
Karena tidak bisa masuk dan mobil juga disita. Delora dengan senyum tulus menumpang pada pos ronda untuk menunggu taksi yang dia pesan.
Taksinya datang dengan selamat, tapi siapa yang tahu taksi online itu akan mengalami kebocoran ban di tengah perjalanan.
Yang lebih parah lagi, setelah dia mencoba menyetop berbagai taksi yang berlalu lalang di pinggir jalan. Tidak ada yang mau berhenti untuknya!
Jadi, dia sebagai gadis yang malang itu harus berjalan menelusuri jalanan yang semakin lama semakin sepi.
Jika kalian mengatakan itu sudah cukup sial untuk berjalan jauh dengan sepatu high heels yang tingginya lebih dari sepuluh centimeter. Kalian akan lebih kasihan lagi dengan Delora jika melihat Delora yang saat ini sedang di kepung oleh segerombolan pria dengan niat jahat.
"Cantik, sangat tidak baik berjalan sendirian di malam hari! Bagaimana jika kamu ikut kami agar tidak ada yang menganggu mu! Ya kan? Haha..." Ujar seorang pria yang bertubuh gemuk yang memimpin beberapa pria di belakangnya untuk menertawakan Delora.
Mata mereka menatap tidak senonoh seluruh tubuh Delora dari atas ke bawah.
Di tambah dengan gaun hitam Delora yang seksi membuat hasrat orang-orang itu semakin tinggi.
Untunglah berada di dekat Kleine memberi dia manfaat. Meski dia akan mengalami sial jika mengacau suasana hati Kleine. Tapi, berada disisi Kleine mengajarkan dia banyak hal.
Dan tentunya mendatangkan banyak manfaat.
Sepertinya di saat penting seperti sekarang. Tanpa mau melakukan basa-basi dengan mereka, Delora langsung menyerang dengan kakinya.
Di balik roknya yang panjang, ada celana panjang yang tipis. Delora tidak peduli jika roknya menjadi robek sangat besar. Dua terus menyerang kelima orang itu tanpa memberi mereka kesempatan untuk menyerang balik.
"Sial!" Kutuk ketua preman dengan dengki.
Tapi, sebaik apapun Delora belajar dari Kleine. Dia hanya belajar beberapa tahun saja dan belum mengalami pengepungan secara langsung seperti sekarang ini. Dengan cepat, keadaan menjadi terbalik dan Delora mulai kewalahan.
Seorang pria tersenyum, "hehe, lebih baik kau menyerah saja cantik. Kami hanya ingin sedikit bermain denganmu!" Ujarnya dengan senyum kemenangan.
Yang lain juga tertawa dengan sangat bahagia.
Delora mundur satu demi satu langkah kebelakang. Sedangkan para preman itu mengepung Delora secara perlahan. Tatapan Delora menjadi sangat waspada. Jika ada sinyal, mungkin sedari tadi Delora tidak akan bertarung sendirian.
Tapi, Delora sangat gugup dan tidak mau dianiaya oleh orang-orang menjijikkan didepannya sekarang.
Saat para preman itu satu langkah lebih dekat dengan Delora. Sebuah sirine mengusik mereka dan seorang pria tampan dan gagah keluar dari sana dengan beberapa orang lainnya. Langsung menyerang dengan tongkat pemukul dan berbagai alat yang mereka bawah.
Delora yang meringkuk didepan kedua pahanya menoleh saat tidak ada tangan tercela yang menyentuhnya. Saat dia mendongak, ada tangan putih yang terulur didepan matanya. Delora mengangkat matanya mengikuti panjang tangan itu.
__ADS_1
Wajah seseorang yang dia kenal muncul didepannya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Geon dengan senyum tenang.
Delora melihat Geon sejenak sebelum menoleh kanan dan kiri untuk menemukan beberapa orang sedang memukuli habis-habisan preman yang tadi mengganggunya.
Lalu, pandangan Delora kembali lagi pada wajah dan tangan Geon. Dia ingin menerima uluran tangan itu, tapi tiba-tiba dia melihat preman yang tadi terbaring dibelakang Geon telah berdiri dan ingin memukul Geon dengan tongkat bisbol yang mungkin tadi Geon gunakan untuk memukul preman itu dan langsung Geon buang setelahnya.
"Awas!!!" Teriak Delora dan langsung menarik Geon kearahnya dan menurut tubuhnya untuk melindungi Geon.
Itu benar-benar gerak refleks yang tidak Delora rencanakan. Dia memeluk Geon dengan erat dan menunggu dengan pasrah pukulan yang akan datang.
Tapi, rasa sakitnya tidak datang!
Dia membuka matanya yang telah dia tutup begitu erat.
Didapatinya wajah Geon yang menggodanya dengan senyum smirk dan alis yang naik turun.
Tangan Delora yang terkepal erat memeluk baju Geon langsung terlepas tanpa aba-aba. Dia mundur selangkah.
"Wah...wah....wahh... Kau sangat beruntung teman!" Ujar seorang pria di belakang Delora yang masih memegang erat tongkat bisbol dan seorang preman yang telah jatuh tidak berdaya.
Dua orang mengikat lima orang preman itu dengan sarung yang tadi digunakan oleh salah satu preman sebagai topeng penutup kepala.
"Gue udah telepon polisi, bentar lagi harusnya udah sampai sih!" Ujar seorang dari kegelapan dengan handphone ditangannya.
Lalu dia melihat Delora yang tertunduk malu.
"Jadi, apa kau baik-baik saja nona?" Tanya pria itu dengan genit. "Kenalin, gue Bram, panggil aja ayang!" Tangannya terulur stelah mendapat anggukan positif dari Delora.
Saat dia memperkenalkan dirinya, Bram merasa ada tatapan tajam dari balik Delora. Melihat bahwa yang telah menusuknya itu adalah Geon, dia mengangkat sebelah alisnya dengan jahil.
"Ada apa, kau juga menyukai nona ini? Tapi, maaf aku sudah mengenalnya lebih dulu bro!" Ujarnya menggoda.
"Ah tidak, aku sudah mengenal geon dari tadi sore!" Bantah Delora cepat tanpa dia sadari. Jadi, ketika dia sadar, dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Keempat teman Geon menatap pria itu dengan tatapan menggoda. Geon sedikit senang dengan jawaban refleks dari Delora. Meskipun dia tahu bahwa itu adalah kata-kata yang keluar secara tidak sengaja saja.
"Waww... Kemajuan yang pesat kawan!" Ujar temannya yang lain dan menepuk bahu Geon.
__ADS_1
"Bukan itu!" Ujar Delora ingin menjelaskan tapi dia merasa bingung untuk apa dia menjelaskan?
"Halo kakak ipar, namaku Gani!" Lanjutnya dengan lambaian tangan ke arah Delora yang tampak bermasalah di wajahnya.
"Kakak ipar, halo! Kau bisa memanggilku Jame!"
"Aku adalah Ade!"
Semua orang itu memperkenalkan diri nya dan menyebut dia sebagai kakak ipar mereka membuat Delora menjadi malu dan salah tingkah.
Delora ingin menjelaskan, tapi mereka memang belum memiliki hubungan yang lebih jauh. Jadi apa yang harus dia jelaskan?
Itu sebabnya sejak dia pulang semalam, Delora merasa sangat kesal. Dia bermimpi untuk membalas dendam untuk semua kesialan semalam kepada Kleine kembali.
Tapi, dia lupa satu hal.
Semakin dia menganggu Kleine maka akan semakin sial dirinya.
Karena Jefri sudah lelah hanya dengan berlari, Kleine terlalu malas untuk mengajarinya beladiri. Jadi, dia hanya bisa membiarkan beberapa pengawal untuk berduel dengannya. Sementara itu, dia membiarkan Jefri sarapan lebih dahulu dan setelahnya bermain bersama dengan Cuttie.
Sepuluh orang yang berotot besar berdiri mengelilingi Kleine dengan tatapan sangar.
Dengan kuda-kuda, Kleine menatap orang-orang itu tak kalah tajam.
"Serang!" Perintahnya dan dia langsung menyerang kedepan. Kesepuluh orang itu juga langsung maju dan menyerang Kleine secara kroyok.
Kleine memiliki tubuh yang sudah terlatih sejak kecil. Dia bahkan sudah sering berhadapan dengan orang yang tubuhnya lebih besar dari dia dan jumlahnya puluhan kali lebih banyak dari sekarang.
Jadi, hanya dengan beberapa tendangan dan pukulan di udara. Kleine sudah menumbangkan seluruh orang-orang itu. Tapi seperti sebuah rumput yang akarnya tidak ikut dicabut dan hanya dipotong permukaannya saja. Maka, seperti itulah orang-orang yang telah dipukuli itu kembali bangkit dan berpencar.
Lalu, mereka akan menyerang Kleine secara bergantian.
Kiri dan kanan menjadi sasaran yang sangat mudah Kleine hindari. Sembari terus menghindar, tangan dan kaki Kleine tidak pernah lupa untuk terus menyerang. Atas, bawah, samping kanan dan kiri.
Hanya dalam waktu tiga menit, lima orang tidak bisa lagi berdiri dan terus menyerang. Untuk lima orang yang tersisa. Senyum Kleine keluar untuk pertama kalinya selama pertarungan ini. Dia tersenyum sangat licik dengan mata menyipit yang membuat orang-orang menjadi waspada.
Dengan satu gerakan tak terlihat, tubuh Kleine seperti melayang dan melesat menyerang lima orang yang tersisa. Saat serangan berakhir, Kleine kembali berdiri di posisi semula dengan lima orang lain yang menyusul teman mereka untuk tumbang bersama.
###
__ADS_1
Maaf kemarin gak bisa up, jadi cuma bisa up hari ini. Sebagai konsekuensinya Almi bakal up tiga bab hari ini:)