Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 49


__ADS_3

"BANGS*T!! LEPASIN TANGAN BINI GUE!!" teriak seseorang dari belakang Jihan dengan nada menyeram kan dan begitu marah.


Jihan menoleh ke belakang dan bernapas lega, karena Barra ternyata masih mendengar teriakan nya tadi padahal lokasi bscamp dan tempat Jihan berada itu cukup jauh.


"Dih paan?! ga akan gue lepasin cewek cantik ini sebelum gue merasa kan tubuh nya dulu, setelah itu lo boleh ambil sisa nya" bantah pemuda itu tertawa sumbang yang membuat Jihan kembali merasa kan takut seperti beberapa minggu yang lalu di awal pertemuan nya dengan Barra.


"Bang*e lo mau nyobain tubuh bini gue?! jangan harap!" emosi Barra mendekat ke arah Jihan dan pemuda itu berdiri dan menghentak kan pegangan itu cukup kuat hingga Jihan meringis tapi dia tahan.


"Ya udah kalo gue ga bisa berharap berarti gue bisa langsung kabulin dong? ya kan? ya kan?" goda pemuda itu dengan keadaan sangat di pengaruhi minuman alkohol.


"Lo mau langsung? okey! tapi lo terima dulu bonus dari gue buat lo" ucap Barra sebelum meninju pipi dan perut pemuda itu secara bergantian.


Bugh


Bugh


Barra meninju pemuda itu tanpa rasa kasihan sedikit pun, kabut hitam telah mengelilingi manik mata nya yang arti nya dia sedang marah dan tak bisa di cegah oleh siapapun, bahkan para anggota Horse Black hanya menatap dari belakang di dekat tempat Jihan berdiri.


Pemuda itu tersungkur ke aspal tapi Barra tetap membabi buta wajah dan area lain yang membuat pemuda itu tak tahan dengan pukulan yang di beri kan, di tambah kepala nya pusing karena banyak nya minum alkohol.

__ADS_1


"LO GA BAKAL GUE BIARIN NYENTUH BINI GUE SEPERTI TADI, WALAU SEHELAI KAIN YANG DIA PAKAI JATUH KE TANGAN LO, HIDUP LO BAKAL SENGSARA SELAMA DI DUNIA!" bentak Barra dengan menekan semua kata yang dia ucap kan dan mencengkram kuat leher kerah baju pemuda itu.


"Gue.. ga peduli" seru pemuda itu, walau keadaan nya babak belur dan sudah tak mampu melawan dia masih tetap bisa berbicara walau dengan pelan dan hanya bisa di dengar oleh Barra.


Barra naik pitam di buat pemuda itu, dengan sekali tinjuan keras membentur wajah tepat di antara hidung dan pelipis yang membuat pemuda itu tak sadar kan diri.


Jihan dan para anggota Horse Black bergidik ngeri, terlebih Jihan yang sampai bergetar karena ketakutan sekarang mengendali kan pikiran nya, adegan itu (Eps 2&3) yang terus terulang di dalam memori otak nya semakin menambah takut dalam diri nya.


Para anggota Horse Black sudah terbiasa dengan adegan kekerasan yang di lakukan oleh Barra, hampir setiap bulan Barra melakukan hal itu bila ada yang berani mengganggu ketenangan nya serta anggota nya yang lain, ketua terkejam dari yang terkejam.


Kaki Jihan terlalu kaku, dia melihat secara jelas tanpa di edit atau tanpa ada kebohongan yang ada pada wajah Barra yang dalam mode sangar dan tak tersentuh.


Grep


Seketika Barra yang awal nya penuh dengan emosi mulai mereda karena pelukan erat dari belakang yang dia kenali adalah dari istri tercinta nya yang dia lindungi.


Hingga terdengar suara isakan tangis dari belakang bahu Barra, yang sudah bisa di tebak kalau yang menangis itu adalah Jihan, seraya memeluk erat Barra dan menangis tanpa kecil hanya Barra yang dapat mendengar isakan tangis itu.


Barra membalik kan tubuh nya tanpa melepas pelukan erat dari Jihan, menangkup wajah cantik yang sedang menangis itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

__ADS_1


"Stt.. jangan nangis, udah aman, calm down ada gue" ucap Barra lembut mengecup kening Jihan di hadapan para anggota Horse Black yang mulai membubar kan diri dan kembali ke warung bscmp mereka.


"Gue.. Hiks hiks.. pengen hiks.. pengen pulang hiks hiks.." ucap Jihan dengan isakan tangis walau kurang jelas tapi Barra paham maksud Jihan. Dia pun mengangguk sambil membawa Jihan ke dalam pelukan hangat dan erat dengan usapan punggung supaya tenang.


Barra dan Jihan yang masih dalam dekapan nya pun berjalan meninggal kan pemuda itu di tengah jalan, biar lah dia di lindas mobil atau kendaraan lain yang melintas, itulah pikir Barra sadis.


"Gaes! gue cabut dulu, see you tomorrow in the school" pamit Barra dengan nada lebay, dia berusaha untuk membuat istri yang dia cintai kembali tersenyum.


"Heh bege! sekul kita noh cuma beberapa meter dari bscamp gimana sih lo?" gerutu Adnan menunjuk kan gedung SMA Merdeka yang menjulang tinggi seperti SMA Dharma Bakti.


"Bodoamat!" ketus Barra acuh menaiki motor sport nya, lalu memasang kan helm kepada gadis yang masih sesegukan dan berwajah murung.


"Bos! tu cowok di apain?" tanya Denis setengah berteriak karena motor sport Barra sudah menyala, Barra sempat melirik ke arah pemuda yang tergeletak di jalan dengan wajah penuh memar.


"Bakar hidup hidup!" jawab Barra berteriak membuat Jihan yang baru naik ke motor langsung memeluk pinggang erat Barra dari belakang.


Denis dan yang lain melongo saling pandang, mereka tak bisa menganggap ucapan Barra hanya main main, bila berurusan dengan orang yang dia sayangi pasti akan selalu tertunai.


Setelah kepergian Barra dan Jihan, para anggota Horse Black masih saling pandang ngeri, lalu tetap menuruti ucapan Barra yang menyuruh pemuda itu di bakar hidup hidup.

__ADS_1


__ADS_2