Serangan Cinta CEO Dingin

Serangan Cinta CEO Dingin
Chapter Seventy five


__ADS_3

Kleine menyetir mobilnya sampai di sebuah halte. Dia belum keluar, "apa kau tahu rumah suaminya?" Tanya Kleine pada Piscel.


"Belum tahu, masih menyelidiki! Tapi tidak akan lama sebelum informasinya keluar!" Piscel menjawab dengan yakin.


"Aku akan pergi dulu kalau begitu, jika sudah ada informasi tolong kabari aku!" Ujar Kleine kemudian dia melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil.


Piscel juga keluar, dia menatap Kleine, "kau yakin tidak ingin aku antar?" Tanyanya memastikan.


Kleine menggeleng.


Piscel pergi setelah mendapat jawaban.


Setelah mobil itu menghilang dari pandangan, Kleine duduk di kursi halte karena dia memutuskan untuk menunggu bis.


Tak lama setelah itu, tanpa Kleine duga. Sebuah mobil berhenti di depannya.


"Sedang apa kau disini?" Tanya Lion setelah memastikan bahwa dia tidak saah mengenali orang.


Kleine yang sedang memainkan handphone mendongak ketika mendengar itu. Saat dia melihat itu adalah Lion, dia agak tidak senang. Tapi, memikirkan makan malam kemarin dan sarapan hari ini, ya memang tidak buruk. Dia tersenyum tipis.


"Aku sedang menunggu bus!" Jawabnya singkat lalu kembali ke perhatian awalnya dan mengabaikan Lion sepenuhnya.


Lion melihat tanggapannya yang sangat biasa saja. Seakan hanya orang yang dikenal sebentar dan menyapa hanya untuk tidak membuat orang lain malu.


Dia membuka pintu mobil dan berjalan mendekati Kleine. Kleine pikir dia hanya akan melakukan sesuatu di tempat ini. Siapa yang tahu dia akan duduk menunggu disampingnya.


Dua menit berlalu tanpa ada percakapan.


Tiga menit masih sia-sia.


Empat menit.....


Semuanya terus semakin lama, sudah ada dua bus yang lewat. Hanya saja semua bus itu sudah penuh dan Kleine tidak suka berdesakan. Tapi apa yang sedang dilakukan pria disampingnya ini?


Menunggu temen?


Tapi apakah tuan Lion adalah orang yang begitu sabar?


Ini sudah satu jam berlalu, bahkan beberapa orang tadi juga sudah naik ke bus karena tergesa-gesa.


Bukankah dia seorang bos besar? Kenapa waktunya begitu senggang?


Jangan menanyakan tentang dia. Itu karena dia hanya bos besar yang hanya tahu cara mengeluarkan uang dan menerima uang tanpa banyak usaha! Oke?

__ADS_1


Karena tidak tahan lagi, Kleine menoleh.


"Kenapa kau disini begitu lama?" Tanya Kleine menyelidik.


"Menunggumu naik bus!" Jawab Lion tenang.


Apa menunggunya?


Sejak tadi hanya duduk berdua dalam diam hanya untuk menunggunya pulang? Bahkan beberapa orang mengira mereka salah dua pasangan yang sedang bertengkar!


Kleine melihat lagi penampilan Lion dari atas sampai kebawah membuat orang itu tidak nyaman. "Apa yang kau lihat?" Tanyanya untuk mengalihkan perhatian Kleine.


"Apa kau yakin kau tuan muda Lion yang sering disebut semua orang?" Tanya Kleine meragukan orang disampingnya ini.


Baru pertama kali ini Lion diragukan oleh orang lain.


"Apa itu masih perlu dijawab?" Tanyanya dengan malas dan agak jengkel.


"Ya kurasa tidak perlu!" Ujar Kleine asal, "tapi kau sangat berbeda dari rumor!" Jelasnya kemudian.


"Kau tahu bahwa mulut kedua saja sudah tidak bisa dipercaya?" Tanya Lion menatap Kleine tenang, Kleine hanya mengangguk. Dia mengerti maksudnya tanpa harus dijelaskan.


"Nah, apalagi mulut ke seribu bahkan lebih!" Lanjut Lion ketika dia mendapat anggukan dari Kleine.


Geon yang di kantor dan harus mengatur ulang jadwal pertemuan lainnya karena bosnya masih tidak pulang setelah satu jam. Dia frustasi akut dan punya firasat akan memiliki gangguan kejiwaan.


Awalnya dia sudah tidak setuju saat lion menyuruhnya naik taksi dan dia akan menyetir sendiri.


Siapa yang tahu firasatnya itu sangat dibenarkan sekarang. Lion menghilang entah kemana, telponnya tidak aktif dan tidak bisa dihubungi sama sekali.


Geon mungkin sangat beruntung jika dia tidak tahu bahwa satu jam ini tuannya telah duduk disamping seorang gadis tanpa melakukan apapun selain mengamati gadis itu dalam lirikan satu detik.


Jika tidak, mungkin dia sudah akan langsung get up dari kantor ini.


Disaat yang sangat kacau ini, entah mengapa Geon jadi memikirkan Delora.


Delora saat ini kembali ke kantor dan membawa Rich di belanjanya yang mengikuti dia dalam diam dan kepala tertunduk. Dia tampak sangat bersalah dan putus asa.


Semua orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi? Jelas belakangan ini sepertinya selalu banyak masalah yang terjadi. Oh, itu pasti dimulai sejak hari dimana Miss Greens gagal berkunjung.


Mungkin itu sebabnya!


Semua orang tahu bahwa Miss Greens adalah simbol keberuntungan. Menolak kedatanganya sudah pasti menolak keberuntungan bukan?

__ADS_1


Mereka menyesal karena tidak bisa memaki pembuat masalah itu lebih buruk lagi.


Rich sebenarnya tidak merasa salah atau apapun. Dia hanya merasa sangat luar biasa dan jantungnya tidak bisa menerima kejutan yang kuat biasa ini.


Dia sepertinya memiliki beban ribuan kilogram di pundaknya. Dia tahu sebuah rahasia yang begitu penting sekarang.


Seseorang yang bisa memerintahkan Miss Delora datang mungkin bisa teman ataupun rekan kerja. Tapi, seorang yang hanya dengan satu kalimat bisa membuat seorang agen terkenal setuju? Apa itu hanya orang biasa?


Seharunya itu menjadi orang misterius yang berada dibalik perusahaan ini.


Meskipun dia tidak melihat orang itu dengan jelas karena dia selalu menutupi sebagian wajahnya dengan topi. Tapi Rich bisa yakin bahwa orang itu sangat cantik. Namun, seberani apapun dia untuk berpikir tentang mengejar wanita cantik. Dia tentu saja tidak akan berani mengejar bis besar.


"Tunggu apa lagi? Cepat masuk!" Ujar Delora menyadarkan bocah itu dan bergegas masuk ke lift.


Semua orang menyaksikan Miss Delora yang telah masuk ke lift dengan orang yang tidak dikenal. Mulut mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak bergosip.


"Karena tidak ada bus tangan sejak tadi kau naiki, bagaimana jika aku mengantarmu saja?" Tanya Lion dengan santai padahal matanya terlihat jelas tentang harapannya yang tidak bisa berbohong.


Kleine ingin menolak, tapi memikirkan memang ini sudah semakin larut dan dia masih harus berbelanja. Sepertinya tidak buruk memiliki sopir gratis. "Apa kau tidak sibuk?" Ujar Kleine memastikan apakah dia layak menjadi sopirnya.


"Tidak!" Jawab Lion tegas langsung dan sangat cepat.


"Kau yakin?" Tanya Kleine tidak pasti. Mengapa orang seperti dia benar-benar begitu santai?


Apa dia melakukan trik yang sama dengannya?


"Ya!" Jawab Lion semakin yakin dan percaya diri.


"Aku ingin ke mall dulu, supermarket...." Kleine menjelaskan tujuannya satu-persatu.


"Nah, apa kau yakin mau mengantarku?" Tanya Kleine memastikan.


Lion tidak menjawab kali ini, dia menatap Kleine dengan tatapan kosong.


Kleine menggaruk belakang kepalanya dengan senyum canggung. Apa ini berarti penolakan?


"Kalau kau tida...." Kleine akan mengatakan tidak perlu jika tidak bisa, tapi Lion langsung memotongnya dengan sebuah pertanyaan yang membuatnya agak terkejut dan menatap Lion dengan aneh.


"Apa katamu?" Tanya Kleine sekali lagi.


###


🙋

__ADS_1


__ADS_2