarapan, tempat ini tidaklah ramai.


Gedung ini sendiri memiliki empat lantai. Lantai kedua untuk pemula dan remaja SMP. Lantai ke tiga untuk remaja SMA. Dan lantai ke empat adalah lantai khusus untuk orang yang dilatih secara khusus.


Pelatih di lantai empat sendiri adalah seorang yang sudah sangat profesional.


Itu sebabnya, banyak dari para remaja ini punya impian bisa masuk ke lantai empat. Karena uang tidak bisa membayar lantai empat itu sendiri.


Hanya bakat yang bisa membawa mereka ke lantai empat. Karena tempat ini sangat pelit dan membudidayakan kesehatan. Mereka tidak menyediakan lift ataupun eskalator. Mereka hanya menyediakan tangga yang sangat bagus untuk melatih otot kaki.


Belum lagi anak tangga ini yang ukurannya sengaja di buat kecil dan bentuknya yang dia lingkaran sana dan sini agar menjadi lebih curam dan banyak tingkatan.


Kleine memutar bola matanya dan tetap berjalan dengan santai. Dalam hati dia mengutuk pemilik gedung ini. Bahkan dengan begitu liciknya gedung ini membuat tangga yang begitu sempit yang hanya bisa di lewati oleh dua orang secara bersamaan. Benar-benar tidak bisa membuat orang lain berjalan santai di tangga.


Tapi, meskipun Kleine tahu dia akan menghalangi orang lain lewat. Dua tidak begitu peduli dan terus berjalan dengan lembut dan anggun.


"Ekm, bisakah anda berjalan lebih cepat?" Tanya seseorang dari belakang Kleine.


Kleine tidak menoleh, "kamu bisa lewat lebih dulu jika mau!" Ujar Kleine santai.


Orang itu tidak ingin terlalu lama membuang waktu untuk berdebat. Dengan tidak senang, dia berjalan lebih dulu.


Meskipun Kleine mengatakan bahwa tangga ini cukup untuk dua orang lewat. Pada kenyataannya itu hanya untuk para gadis bertubuh ramping. Jika kamu berharap seorang pria lewat kesini, maka tidak akan ada yang bisa berjalan dari dua arah yang berbeda.


###


Assalamualaikum semua!:)

__ADS_1


Maaf banget ya karena gak bisa up selama lebih dari sepuluh hari ini. Karena jujurli Almi itu gak punya mood buat nulis. Dan pada dasarnya Almi emang pemalas sih🤭


Bye-bye besok ya, muach🥰


__ADS_2