
Jihan sedang menunggu Barra menjemputnya di pos satpam bersama Pak Satya tentunya, Barra sudah memberi pesan kalau dia sudah dekat.
Sembari menunggu suami nya datang, Jihan memainkan ponsel menjelajahi sosial media yang dia gunakan di ponsel nya.
Hingga seorang cowok bertubuh kekar seperti Barra datang dengan tampang cool dan satu tangan di dalam kantong celana.
"Hai Ji" sapa cowok itu dengan nada bersahabat saat tiba di hadapan Jihan yang menunduk menatap ponsel.
Jihan pun merasa terpanggil langsung mendongak menatap ke atas, dan terlihat Diego (Eps 30 - Diego Syahputra) menatap Jihan dengan senyum manis memperlihatkan gigi ginsul nya.
"Haa? hum ya" sahut Jihan seperti orang cengo, dan kembali menunduk menatap ponsel nya, dia sedang berkirim pesan dengan Barra, padahal Barra sudah dekat.
"Ngapain lo masih disini? gak pulang?" tanya Diego menghilangkan tampang dingin saat di depan Jihan, gadis yang dia incar dari dia masuk ke SMA Dharma Bakti bersamaan dengan Jihan dan Adiba.
"Nunggu jemputan" jawab Jihan tanpa menatap Diego, selain karena tak mau membuat dosa karena menatap wajah yang bukan mahram, Jihan juga agak kurang suka dengan sikap Diego dari awal masuk.
Diego mengangguk pelan, dan duduk di samping Jihan tanpa minta izin, bahkan Pak Satya sempat kaget tapi dia mencoba tenang.
Jihan sedikit bergeser ke samping agar tak terlalu dekat dengan Diego, cowok penggoda yang memiliki tampang cool.
Diego pun ikut bergeser, dan membuat Jihan menghela napas dan kembali bergeser cukup jauh, dia tak ingin ada salah paham di antara dia dan suami nya nanti.
Baru juga clear masalah minggu lalu, dah dateng lagi aja debu asap. Batin Jihan mencibir.
Pak Satya yang merasa kalau Jihan risih dengan keberadaan Diego, berniat mengusir tapi sebelum Pak Satya mengusir terdengar bunyi klakson mobil yang berhenti di depan gerbang.
Ketiga nya dapat melihat siapa yang membunyikan klakson itu, bukan hanya Jihan, Pak Satya, dan Diego yang melihat tapi beberapa siswa/i yang hendak pulang juga melihat.
__ADS_1
"Eh itu anak SMA Merdeka kan? si Barra, cowok badboy yang handsome nya hampir sama kayak Cha Eun-woo"
"Iya iya, ngapain ya si Barra ke SMA DB? gak mungkin kan bolos orang udah jam pulang juga"
"Mana gue tau, kita liat aja dulu.."
Jihan segera bangkit merasa kalau Barra tidak keluar dari mobil, bahkan dari kaca mobil pun terlihat raut datar dan dingin nya.
Melangkah ke mobil Barra, tatapan dingin itu bukan mengarah pada Jihan melainkan pada Diego yang dengan santai nya mengekori Jihan di belakang.
"Assalamualaikum" salam Jihan dengan depan kaca mobil Barra yang terbuka.
"Waalaikumsalam.. by" balas Barra menekan kata terakhir agar Diego juga mendengar. Diego mendengar itu langsung melotot tak terima.
"Kok lama?" tanya Jihan tanpa menghiraukan Diego yang menatap nya tajam, seakan ingin membunuh tapi tatapan itu dibalas oleh Barra dengan tatapan tak kalah tajam.
"By, bisa panggilin Pak Satya bentar, ada yang mau gue omongin sama Pak Satya" ucap Barra menatap sang istri yang nampak risih dengan keberadaan Diego.
"Iya, tunggu bentar" sahut Jihan segera kembali ke pos satpam memanggil Pak Satya.
Barra pun keluar dari mobil dengan tampang dingin seperti Diego, mereka saling tatap dengan tatapan kebencian dan tajam.
"Kita ketemu lagi man" ucap Diego dengan kekehan kecil dan dengan nada meremehkan. Barra ikut terkekeh kecil dan ber smirk.
"Ngapain lo deketin cewek gue?" tanya Barra to the point, pertanyaan itu bisa di dengar oleh beberapa siswa/i yang berlalu lalang.
"Jihan itu cewek lo?" tanya Diego menunjuk Jihan dengan telunjuk kiri nya, Jihan dan Pak Satya masih berada di pos melihat kelanjutan pertengkaran itu.
__ADS_1
Tatapan Diego berikan pada Barra dengan tatapan meremehkan, dia tak percaya bahwa gadis yang dia suka adalah milik musuh nya.
Lo gak bisa dapetin Jihan! kecuali gue! kalau gue gak dapat lo juga gak bisa dapatin Jihan. Batin Diego menatap tajam Barra tanpa rasa takut.
Tinggi badan kedua nya sama membuat kedua nya beradu tatapan tajam tanpa perlu mendongak atau menunduk.
"Kenapa? masalah?" tanya Barra dengan suara meninggi, dia sudah emosi karena melihat tatapan dari Diego.
"Iya! lo itu selalu buat gue dalam masalah! gak di arena! gak di dunia manapun! lo selalu yang paling tinggi" jelas Diego dengan suara tak kalah tinggi.
Barra terkekeh kecil. "Itu karena lo pengec*ut! payah!" maki Barra pada Diego, Jihan nampak tak percaya mendengar umpatan yang begitu menyakitkan itu terlontar dari mulut Barra.
"Apa maksud lo hah?! gue gak payah! dasar perebut!" balas Diego mencengkram erat kerah kemeja Barra.
"Cih! siapa yang perebut anji*ng! yang ada perebut itu lo! Jihan itu cewek gue, sampai kapan pun dia cewek gue!" teriak Barra berdecih meremehkan.
"Lo.." geram Diego mencengkram erat kerah kemeja Barra dengan sekuat tenaga, membuat Barra mau tak mau menepis kedua tangan Diego dengan sangat kasar.
"Gue sebenernya gak mau main kasar sama lo, tapi karena lo yang mulai duluan, gue ladenin permainan kasar lo ini!" ucap Barra dengan rahang mengeras siap meninju wajah Diego.
Kepalan tangan kanan melayang di udara, tanpa rasa peduli Barra meninju Diego, tapi sebelum itu setelah hendak menyerang Diego lagi, terdengar suara rintihan dan bunyi tubuh jatuh.
Bugh
Brak
"Jihannnnn?!"
__ADS_1