
SMA Dharma Bakti
Tringgg
Bel masuk jam kedua telah berbunyi yang arti nya waktu istirahat telah usai, dan seluruh siswa/i di harapkan masuk kembali ke dalam kelas masing masing tanpa ada niat bolos.
Di kelas Jihan dkk.
Jihan bersama Cia sedang asik mengobrol ria di bangku mereka sesekali tertawa kecil mendengar ocehan dari satu sama lain, di antara Adiba Ersa dan Cia yang paling dekat dengan Jihan yaitu Cia, selain karena sebangku mereka juga memang lebih nyaman komunikasi dari dulu.
"Selamat pagi semua nya" Bu Rindi guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan menjabat sebagai wali kelas di kelas XII ips 3 yang sekarang adalah jam nya BuRin masuk.
"Pagi bu" ucap satu kelas serempak dan kembali duduk di bangku masing masing, Bu Rindi pun masuk ke dalam kelas dengan anggun sambil menenteng tas branded berbahan kulit manusia eh kulit sapi deng, canda kulit🙊.
"Bu, buku materi nya mana?" tanya Jihan mengalihkan pandangan nya ke tangan Bu Rindi yang kosong hanya membawa tas branded itu saja.
Pertanyaan dari Jihan spontan membuat satu kelas menatap tangan Bu Rindi di depan yang memang kosong, bahkan Bu Rindi terlihat acuh.
__ADS_1
"Karna buku materi nya banyak, jadi ibu minta ketua kelas sama wakil ketua ambil ke ruang guru" titah Bu Rindi tanpa menghiraukan Jihan yang mendengus sebal dan mengerucut kan bibir cemberut.
"Krik krik.. krik krik.." tiba tiba saja suara hewan kecil yang pandai melompat ke sana ke mari itu berbunyi. Ralat, lebih tepat nya suara Adiba yang dengan tampang tanpa dosa bersuara.
"Mana ketua kelas nya? wakil ketua nya juga?" tanya Bu Rindi sedikit meninggi kan intonasi suara nya yang sudah mulai emosi.
"Ibu lupa atau pura pura lupa sih? kan mereka ikut lomba di luar kota, kan di kelas ini cuma ada empat manusia smart, salah satu nya Jihan dan Cia yang ga ikut lomba dengan alasan MAGER" jelas Oqi, si bendahara yang cerewet nya hampir seperti Adiba, dia menjelaskan panjang lebar dan menekan kata akhir nya sambil melirik dua manusia yang seperti tak mendengar apapun di pojokan.
"Jadi Zuhair dan Afkar ikut lomba? keduanya kan memiliki tanggung jawab besar di kelas, kalau tidak ada ketua kelas ya paling tidak wakil nya lah yang menjaga agar tidak ribut, tapi ini kenapa mereka yang memiliki tanggung jawab malah yang ikut lomba?" tanya Bu Rindi tak percaya, Bu Rindi memang tidak tahu menahu tentang perlombaan apa, karena beliau izin beberapa minggu akibat sakit, dan baru sehat kembali hari ini.
"Kan ada yang di amanahin buat jaga kelas bu" jawab Maria enteng dan ikut menyahuti seperti Oqi.
"Tuh" jawab satu kelas serempak menunjuk Jihan dengan telunjuk masing masing. Jihan merasa di tunjuk pun mendongak menatap ke depan dimana Bu Rindi berdiri.
"Ketua kelas nya nitip sama Jihan bu" ucap satu kelas serempak dengan suara masing masing.
Jihan dengan santai dan enteng mengangguk tanda benar, Bu Rindi nampak menghela napas panjang dan membatin.
__ADS_1
Bisa jadi dunia terbalik nih kalo Jihan yang jaga ni kelas, aku pilih yang mana ya biar dunia ips 3 ga riuh, sudah di pasti kan ini dunia sebentar lagi terbalik karena ajaran absurd binti nyeleneh punya Jihan, lagipula Jihan kan akan aku bawa ke SMA Merdeka sebentar. Begitulah batin Bu Rindi bersuara.
"Selain Jihan adakah yang di amanahin?" tanya Bu Rindi. Yang ditanya hanya menatap cengo ke arah guru sekaligus wali kelas mereka yang memiliki sifat cuek dan pasti nya masih single karena kecuekan nya pada apapun kecuali kelas 12 ips 3.
"Emang kenapa bu kalo Jihan yang di amanahin?" tanya Oqi balik setelah saling pandang dengan teman satu kelas nya memberi isyarat.
"Jihan mau ibu bawa ke SMA Merdeka sebentar sama Sadiba juga, ada yang mau minta tolong sama mereka berdua, dan ini langsung dari wali kelas SMA Merdeka disana" jawab Bu Rindi menjelaskan panjang lebar.
Mata Jihan dan Adiba membola kaget, mereka anak baru yang baru masuk beberapa bulan lalu dan sekarang sudah di minta tolong kan oleh SMA sebelah, nasip.
"Wali kelas berapa bu kalo boleh tau?" tanya Adiba penasaran. Dia kaget tapi dia menyukai hal itu karena dia belum pernah sama sekali ke SMA Merdeka.
"12 ips 1, mereka ada kegiatan dalam kelas yang membutuhkan juri, dan wali kelas nya minta tolong sama ibu buat bawa kalian berdua ke sana" jawab Bu Rindi jujur.
Jihan dan Adiba nampak menimbang nimbang, disela berpikir mereka, muncul sebuah ide licik yang membuat kedua nya bersemangat.
"Okedeh bu, kami ikut" seru Jihan dan Adiba bersamaan.
__ADS_1
"Tidak usah bawa tas" ucap Bu Rindi dengan tegas. Membuat Jihan sedikit tak bersemangat tapi dia ounya rencana lain agar bisa bolos, jarang jarang Jihan punya niat bolos.
Ga apalah, kan bisa minta bawain Cia tas gue ke apartemen, xixixi. Batin Jihan cekikikan. Sedangkan Adiba nampak berpikir seperti itu juga, dia bahkan sudah memberitahu Ersa dan diangguki dengan malas oleh Ersa.