Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 103


__ADS_3

Jihan mengangguk dan naik ke ranjang, duduk di samping Barra. Dan mulai membaca.


Sedangkan Barra nampak membaca judul buku yang diberikan oleh Jihan, lalu mengambil ponsel lagi yang tadi dia banting ke ranjang.


"Heh disuruh baca buku bukan main hp" omel Jihan melirik sinis Barra yang tak membuka buku paket yang dia berikan hanya ditaruh di pangkuan.


"Bentar mau cek jadwal ujian besok, mapel nya apa aja gitu loh yank, jangan overthinking dah ma gue yank" balas Barra dengan jujur.


"Oh, kalo udah taruh hp nya di nakas jangan dimainin lagi" pesan Jihan dibalas deheman Barra yang nampak malas.


"Eh kok ayank bisa tau mapel ujian besok sih? wahh cenayang gue yaa? atau kamu punya mata kucing di SMA MDK?" tebak Barra setelah mengetahui jadwal ujian besok tepat seperti buku yang diberi oleh Jihan.


"Wihh ciniying gii yii? itii kimi pinyi miti kicing di es em i em di ki?" bukan nya menyahuti tebakan Barra, Jihan malah menye menye.


Barra mendengus kesal mendengar menye menye Jihan yang ditambah dengan muka sok burik, e canda burik_-.


Hanya beberapa halaman yang Barra baca, eh ralat! bukan dibaca hanya di lihat tanpa ada niatan membaca, bila ada gambar barulah Barra buka itupun hanya melihat gambar nya.


Hoam


Barra geleng geleng kepala setelah menguap lebar, dia tak tahan membaca buku dalam waktu lama, mata nya akan cepat mengantuk tapi bila melihat ponsel berjam jam pun dia sanggup, dasar anak jaman now_-.


Sedangkan Jihan masih membaca, bahkan sudah di pertengahan halaman, dia tak menghapal hanya membaca sekilas tapi berhasil masuk ke otak.


Saking fokus nya Jihan tak sadar Barra sudah tiduran di paha nya sebagai bantalan dan menutup wajah nya dengan buku yang seharusnya dia baca.


Hingga terdengar suara dengkuran kecil barulah Jihan sadar dan menoleh ke samping mencari keberadaan Barra.


"Lah mana lakik gue?" gumam Jihan dengan heran menatap sekeliling, karena buku yang dia pegang menutupi posisi Barra sekarang.


"Eh? berat bat siapa nih?" lirih Jihan hendak menggerakkan kaki nya tapi terasa berat.


Jihan sadar siapa yang tiduran di paha nya langsung bernapas antara lega dan lelah. Lalu menaruh buku yang dia baca di samping bantal.


"Cape banget ya by? hum?" tanya Jihan tanpa membuka buku yang menutupi wajah tampan Barra.


Barra menggeliat dan menyamping tubuh nya menghadap perut Jihan yang tertutup piyama bermotif bunga mawar. Dan barulah Jihan tau kalau Barra sudah tertidur.


"Baru berapa menit dia baca, udah ngantuk aja. main hp berjam jam masih sanggup tanpa tidur lah ini? baca buku malah gak sanggup, CEO muda kok gini sih hum?" monolog Jihan terus mengoceh sesekali menusuk nusuk pipi Barra.


"Enggh.." lenguh Barra merasa tidur nya terusik, memajukan kepala dan hidung nya pun menyentuh piyama Jihan.


"Cup cup, ya udah deh gak papa.. yang penting ada baca, walau dikit gak papa lah" gumam Jihan menepuk nepuk pundak Barra yang tertutup kaos berwarna putih oblong.


Barra semakin nyaman dalam tidur pulas nya, sedangkan Jihan melanjutkan kembali membaca buku, sampai akhirnya mata nya mulai menutup.


"Hoam.. Barra kok gak pindah pindah ya posisi nya? ini gue gimana tidur nya? duduk? ya udah lah daripada tidur sambil jongkok" ucap Jihan menaruh buku nya di samping bantal tempat tadi


Akhirnya Jihan pun tertidur dengan posisi duduk dan Barra yang tiduran di paha Jihan, menyusul Barra ke dalam mimpi.

__ADS_1


___


Jihan sudah siap dengan seragam sekolah SMA Dharma Bakti, dan almamater yang memang hanya dikhususkan untuk murid SMA DB, sedangkan Barra masih di dalam kamar berpakaian.


šŸŽ¶'Cause we are Queens and Kings


( Karena kita adalah Ratu dan Raja )


Soneul deo nopi


( Angkat tangannya lebih tinggi )


Moilsurok areumdapge


( Semakin menyatu semakin )


Shining bling bling


( Bersinar bling bling )


Biga naeryeodo


( Walaupun hujan turun )


Strong and beautiful


Modu dareun saekkkallo wanseonghan Rainbow


( Pelangi yang terbentuk dari segala warna )


šŸŽ¶Ladida-do Ba-badida


( Ladida-do Ba-badida )


Ladida-do Ba-badida


( Ladida-do Ba-badida )


Dasi hanbeon sijakaebolkka


( Haruskan kita mulai lagi )


That’s our Queendom yeah


( Itu Queendom kita ya )


Ladida-do Ba-badida


( Ladida-do Ba-badida )

__ADS_1


Ladida-do Ba-badida


( Ladida-do Ba-badida )


Neowa soneul matjabeun sungan


( Di saat menggandeng tanganmu )


That’s our Queendom


( Itu Queendom kami ya )


Jihan menyiapkan sarapan nya dengan Barra dibarengi dengan nyanyi lagu dari salah satu girlgroup korea berjumlah lima orang, queendom nya rev velvet.


"Emang artinya tu lagu apaan sih? gue denger lo bagusan nyanyi lagu indonesa dah dibanding negara yang punya makanan jajangmyeon" sahut Barra sembari menenteng tas dipundak kiri nya.


"Lo gak perlu tau lirik nya, hanya gue, author, reveluv, member red velvet, dan yang kerjasama sama group red velvet saat dalam pembuatan mv" cetus Jihan panjang lebar dengan santai.


"Eh btw, tau jajangmyeon juga ya lo ternyata by" lanjut Jihan terkekeh kecil setelah mencerna ucapan Barra yang terakhir.


"Gue cuma tau yank, tapi gak pernah makan.. entar kita makan jajangmyeon yok!" ajak Barra dengan jujur dan membuat Jihan berbinar dan menghentikan pergerakan nya sejenak.


"Beneran? wah kapan tuh by, gue dah lama nih gak makan jajangmyeon" seru Jihan nampak antusias mendengar ajakan Barra.


"Iya lah, tapi nanti.. sekarang kita makan ini dulu, yumm ini lebih nikmat" balas Barra langsung melahap roti berselai nanas yang baru dibuat oleh Jihan untuk Barra.


"Eh, kok dimakan sekarang sih itu kan buat nanti ih by, bikin lagi trus taruh di wadah bekal, hari ni lo bawa mobil biar bisa nyemil" ucap Jihan menghentikan suapan Barra.


"Aaaa.. ini dikit lagi loh yank, ayankk mah ihh" rengek Barra hendak menarik tangan nya yang memegang roti selai nanas ke dalam mulut nya tapi tangan Jihan menarik ke arah berlawanan.


Jihan nampak tertawa melihat tampang Barra yang begitu lucu. "Kenapa harus dihabisin sih? ahh kalo gini bikin lagi kan, ih by mah gubluk" omel Jihan melepas tarikan dan membuat tangan Barra masuk ke dalam mulut nya sendiri karena Barra masih menarik dan tanpa aba aba dilepas.


Barra mengunyah roti nanas hingga tak tersisa lagi di dalam mulut barulah berbicara. "Laper bat aku yank" balas Barra tanpa dosa.


"Nih gue buatin nasgor, mau pake cabe gak?" tanya Jihan menyodorkan sepiring nasi goreng ke hadapan Barra, lalu duduk di samping Barra dengan satu piring juga untuk nya.


"Mana? gue mau nyoba pake cabe" tanya Barra balik tak melihat di meja makan ada nya sayuran rasa pedas, sepedas mulut netijen, xixi.


"Bentar" sahut Jihan malah merogoh ponsel nya yang berada di kantong seragam nya membuat Barra mengernyit sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya.


"Ini cabe nya" ucap Jihan menunjukkan sebuah foto dari sosial media, tapi foto itu malah membuat Barra tergelak sambil menutupi mulut nya agar nasi goreng yang sudah di dalam mulut nya tidak keluar.


"Ini mah cabe cabean" gelak tawa Barra semakin pecah.


"Kan cabe" balas Jihan dengan polos menatap foto itu, foto Sessa si pengganggu yang sudah tak menampakkan batang hidung nya lagi.


"Cabe yang gak laku itu mah yank" tawa Barra semakin pecah. "Heh kunyah plus telan dulu itu nasi baru ketawa" peringatan Jihan menyodorkan segelas cangkir berisi air putih kepada Barra.


Barra pun meminum air itu hingga tersisa setengah, lalu menatap Jihan yang sedang menatap nya, detik berikutnya kedua nya tertawa lepas bersama.

__ADS_1


__ADS_2