Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 85


__ADS_3

Cia dan Denis sudah berada di apartemen Barra. Denis memencet bel dan menunggu beberapa saat bersama Cia di belakang.


Ting


Ceklek


Kriet


"Bar gue sam- setan semp*k hitam!" pekik Denis berteriak shok.


Bagaimana tidak? keadaan Barra begitu kacau bahkan tak memperdulikan lagi dia memakai baju atau tidak, hanya memakai boxer berwarna hitam memperlihatkan perut rak buku.


Cia membalikkan badan nya ke belakang agar tidak melihat keadaan Barra. Dia memaki Barra dalam hati karena keluar tanpa mengenakan pakaian yang sopan.


Plak


Denis menggeplak wajah Barra, membuat Barra terhuyung sedikit ke belakang. Denis dapat mencium bau alkohol, ini untuk pertama kali nya Barra menyentuh minuman haram itu.


Denis nampak menggeleng kepala tak percaya. "Bar, Jihan itu cuma pengen buat lo sadar dan pahamin kalo emosi gak harus pake kekerasan bisa juga pake kepala dingin, Jihan gak bakal ninggalin lo!" bentak Denis merasa frustasi dengan Barra.

__ADS_1


Barra tak menanggapi bentakan keras dari Denis. Mata nya terfokus pada gadis yang masih membelakangi nya, seakan tau tatapan itu Denis pun memberitahu kalau itu Cia.


"Ci, gimana kabar Jihan?" tanya Barra dengan suara serak.


Dengan gugup Cia menjawab. "B-baik kok, lo tenang aja" jawab Cia tanpa berbalik badan, dia tak ingin mata nya ternodai akibat Barra yang tanpa bersalah.


"Heh kampr*t! pake sarung ke dulu atau apa kek, kagak punya malu lagi lo Bar?" sahut Denis mendorong bahu Barra agar kembali masuk.


"Ci lo tunggu di sini aja! jangan kemana mana! sebelum gue balik, oke?" ucap Denis sebelum masuk ke dalam apartemen Barra dan dibalas anggukan cepat dari Cia.


"Oke" balas Cia membalikkan badannya dengan pelan.


Barra dan Denis pun menghilang dari balik pintu, Cia bernapas lega sambil mengelus dada. "Selamat, gue gak mau kali liat milik orang lain, punya lakik gue aja belum pernah, eh lakik gue mana?" gumam Cia nyeleneh.


Menunggu beberapa saat akhirnya Denis keluar dengan jaket kulit yang sering dipakai Barra saat bersama Jihan waktu mengendarai motor dan kunci motor tentunya.


"Oke, kita lanjut ke lapangan luas sambil bawa satu fotografer buat bukti di mading dua sekolah kita" ucap Denis membuat Cia tambah bersemangat, dia mengangguk dengan senyum manis.


Denis sempat terpaku beberapa detik melihat senyum manis Cia, dia pun membalas senyuman itu tak kalah manis, mereka pun berjalan keluar apartemen dengan sejajar.

__ADS_1


"Oh ya, tadi lo kasih alasan apa sama Barra, sampe bisa secepat tadi?" tanya Cia di dalam lift, hanya berdua.


"Gue tadi mau ngasih tau alasan gue ke Barra tu kek bilang kalo motor gue lagi di service trus tadi kita ke sini tu pake taksi, tapi belum sempat gue bilang alasan nya Barra dah ngasih kunci motor nya dan juga jaket ini" jelas Denis membuat Cia berdecak kagum.


"Eh iya, lo tadi nyium bau alkohol gak sih? gue kayak nyium gitu, bau nya nyengat banget" cetus Cia membuat Denis teringat pesan Barra tadi yang mengatakan.


"Jangan beritau Jihan soal ini, dia pasti bakal kecewa sama gue dan makin marah" pesan Barra sebelum memberi kunci motor nya pada Denis.


"Oke" sahut Denia menyetujui dengan senang hati dan tanpa pikir panjang.


"Woy! Denis! gue dari tadi nanya lo malah bengong! kesambet hantu di lift baru tau lo" ucap Cia menyadarkan Denis dari lamunan nya dan menakut-nakuti.


"Tuh hantu nya tuh!" seru Denis menunjuk belakang Cia. Seketika Cia berteriak dan melompat ke arah Denis.


"Haaaaaaa!!" teriak Cia meggema di lift apartemen.


Denis dengan sigap menangkap Cia, dan memeluk nya seperti koala, dengan wajah Cia berada di leher kanan Denis, kedua nya bersentuhan tanpa sekat hanya baju sekolah yang menjadi penghalang.


"Usir dia Denis! gue takut sumpah" pinta Cia memejamkan mata nya. Denis dapat merasakan hembusan napas Cia dan jantung Cia yang begitu cepat.

__ADS_1


Denis pun tak tega tapi dia ingin menjahili Cia lagi. "Woy hantu! pergi lo dari sini! jangan ganggu gue sama Cia! ganggu aja nanti kalo Cia gak angkat telpon gue" usir Denis bercanda.


Cia memukul punggung Denis sedikit keras.


__ADS_2