Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 35


__ADS_3

"Mau kemana si Vovo? Buru buru amat dah" tanya Denis dengan senyum simpul diikuti Adnan juga Azkan yang tersenyum miring.


"Jemput Jihan" jawab Barra singkat.


"Minggir!" titah Barra pada Denis yang menghalangi Barra untuk naik ke motor nya. Dia sudah tak tahan lagi untuk bertemu bidadari berhijab cantik yang suka ngomel.


"Wah! Jihan di jemput pangeran, uhuyy" seru Denis dan Adnan bersamaan menggoda Barra, sedangkan Azkan nampak tertawa kecil dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celana sekolah nya.


"Yayaya.. Serah lo semua, sekarang lo minggir! Atau gue minggrin lo secara paksa?" ancam Barra berhasil membuat Denis ciut dan menurut untuk menjauh dari motor sport Barra.


"Bar, gue mau nanya sesuatu sama lo" ucap Azkan membuat Barra menghela napas kasar.

__ADS_1


"Apa? Gue ga punya banyak waktu, cepatan!" mata Denis dan Adnan merotasi setelah mendengar balasan Barra yang sok sibuk, padahal apa? Karena tak mau kena omel oleh Jihan, karena terlambat menjemput.


"Lo malam tadi kenapa ga nerima aja hadiah nya? Mayan loh buat kepuasan lo" tanya Azkan sengaja mencoba mengintimidasi Barra dengan tatapan serius.


"Kepuasan? Gue bisa dapatin kepuasan yang lebih dari itu!" jawab Barra dengan percaya diri. Azkan mangut mangut sebentar lalu bertanya lagi.


"Trus kapan lo bisa dapatin kepuasan yang kayak malam tadi? Bahkan lawan lo yang seri aja langsung nyerobot yg satu nya, masa lo ga sih?" tanya Azkan panjang lebar seiring senyum miring.


Denis dan Adnan hanya menjadi pendengar yang menoleh ke kanan dan ke kiri, siapa yang berbicara itulah yang mereka tatap, hingga pembicaraan serius itu berhenti karena Barra harus cepat pergi dengan alasan ada yang menunggu.


"Dah kan? Dah gue cabut duluan! Entar malem ke apart ae kalo kalian mau" pmait Barra sambil memasang helm fullface dan membuka kaca helm nya memperlihatkan mata elang nya. Ucapan Barra yang terakhir langsung mendapat acungan jempol dari ketiga sahabat nya.

__ADS_1


Sepeninggalnya Barra, Azkan menatap kedua manusia sengklek di samping nya, lalu bertos ria bertiga karena pertanyaan tadi yang dilontarkan oleh Azkan langsung mendapat jawaban dari Barra tanpa ada keraguan yang tersirat.


"Leher gue sakit bangk3k! Kebanyakan nengok kanan kiri" keluh Adnan merasakan nyeri pada leher nya akibat terlalu banyak menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Salah lo sendiri kali Nan! Ngapain nengok kanan kiri?" balas Azkan merasa heran satu sahabat nya yang ajaib ini.


"Lo sih tadi ngobrol ma Barra hadapan, cuma menyamping kan leher gue sakit gini.. Aduh! Gue nebeng ya Az? Lo pake mobil kan tadi?" sahut Adnan dengan pupi ais karena Azkan tak ingin melihat pupi ais milik Adnan yang menjyjikan itu, maka mau tak mau Azkan mengiyakan daripada harus melihat pupi ais super duper alay itu.


"Nah gitu dong! Daritadi kek ngajak gue. Leher gue kan jadi sembuh" ucap Adnan bersemangat. Denis geleng geleng kepala dan menepuk jidat nya pelan heran kenapa tingkah manusia di sebalah nya begitu ajaib.


"Anjirr! Modus nya" cibir Azkan merasa mau heran dengan tingkah berubah ubah Adnan.

__ADS_1


__ADS_2