Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Fifty Seven


__ADS_3

"Rasanya tidak begitu enak!" Ujar Kleine memprotes masakan yang baru Lea buat.


"Kalau gitu jangan makan!" Balas Lea kesal, sudah baik dia mau masak untuknya.


Kleine mengabaikan masakan Lea dan mulai makan makanan sisa tadi siang. "Ini jauh lebih baik!" Angguk Kleine dengan wajah berbinar.


Lea tidak mau mengakui bahwa masakannya memang tidak seenak makanan yang tadi dia hangatkan.


"Apa yang memasaknya adalah tuan Lion?" Tanya Lea penasaran.


Kleine hanya makan dan menganggukkan kepalanya tanpa berniat menjawab.


Lea tidak bertanya lagi setelah itu, bahkan tidak ada suara lain selain piring dan sendok yang bertabrakan.


Setelah makan, Lea juga harus mencuci piring dengan enggan. Sedangkan Kleine yang merupakan bos besar hanya bersantai dan menonton film-film dengan genre kerajaan dan pertempuran.


Saat Lea selesai mencuci piring, dia mendekati Kleine dan duduk disampingnya.


"Aku ingin minta saran darimu!" Ujar Lea dengan wajah penuh penyesalan.


"Aku bukan orang bijak!" Jawab Kleine malas.


"Kleine bisa serius gak sih?" Tanya Lea agak kesal dan membuang wajah palsunya.


"Baiklah, ceritakan dan dengarkan!" Ujar Kleine santai, tanpa memandang Lea sama sekali. Dia hanya fokus pada film yang sedang dia tonton. Bahkan matanya melotot menyaksikan pedang hitam panjang yang terus menebas kepala orang lain tanpa ampun.


"Kau mendapatkan film ini dari mana?" Tanya Lea jijik saat melihat banyak darah memenuhi layar.


"Ini bukan film, tapi rekaman video perperangan!" Jawab Kleine mematikan televisi dengan remote kontrol.


Lalu Kleine dan Lea saling berhadap-hadapan. Lea menatap Kleine dengan sedikit tidak menyenangkan. "Kau semakin liar!" Ujarnya singkat.


Kleine tersenyum, "sejak awal aku memang terlahir sebagai singa yang kesepian. Dan sudah kodrat singa yang kesepian untuk menjadi semakin liar dan mendominasi!" Ujar Kleine manis.


Lea terdiam, ya dia benar!


"Lupakan!" Ujarnya melambai pelan. "Jadi apa yang ingin kau minta saran dariku?" Tanya Kleine acuh, dia bersandar malas di sofa dan menunggu dengan tenang apa yang ingin Lea tanyakan padanya.

__ADS_1


"Aku dan Zoey! Menurutmu apakah aku harus jujur?" Tanya Lea dengan suara serak.


"Aku tidak memaksamu untuk mengatakan yang sejujurnya pada Zoey. Sejak awal aku melihatmu berbohong pada pria itu, dan aku tidak menghentikanmu karena aku ingin kau bahagia.


Tapi, satu kebohongan itu seperti induk lebah. Akan melahirkan lebah lainnya. Seperti itulah kebohongan perlu kebohongan lain untuk terus menutupi masalah!" Ujar Kleine. Lea diam, dia masih menunggu apa yang akan Kleine selanjutnya.


Melihat Lea yang begitu pendiam dan akan mendengarkan apa yang dia katakan. Kleine melanjutkan.


"Berbohong padanya sama saja kau tidak mempercayai dia dan merusak kepercayaan dia sedikit demi sedikit. Aku tidak mencegahmu bersandiwara didepannya.


Dunia ini memang panggungnya sandiwara, tapi seperti kebanyakan novel. Orang yang bersandiwara jahat tidak akan menang dengan baik! Hati-hati kau dimakan kebohonganku sendiri, karena mudah membuat orang mempercayai kita. Tapi, untuk mempertahankan kepercayaan itu tidak bisa dilakukan dengan mudah!"


Lea ingin mebtakan sesuatu, tapi Kleine memotongnya.


"Ada yang lebih sulit dari mempertahankan sebuah kepercayaan, dan itu adalah membaut orang yang telah gagal jaga kepercayaan nya mempercayai kita lagi!" Setelah mengatakan itu, Kleine langsung diam. Dia menunggu tanggapan dari Lea dengan sabar.


"Seharian ini aku telah merenungkan apa yang kau maksud. Memang seharusnya aku tidak memulai sebuah hubungan dengan sebuah kebohongan. Tapi semua sudah terjadi, aku tidak tahu bagaimana harus mengakhiri kebohongan itu tanpa mengakhiri hubungan kami. Kleine aku sangat mencintai dia!" Ujar Lea agak kesurupan.


"Dunia ini ada antonimnya masing-masing. Hitam bersinggungan dengan putih, gelap dengan terang dan siang dengan malam. Begitu juga kebohongan, cara mengakhirinya tentu saja dengan antonimnya."


Kleine mengamati Lea yang masih belum mengerti.


"Semua ada balasannya, kamu tidak bisa memulai segalanya yang buruk dan tidak ingin mendapat karmanya begitu saja kan?" Tanya Kleine provokatif.


Lea terdiam, ya! Semua ada karmanya. Tapi dia bisa menerima karma apapun kecuali kehilangan orang yang dia cintai.


"Kleine, aku tidak ingin terpisah darinya! Aku mencintainya dan ingin selalu berada disisinya."


Kleine tersenyum, "aku juga tahu kau memulai kebohongan itu karena kau ingin dia selalu berada disisimu kan?" Tanyanya menusuk tepat di jantung Lea.


"Cinta tidak bisa egois untuk mengekang dia sepenuhnya selalu bersamamu Lea!" Ujar Kleine saat tidak mendapat tanggapan dari Lea.


"Tapi aku mencintainya!" Bisik Lea agak lelah.


"Lalu apakah Romeo and Juliet selalu bersama?" Tanya Kleine dengan santai.


Lea menggeleng, ya dia tahu kisah dua orang yang melambangkan cinta itu. Sangat tragis dan menyedihkan. Itu juga sebabnya dia ingin mengekang Zoey agar kisah itu tidak terulang pada mereka.

__ADS_1


"Bibi memiliki calon yang tepat untukmu menurut dirinya sendiri. Dan sebagai orang tua adalah wajar baginya untuk memikirkan kebahagiaan mu. Tugasmu hanya menyakinkan bibi untuk menerima Zoey.


Meskipun keluarga mu dan keluarga Zoey pernah ada sejarah khusus. Selama cinta kalian kuat, tidak ada yang bisa memisahkan kalian. Dunia ini sudah modern, bukan waktunya bagi orang tua memaksa anaknya untuk keegoisan mereka lagi.


Selama kau yakin dan teguh dengan pilihanmu, maka berjuanglah bersama Zoey untuk masa depan kalian. Jika yang kau takutkan adalah perselingkuhan Zoey ketika dia berkuasa lagi. Maka itu dalam urusan masa depan yang tidak akan bisa kita prediksi.


Tapi yang paling penting sekarang adalah bagaimana kau mempertahankan kepercayaan dari Zoey."


"Bagaimana jika ternyata Zoey tidak memaafkan ku?" Tanya Lea mulai putus asa.


Kleine tersenyum lembut kali ini, "sepertinya kau lupa satu hal Lea," ujarnya.


Lea bingung, dia menatap Kleine penuh tanda tanya. "Apa maksudmu?" Tanyanya linglung dan berharap.


"Kekuatan cinta tidak terbatas. Seburuk apapun kau di masa lalu, cinta tidak akan bisa marah terlalu lama dengan pasangannya."


Mendengar jawaban Kleine, Lea dengan ragu bertanya:"lalu bagaimana jika dia tidak menginginkan aku lagi?"


Kleine tersenyum licik kali ini, dia mendekatkan bibirnya pada Lea. "Itu artinya dia tidak mencintai dengan cukup dalam!" Ujar Kleine pelan dan menyeramkan.


"Tidak mungkin, dia sangat mencintaiku!" Ujar Lea membantah sanggahan dari Kleine.


"Kalau begitu jujurlah dan buktikan padaku bahwa dia benar-benar mencintaimu!" Jawab Kleine dan mendorong Lea menjauh darinya.


Lea kali ini kembali terdiam. Dia masih tidak berani jujur, jika dia jujur semua hal mungkin akan menghentikan sandiwara nya. Tapi, mungkin dunia indah itu tidak akan pernah Lea lihat lagi. Dia sangat takut, bagaimana jika Zoey menjadi sangat membencinya. Apakah dia akan pergi meninggalkan dia sendirian?


"Satu hal lagi Lea!" Ujar Kleine dan berdiri menjauh dari Lea untuk berjalan ke dapur.


"Bagi seorang pasangan, lebih baik dia mengetahui kebenarannya secara langsung dari orangnya di banding mendengar gosip dari orang lain yang sudah diedit dengan baik."


Setelah itu Kleine pergi ke dapur dan mengambil segelas air putih.


Lea linglung, dia bingung dan pikirannya sangat kacau. Apakah semuanya tidak bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan?


Apakah dia harus memecahkan batu purba untuk bisa tetap berjalan lurus ke depan?


###

__ADS_1


Hai hai semua!


Love you 3000, hehe🤭🤭🤭


__ADS_2