Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 124


__ADS_3

"Barra ke apotek dulu" pamit Barra kepada Nenek dan Kakek yang baru saja menyelesaikan sarapan mereka, tanpa Jihan.


"Ingat bawa hp, takut nya istri kamu mendadak minta di belikan sesuatu" pesan Nenek Naira langsung diangguki oleh Barra.


"Pakai apa ke apotek nya Bar?" tanya Kakek Irfani mendongak menatap Barra yang sudah berdiri sambil merapikan kaos dan celana nya.


"Motor aja lah Kek" jawab Barra.


"Ya sudah sana, beli apa yang disuruh, kalau bisa lebih banyak, jangan cuma satu doang" sahut Kakek Irfani paham apa yang akan dibeli oleh Barra.


"Iya Kek, Barra langsung ke apotek dulu, assalamualaikum" pamit Barra di balas salam oleh Kakek dan Nenek nya.


___


Barra telah kembali dengan sekantong seblak, melewati Nenek dan Kakek yang sedang bersantai di teras rumah.


"Buat siapa itu seblak nya Bar? kan kamu tadi sudah makan?" tanya Nenek Naira saat Barra mencium tangan nya.


"Buat Jihan Nek" jawab Barra jujur.


Untung nya tadi setelah membeli tespack, Barra tak langsung pulang dan di tengah jalan saat hendak pulang, Jihan menelpon dan mengatakan ingin makan seblak.


"Ya udah sana kamu kasih ke Jihan, bilang juga tespack nya digunakan besok pagi saat matahari terbit" ucap Nenek Naira diangguki Barra.


Setelah itu, Barra segera pamit untuk menemui Jihan yang sudah menunggu di kamar mereka.

__ADS_1


Kreitt


Barra membuka pintu kamar dengan pelan, pemandangan pertama yang membuat nya tersenyum ialah ada setoples keripik di ranjang dengan para saudara lainnya yang berserakan.


"Laper banget ampe berantakan gitu" cetus Barra sembari masuk ke dalam kamar dengan senyum manis.


Jihan yang sedang fokus pada keripik kentang di tangan nya pun teralihkan menjadi ke arah asal suara.


"Nanti dibersihiin juga, sekarang mager" balas Jihan dengan enteng dan membuat Barra gemas dengan sang istri.


"Kok bisa banyak camilan? kamu turun ke dapur ya tadi sayang?" tanya Barra duduk di pinggir ranjang yang banyak bungkusan camilan.


"Enggak turun dari ranjang malah aku ni by" jawab Jihan menggeleng jujur sambil melahap keripik kentang.


"Lah terus ini camilan darimana? gak mungkin kan camilan nya datang sendiri" tanya Barra semakin dibuat heran.


"Trus?" tanya Barra setelah mencerna dengan baik penjelasan Jihan.


"Nenek cegah aku, katanya biar Bi Darmi yang ambilin camilan di kulkas, trus Nenek panggil Bi Darmi deh, trus-" jelas Jihan terhenti karna mata nya tak sengaja menangkap sebuah bungkusan ditangan Barra.


"Itu apa?" tanya Jihan penasaran.


Barra ikut melirik bungkusan seblak yang dilirik oleh Jihan, lalu menatap Jihan dengan alis sebelah terangkat.


"Kan kamu yang pengen" jawab Barra menyodorkan bungkusan seblak itu ke hadapan Jihan, langsung diterima dengan binaran tentunya.

__ADS_1


"Ini yang gue tunggu sejak tadi" cicit Jihan dengan antusias seperti anak kecil yang baru saja mendapat permen banyak.


Barra tersenyum seraya mengelus puncak kepala Jihan yang tertutup kerudung. "Bentar aku ambilin mangkok" ucap Barra mencegah Jihan untuk mengigit bungkusan seblak.


Jihan yang memang tak pernah memakan seblak itu hanya menurut, dia tidak tau bahkan bentuk nya baru kali ini mengetahui, entah kenapa kata-kata seblak muncul di dalam otak nya setelah menjelajahi sosial media.


Barra segera mengambil mangkok yang memang tersedia di dalam kamar nya, dan pasti nya sudah di cuci.


"Kok bisa ada mangkok di dalam kamar?" tanya Jihan dengan heran.


"Kalo aku makan mie atau yang berkuah, trus males turun buat balikin mangkok ke dapur, ya ku taroh di kamar aja" jawab Bara dengan santai.


"Dah di cuci belom nih?" tanya Jihan curiga.


"Dicuci lah sayang, nih sendok nya juga" jawab Barra memberikan mangkok dan sendok pada Jihan.


Jihan pun menerima dengan sedikit ragu, lalu mencoba membuka bungkusan seblak dibantu Barra.


Satu suapan seblak masuk ke dalam mulut Jihan, mata Jihan membola setengah.


"Kenapa?" tanya Barra merasa heran dengan wajah Jihan yang nampak terkejut.


"Pedes" cicit Jihan setengah meringis tapi tetap mengunyah seblak itu walau pedas.


"Kan seblak emang pedas, sepedas mulut readers yang marah karna author nya lama gak up"

__ADS_1


Saya kena lagi😓


__ADS_2