
Si bocil itu berlalu dengan santai dan tanpa masalah di mata nya.
Azkan menatap tajam dan lesu menghela napas kearah Adiba yang terlihat santai bahkan seperti tak ada beban sama sekali.
Saat Adiba hendak melanjutkan perdebatan dengan Azkan, bahkan sudah menarik napas untuk berbicara langsung dicela oleh Azkan dengan tampang dingin dan kesal.
"Apa? Lo nyadar ga sih? Tu bocah ngambil apa tadi hah?!" sungut Azkan dengan tampang kesal, bahkan tanpa sadar tangan nya yang masih bersentuhan dengan tangan Adiba malah mencengkram tangan Adiba yang membuat Adiba meringis kesakitan.
"Shh! Emang tu bocah ngambil apa?" tanya Adiba meringis dengan tampang cengo yang masih belum di sadari oleh Azkan.
"Pudding!" jawab Azkan dengan nada sedikit membentak.
__ADS_1
Dia juga semakin mencengkram pergelangan tangan Adiba semakin kuat hingga membekas berwarna merah.
"H-hah?! Pudding? JADI TADI TU BOCAH NGAMBIL PUDDING INCARAN GUE?" kaget Adiba menatap ke belakang dan terlihat si bocil yang dengan santai nya duduk di kursi sambil melahap habis pudding yang menjadi perdebatan Adiba dan Azkan.
"TELAT LO KAGET NYA!! HARUS NYA WAKTU TU BOCAH MINTA AMBILIN PARGU PUDDING!" bentak Azkan menambah cengkraman di tangan Adiba.
"Aawss!" ringis Adiba merasa sakit di pergelangan tangan kanan nya yang di cengkram kuat oleh Azkan.
Deg
Adiba mengibas ngibas pergelangan tangan nya yang di cengkram oleh Azkan setelah dilepas oleh Azkan.
__ADS_1
"Sorry" cetus Azkan dengan tampang bersalah dan terdengar nada bicara nya pun tulus dan lembut. Adiba menatap datar Azkan seakan ada emosi yang tersirat di dalam manik mata Adiba saat menatap Azkan.
"Kita belum saling kenal, kenalin nama gue Sadiba lo bisa panggil gue Adiba atau Diba sama seperti Jihan dan sahabat gue yang lain, gue ga mau tau nama lo, tapi gue harap ini pertemuan PERTAMA KITA DAN TERAKHIR KALI NYA BUAT GUE!" ucap Adiba dingin.
Azkan baru mengetahui raut dingin dan tajam dari Adiba yang seolah ingin menusuk dengan jarum lancip, tampang Adiba yang dingin dibalas dengan tampang bersalah yang baru pertama kali Azkan lakukan.
Gue ga pernah merasa bersalah sama orang, tapi kenapa gue ngerasa aneh ya karena bikin tangan nya sakit? Tapi gue kan ga pernah melakukan kekerasan sama cewek dan ni cewek yang nama nya Adiba ini cewek pertama yang gue bikin tangan nya sakit, apa yang harus gue lakukan sekarang?. Batin Azkan melamun.
Tanpa menyadari kalau Adiba sudah pergi dari hadapan Azkan perasaan marah dan menahan tangis, ini untuk pertama kali nya di hidup Adiba dia di bentak bahkan sampai membuat tangan nya sakit oleh seorang pemuda yang tak diketahui oleh Adiba nama nya siapa, tapi Adiba berharap agar tak bertemu pemuda itu lagi.
Azkan tersentak saat ada yang tak sengaja menyenggol lengan nya, dan tertarik dari dunia lamunan. Lalu menatap ke arah tempat berdiri nya Adiba sebelum nya dan terbelalak saat sadar bahwa Adiba sudah tak ada lagi di tempat nya sekarang.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Azkan berlari keluar dari acara dengan melewati para tamu yang berdatangan dan berdesak desak an, hingga sampai diluar rumah Jihan, Azkan mengatur napas nya yang ngos ngos an.
Dan kembali berlari mencari Adiba untuk meminta maaf, entah kenapa ucapan terakhir Adiba yang dingin itu hanya seperti angin lewat, bahkan sekarang Azkan seperti orang linglung.