
"Gaes gaes, mabar kuy?" celetuk Adiba dari kursi nya.
"Bentar lagi masuk loh Dib, malah ngajak mabar" balas Ersa setelah melirik arloji nya yang menunjukkan pukul 09:20.
"Yee gak papa kali Er, lagian main nya bentar doang gak sampe dua puluh menit juga" sahut Adiba dengan santai.
"Yodah yodah, yok gas login" cicit Cia menghentikan perdebatan Adiba dan Ersa. Jihan hanya mengangguk.
Ersa pun ikut membuka aplikasi game online nya, dan bermain bersama ketiga sahabat nya itu.
Di awal permainan tak ada yang aneh, ronde pertama dimenangkan oleh tim mereka, ronde kedua pun sama.
Hingga ronde ketiga, Adiba mulai mengoceh tak jelas. Saking fokus nya pada game tidak sadar ada seorang dosen di depan sedang mempersiapkan mata kuliah yang sisa tujuh menit lagi akan bermulai.
"Anjing! belakang ku cok!" teriak Adiba refleks karena dirinya knock dan mati.
"Heh?!" tegur dosen perempuan di depan yang mendengar umpatan yang keluar dari mulut gadis berjilbab tapi bar-bar itu.
Adiba langsung menoleh ke depan dan membeku dengan tangan tiba-tiba gemetaran, ditatap oleh dosen dan mahasiswa lain karena teriakan Adiba mengganggu.
Sedangkan ketiga sahabat nya hanya bisa menutup wajah mereka dengan sebelah tangan, merasa malu memiliki teman yang bar-bar nya kelewatan.
Astaghfirullah.
Adiba berusaha biasa saja, dan kembali fokus pada game walau telinga nya mendengar ada suara tawa dari beberapa orang.
"Sisa dua ronde, gue keluar" cetus Jihan langsung keluar dari game dan mematikan hp nya sebentar.
"Ikut Ji" cicit Ersa dan Cia bersamaan keluar dari game, dan tersisa Adiba yang akhirnya menyusul ketiga sahabat nya untuk keluar dari game.
"Masih dua match tadi, kenapa malah keluar" keluh Adiba menatap kesal ketiga sahabat nya.
"Tangan lo aja dah tremor Dib Dib, sok sok an mau bantai dua match lagi" cebik Cia geleng-geleng kepala.
"Enak jadi tontonan hm?" tanya Ersa menahan tawa karena melihat raut Adiba yang sok cool.
"Bomat" jawab Adiba singkat.
"Kita udah ngasih isyarat ke lo ya Dib, lo nya aja yang terlalu fokus sampe gak merhatiin sekitar" sahut Cia diangguki Ersa.
Adiba hanya menanggapi dengan deheman singkat, dia sibuk mengetik sesuatu di hp nya.
Suami-Saya😎🤙
Online
^^^Yanggg😩😩😩^^^
__ADS_1
^^^Aaaaa pengen pulang😩😩^^^
^^^Malu bgt sumpah😩😩✌️^^^
Malu knp yng?
Lah?
Bukannya matkul belum mulai
Kok dah mau pulang aja?
^^^Ntr aku ceritain😩^^^
Knp ga skrng aja yng?
^^^Iiiiiii pokoknya nanti😩^^^
^^^Rsnya pngn tenggelam😩😩^^^
Jadi mau pulng skrng?
^^^Eh^^^
^^^Gjd deh🗿^^^
Adiba tak membalas pesan Azkan lagi, kini dia beralih room chat ke kontak Jihan yang online.
Jijiehan🗿🌨️
Online
^^^Oyy^^^
^^^Napa ga ikut ktw?^^^
pngn diktwain y?
^^^Spa tau lu jg pngn ktw🗿💔^^^
maluny smpe ubun² psti😔🤌🏻
^^^Gosah ditnya anj:(^^^
^^^Ini klo ada lobang semut^^^
^^^Gue msk tu lobang dah^^^
__ADS_1
^^^Beneran😔✌️^^^
ngakak gue diem²😭🤌🏻
^^^Ampe ngik ngik y mbak😔💔^^^
y🗿
Adiba menghela naps mencoba menenangkan tangan nya masih setengah gemetar itu, dan degupan jantung yang terlalu cepat.
"Dib" panggil seorang cowok yang duduk di samping Adiba. Adiba menoleh dengan tatapan datar.
"Enak?" tanya cowok itu dengan mengangkat kedua jempol kepada Adiba. Adiba hanya membalas dengan senyuman singkat.
Adiba tak mengeluarkan suara sampai mata kuliah dosen perempuan itu selesai, ada ingatan tentang umpatan itu yang membuat Adiba bungkam.
Sedangkan Cia dan Ersa hanya bisa tertawa mewakilkan Jihan yang hanya diam fokus pda materi yang dijelaskan.
Kapan selesai nya matkul ni dosen satu aghh.. pengen menghilang dari muka bumi rasanya aaghh.
Hingga akhirnya bel kampus berbunyi, dan dosen hanya memberi satu tugas mudah yang harus di kumpul besok.
"Padahal besok gak ada matkul ni dosen, kenapa harus dikumpul besok dah" keluh Cia diangguki Ersa yang kurang mood mengerjakan tugas.
"Kan tugas gampang, jadi ya harus selesai and dikumpulkan besok.. Oh ya, besok taruh buku tugas kalian di meja gue aja, biar besok gue yang anter buku nya ke ruang tu dosen" ucap Jihan diangguki dan diiyakan oleh satu kelas, termasuk Adiba.
"Dib, lo diem mulu dari awal pelajaran, gak biasa nya deh" cetus Cia di jalan menuju kantin.
"Masih malu dia" sahut Jihan seakan tau apa yang dirasakan oleh Adiba.
"Mana gak pake minta maaf lagi ke dosen karna dah toxic, aduhh Diba Diba" timpal Ersa geleng-geleng kepala.
"Lupa" jawab Adiba singkat.
Sampai di kantin, Adiba tak ada nafsuu untuk makan, dia hanya memesan minuman jus jambu ditemani dengan permen karet.
Jihan memperhatikan tingkah Adiba, dan geleng-geleng kepala pelan. Kemudian memesankan batagor untuk Adiba tanpa diminta.
"Udah gak usah dipikirin, lagian dosen nya keknya gak masalah deh" cetus Jihan berniat menenangkan Adiba.
"Gak masalah darimana? Tu dosen dari awal udah gak suka sama gue, nilai gue aja selalu pas-pasan kalo ama tu dosen, apalagi ini behh gak bakal dapet predikat B ini si" cerocos Adiba.
"Sekalinya ngomong panjang banget" komentar Ersa sembari meminum jus mangga dengan wajah tanpa dosa.
"Diem lu Er" kesal Adiba menatap kesal Ersa.
Ini kisah author😩 sumpah gw malu bngt ngetoxic didepan guru, realita ini kejadian kemarin di sekolah..
__ADS_1