Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Nine


__ADS_3

Melupakan itu tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Itu tergantung bagaimana cara kamu mencoba melupakannya.


Jika caramu benar, maka kamu akan bisa melupakan sesuatu dengan sangat mudah. Dan jika caramu salah, maka jangan harap kamu bisa melupakan sesuatu itu dengan benar!


Namun, ada yang memang harus dilupakan ada juga yang seharusnya tidak dilupakan.


Sayangnya satu hal paling mengesalkan yang sering terjadi adalah tentang apa yang seharusnya tidak kita lupakan begitu mudah hilang dari ingatan, dan apa yang seharusnya kita lupakan tidak pernah bisa kita hilangkan dari kenangan.


***


"Lapor tuan! Setelah pencarian mendalam, kami tidak menemukan keberadaan gadis itu semenjak kejadian beberapa tahun lalu," Ujar seorang pria dengan sendiri membungkuk pada punggung seorang pemuda.


Lima menit berlalu sejak kata-kata laporannya keluar dari mulutnya. Tapi, tuannya tetap tidak menanggapinya.


Dia menyeka keringat dingin di keningnya. Temanya yang berdiri dibelakangnya juga tidak bisa berkutik mereka begitu gugup dan tidak berani bernafas terlalu kuat.


Aura ruangan itu saja sudah sangat mencekam karena begitu gelap dan monoton. Belum lagi, sekarang aura tuan mereka yang sangat dingin dan tidak peduli hidup orang lain.


Pemuda yang sejak tadi duduk dengan santai di kursi tetap memiliki wajah datar.


Dia memutar kursinya seratus delapan puluh derajat dan menatap kelima bawahannya itu.


Tatapan itu terlalu tajam, para bahwa itu bahkan sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri. Jika kesadaran mereka tidak mengingatkan betapa kejamnya tuannya jika marah, mereka mungkin sudah pingsan.


Akan baik-baik saja jika setelah pingsan mereka langsung dipecat atau dihukum kecil.


Tapi, tuan mereka ini biasanya mengirim bawahan yang tidak sesuai keinginannya ke kandang Singa yang merupakan hewan peliharaan yang paling tuan mereka sayangi.


"Teruskan mencari! Pergi!" Ujarnya singkat dan langsung mengusir mereka dengan kejam.


Dia sangat tampan, wajahnya yang datar sangat mempesona. Jika kamu melihatnya, kamu mungkin sudah gila karena terlalu mengangumi ketampanan wajahnya.


Hidungnya yang mancung dan matanya yang setajam elang itu sangat mendominasi.


Tubuhnya tinggi, setelah dia berdiri. Tingginya sekitar 193 centimeter, dengan jas hitam yang polos menambah kesan wibawa pada auranya.


Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Tuan muda dari keluarga terkaya di Indonesia.

__ADS_1


Namanya terkenal dengan auranya yang sangat mendominasi.


Dan dia adalah Lion Bramansa, putra tunggal dari keluarga Bramansa dan pewaris utama yang tidak tergoyahkan.


Tuan tua sangat menyayangi Lion, terutama sejak kedua orang tua Menghilang saat sedang berlibur di benua Afrika.


Dan tuan tua semakin menyayangi Lion sejak dia di culik beberapa tahun silam. Apalagi saat lion di temukan, dia mengalami luka yang sangat parah.


Sejak saat itu, tuan tua Bramansa memperketat penjagaan Lion. Anak muda itu bahkan tidak di perbolehkan keluar rumah jika bukan karena sesuatu yang memang benar-benar penting.


Karena terasing dari dunia luar dan juga kekurangan kasih sayang membuat Lion menjadi sangat dingin dan tidak peduli seperti sekarang.


Atau mungkin sifatnya yang kejam itu muncul karena pernah mengalami penyiksaan dari para penculik. Tapi, yang pasti hanya Lion sendirilah yang tahu mengapa sifatnya bisa begitu dingin dan cuek.


***


Jika kamu tanya mengapa waktu berlalu begitu cepat. Maka tanyakan saja pada dirimu yang terlalu lambat mengikuti gerakan waktu.


Ingatlah bahwa bukan kami sendiri yang perlu waktu arahkan kedepan. Melainkan ada banyak orang lainnya yang butuh pengarahan dar waktu.


Jadi, kalau kamu tidak mau tertinggal oleh kecepatan waktu, maka jangan terlalu lambat bergerak.


Kleine gadis kurus yang dekil itu sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan sangat cantik. Sekarang dia berumur dua puluh dua tahun.


Rambutnya yang lurus terikat ekor kuda. Tingginya juga sesuai dari apa yang sebelumnya di tebak. Sekarang tinggi Kleine adalah 172 cm, tubuhnya langsing dan sangat modis.


Wajahnya merupakan titisan para bidadari surga.


Jika dibandingkan dengan seluruh dunia, mungkin tidak akan ada yang bisa menandinginya.


Pipinya kecil dan wajahnya tirus, hidungnya mancung dengan mata bulat kecil yang tajam. Alisnya seperti pedang kecil dan ada anak rambut tipis yang mengisi keningnya.


Jangan lupakan keringatnya yang sedang mengalir di setiap celah kulitnya karena dia sedang lari pagi.


Karena dia memakai pakaian olahraga yang menutupi seluruh lengan dan kakinya. Tidak ada yang tahu pasti semulus apa kulit dibalik kain katun itu.


"Malam ini ada undangan dari perusahaan investor yang ingin merayakan kerjasama dengan kita. Dia berharap kamu bisa datang!" Ujar seorang wanita lainnya yang umurnya tidak jauh berbeda dari Kleine.

__ADS_1


Kleine menghentikan langkahnya dan mengambil handuk dan air minum yang dibawa gadis itu untuknya.


Dia mengelap keringatnya yang telah menggoda banyak kaum lelaki itu dengan kasar menggunakan handuk lembut.


Lalu membuka botol air dan meminumnya deng tenang.


Gadis yang tadi adalah asisten Kleine, namanya Delora.


Sekarang Kleine adalah seorang bos misterius di perusahaan entertainment terbesar di Indonesia. Namun, Kleine tidak pernah mau memperhatikan perusahaan itu.


Setiap harinya dia hanya akan berjalan-jalan dan bersenang-senang. Selama ini Delora yang menjadi pemimpin didepan layar perusahaan itu.


Tapi, meskipun Kleine tidak memperhatikan perusahaan yang sudah berkembang selama enam tahun ini. Dia selalu membantu memeriksa laporan yang bermasalah dan menyelesaikan masalah perusahaan yang tidak bisa Delora atasi.


"Tidak pergi!" Ujar Kleine dengan malas, dia menutup botol yang sekarang airnya hanya tersisa setengah ke Delora dengan asal.


Delora menangkap botol itu dengan gerak refleks.


"Eh, tapi mereka bilang akan membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita jika kamu tidak datang malam ini!" Bujuk Delora agar Kleine mau berubah pikiran.


"Batal ya batal!" Jawab Kleine dengan sangat acuh, lalu dia berbalik dan mengabaikan Delora yang masih bingung memikirkan cara untuk bisa membujuk Kleine datang.


Meskipun biasanya banyak investor yang begini, dan semua yang meminta kehadiran langsung Kleine ditolak. Itu hanya perusahaan kecil, tidak mengapa jika kerjasama batal.


Sangat mudah mencari investor kecil lainnya. Tapi, jika yang sekarang sangat tidak boleh batal. Ini adalah investor asing yang sangat besar.


Dan keuntungan dari kerjasama ini milyaran rupiah. Siapa yang begitu bodoh akan menolak kerjasama ini?


Tentu saja tuannya tidak termasuk!


"Ah, kudengar perusahaan SandiToni juga sudah lama mengincar investor ini. Apa kau yakin ingin membiarkan mereka memiliki peluang itu?" Ujar Delora mencoba menggoda Kleine dengan perusahaan yang begitu Kleine benci.


Dan ternyata itu memang berhasil, langkah kaki Kleine yang besar terhenti setelah mendengar itu.


SandiToni adalah perusahaan entertainment terbesar kedua setelah perusahaan K.E entertainment. Dan Kleine sangat membenci perusahaan itu lebih dari apapun.


Tidak ada yang tahu mengapa Kleine begitu membenci perusahaan itu. Tapi, Delora tidak peduli. Baginya saingan memang layak untuk dibenci, benar bukan?

__ADS_1


Kleine menoleh dan menatap gadis itu dengan wajah datar yang sama seperti biasanya.


"Kalau begitu ayo pergi!"


__ADS_2