Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 120


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Adiba dan Azkan telah di depan mata, kini rumah Adiba dipenuhi oleh tamu yang ingin melihat acara ijab kabul berlangsung.


Sedangkan resepsi nya akan digelar malam hari di hotel bintang lima yang pasti nya mengeluarkan biaya paling dikit ratusan juta.


"Saya terima nikah dan kawin nya Sadiba Andini binti Andi Hidayat dengan seperangkat alat sholat dan uang tunai 50 juta rupiah, tunai"


Ucap Azkan dengan lantang dan dalam sekali hembusan napas sembari menjabat tangan Abi Dayat.


Terdengar kata sah setelah ucapan Azkan yang menggema di rumah berlantai dua itu.


Adiba yang berada ruangan berbeda dituntun keluar dari kamar dilantai satu menuju Azkan yang sudah menegakkan badan nya dengan posisi bersila.


Saling melempar senyum terbaik mereka, penghulu memberi arahan untuk dengan pasangan suami-istri yang baru sah.


Mencium tangan orang yang sudah resmi menjadi suami nya, dibalas kecupan kening tanda kasih sayang dari suami untuk istri.


Jihan dan para sahabat nya meneteskan air mata bahagia melihat sahabat nya kini sudah akan berumah tangga, dan hanya tersisa Cia dan Ersa yang masih belum kejenjang yang serius.


Barra merangkul pundak sang istri dengan mesra dari samping, lalu mengusap air mata yang akan membuat luntur make up natural yang digunakan di wajah Jihan.


"Jadi keinget sama khutbah nikah kita dulu yank" bisik Barra mendapat senyum dari sang istri dan juga kekehan.


"Untung kamu gak salah ngucapin ijab kabul kayak Azkan, kalo sampe ulang atau salah sebut, gak tau deh sekarang gimana jadi nya" balas Jihan ikut berbisik.

__ADS_1


___


Acara sungkeman dilewati dengan penuh haru, kini sesi foto bersama akan diselenggarakan, dimulai dengan foto dengan kedua orang tua, dan beralih ke para sahabat.


Jihan nampak tersenyum miring setelah jepretan foto di ambil, lalu melangkah ke hadapan Adiba dan Azkan.


"Dib, gue mau ngomong sama lo" cetus Jihan mendapat perhatian dari yang lain salah satu nya Adiba.


"Ngomong aja lah, kek sama siapa aja lo Ji" balas Adiba, sedangkan yang lain hanya diam menyimak.


"Sebenarnya, gue itu suka sama Azkan" jelas Jihan dengan tenang, begitu juga yang lain.


Deg


"Gue suka sama Azkan Dib" jawab Jihan sedikit lantang, membuat tamu yang masih stay menoleh sekilas lalu kembali fokus pada kegiatan masing-masing.


Adiba tertawa hambar menanggapi. "Kalo lo suka sama Azkan, kenapa baru sekarang lo nyatain itu? kenapa gak dari dulu? kenapa disaat Azkan udah jadi suami gue baru lo nyatain perasaan lo?" tanya Adiba dengan mata berkaca-kaca.


"Trus hubungan lo sama Barra selama delapan bulan itu apa? lo udah nikah Ji! lo itu dah punya suami! kenapa lo malah nyatain perasaan lo sama cowok yang bukan suami lo?" lanjut Adiba dengan raut kecewa menatap Jihan.


"Sorry" hanya itu yang keluar dari mulut Jihan sambil menunduk menutupi raut yang sebenarnya.


"Kalo lo pengen sama Azkan yaudah ambil! itupun kalo Azkan nya mau sama lo! sadar Ji! Azkan itu suami sahabat lo!" lirih Adiba meneteskan air mata.

__ADS_1


Yang lain hanya diam tanpa ada niat membela pihak manapun, sama hal nya Azkan sebagai inti dari masalah ini.


"Kalian kenapa sih? kalian tau Jihan ternyata suka sama Azkan? iya?" tanya Adiba pada yang lain merasa kalau para sahabat nya yang lain hanya patung hias disamping mereka.


"Kenapa gak dari awal sih bilang gitu hah? kalo gitu tadi udah gue batalin aja ni acara biar gue gak ngerasa kalo gue itu orang ketiga hiks!" tangis Adiba pun pecah.


"Sorry Dib" ucap Jihan tanpa mengucapkan kata lain.


Adiba pun menghapus jejak air mata dengan pelan agar make up nya tidak luntur, bisa bisa rusak riasan dari MUA.


"Lo gantiin gue deh jadi pengantin wanita nya" ucap Adiba sebelum pergi dari panggung pelaminan.


Jihan dan yang lain menatap punggung Adiba yang turun dari panggung, dan membuat para tamu menatap mempelai wanita aneh.


"Umi sama Abi kenapa cuma diam aja sih? mereka gak ada kasihan atau nyamperin gue gitu buat tanya kenapa nangis?" gerutu Adiba melirik sekilas Umi dan Abi yang sibuk mengobrol dengan para tamu serta kedua mertua nya.


"Dib!" panggil Jihan sedikit berteriak agar Adiba mendengar dan berbalik.


Adiba menghentikan langkah nya, hendak berbalik tapi sebelum itu dia menghembuskan napas pelan menetralkan raut nya.


"Kalo pemandangan itu bikin lo nangis kecewa, mending lo bundir di tempat, tapi kalo lo nangis bahagia entah karna apa lo lari naik lagi, bodoamat lah cape pake high heels" gumam Adiba sedikit ngelawak.


Menoleh ke belakang dengan tangan mengepal erat.

__ADS_1


"Happy birthday Diba!!"


__ADS_2