Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 83


__ADS_3

Barra telah sampai di depan pintu apartemen nya, menekan angka di pintu, seketika pintu berbunyi lalu Barra memegang knop pintu apart dan masuk ke dalam nya dengan lesu.


Hampir dua bulan Barra dan Jihan tinggal bersama itu membuat Barra merasa ada yang kurang di apartemen.


Barra menghela napas panjang. "Kita coba bertahan beberapa hari tanpa dia" gumam Barra memberi semangat pada diri nya sendiri.


Masuk ke dalam kamar yang penuh dengan cerita nya bersama Jihan, padahal hanya untuk sementara tapi terasa seratus tahun bagi Barra.


Tak mau terlalu larut dalam ingatan itu, Barra segera membersihkan diri nya dan memasak untuk makan malam nya sendiri.


___


Jihan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat izin dari dokter, dia hanya luka ringan di kepala tak menyebabkan luka pada otak nya.


Kini Jihan, Cia berada di dalam satu mobil dengan Denis yang menjadi pengemudi dadakan, Jihan duduk di kursi tengah sendiri sedangkan Cia si pemilik mobil di samping pengemudi.


Tak ada obrolan singkat atau panjang di dalam mobil itu, Denis fokus menyetir, Jihan sibuk dengan ponsel dan Cia yang menatap jalanan sore dari kaca mobil.


"Lo beneran gak balik ke apart Ji?" tanya Denis akhirnya membuka suara, dia tak tega dengan Barra yang ditinggal sendiri di apartemen walau sebelum menikah pun memang sudah sendiri.


"Hm" jawab Jihan berdehem tanpa minat, bahkan agak cuek. Terdengar helaan napas pelan dari hidung Denis.


"Terus lo besok sekolah gimana? kan seragam lo dirumah gue udah gue balikin" sahut Cia menoleh ke belakang.


Jihan melirik sekilas Cia. Lalu mengetik sesuatu di ponsel nya tanpa menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut Cia.

__ADS_1


"Yauds, anter ke apart aja DePra" cebik Cia membuat Denis dan Jihan sama mengernyit alis heran dengan satu kalimat di akhir.


"Siapa DePra?" tanya Jihan dan Denis bersamaan.


"Denis Praditha" jawab Cia melirik Denis sekilas. Jihan yang mendengar itu seketika menahan tawa dengan menggembungkan pipi nya.


"Kenapa harus DePra?" tanya Denis melirik sekilas Cia dan kembali menatap jalanan di depan.


"Gue males manggil lo Den, yang ada entar kek pembantu gue, klo Nis berasa Nissa Sabyan, jadi gue panggil DePra aja" jelas Cia membuat Jihan terbahak di kursi tengah.


"Kan bisa Denis aja, Grecia Dagittia" jengah Denis memutar bola mata malas. Cia mengedik bahu acuh.


Beberapa menit telah berlalu akhirnya Jihan, Cia, dan Denis sampai dirumah megah keluarga Dagittia.


Denis dan Cia seperti seorang yang ketahuan mencuri.


"Ee.. gue tadi dikasih tau ma Cia pas di rumah sakit tadi, jadi gue tau" jawab Denis berbohong. Denis sering kerumah Cia walau baru beberapa minggu.


"Oh"


Denis bernapas lega dengan pelan sambil mengelus dada, lalu melirik tipis Cia yang nampak lega juga.


Dikamar Cia


Jihan mondar mandir di depan cermin, Cia sedang berada diluar mengantar Denis yang mau pulang. Jihan sempat tak percaya kalau Denis sangat akrab dengan Daddy nya Cia.

__ADS_1


Pikiran Jihan berkelana memikirkan pemuda yang membuat nya masuk rumah sakit, walau itu karena tidak kesengajaan.


"Dia udah makan belum ya? pasti baju nya dia pake asal karna gak ada yang milihin baju yang cocok" gumam Jihan dengan tatapan khawatir.


Ceklek


Kreit


Cia masuk dengan sebuah nampan berisi dua cangkir susu coklat dan roti beberapa potong tentunya ada selai nya juga.


"Mikirin Barra ya?" tebak Cia mengagetkan Jihan.


"Gak, mana ada" elak Jihan tak menatap Cia yang berjalan ke nakas untuk menaruh nampan itu disitu.


"Gue tau lo khawatir, Jihan" ucap Cia mendekati Jihan dan menepuk kedua pundak Jihan, Jihan sedang tak memakai kerudung.


"Lo gak usah ngomong gitu deh, gue lagi gak mood buat ngomongin dia" bantah Jihan menepis pelan kedua tangan Cia yang masih berada di kedua pundak nya, lalu berjalan ke balkon kamar Cia.


Cia menatap punggung Jihan dengan tatapan sulit diartikan. Gue sama Denis akan buat lo sama Barra kembali akur dan saling menyatakan cinta, gue tau lo masih ragu sama perilaku manis yang Barra kasih hampir dua bulan ini. Batin Cia bertekad membantu Jihan dan Barra.


Cia dan Denis sudah mulai merencanakan sesuatu sejak tadi saat Cia mengantar Denis sampai depan gerbang, karena Denis pulang naik taksi.


***


Author kekurangan ide!

__ADS_1


__ADS_2