
Barra menunggu Jihan yang baru beberapa menit berteriak mengatakan siap dari dalam kamar mandi.
"Arghh! gak sabar" seru Barra dengan semangat menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup.
"Lama banget sih yank? gak kedinginan kah?" tanya Barra sedikit berteriak, siapa tau Jihan mendengar teriakan nya.
"Bentar lagi" sahut Jihan dari dalam kamar berteriak. Barra mendengar jawaban Jihan pun bernapas lega.
Daripada menunggu Jihan dengan duduk di sofa lebih baik dia memainkan ponsel nya sejenak untuk menunggu Jihan keluar.
Sementara Jihan di dalam kamar mandi, memperhatikan lekukan tubuh nya yang cukup pas di baju transparan yang sangat menggoda iman.
"Kek plastik transparan anjir lah" protes Jihan menatap pantulan diri nya sendiri di kaca kamar mandi yang memang tersedia.
"Untung aja lingerie nya sekaligus daleman jadi masih aman, eh tapi kok bisa.. bukan nya Barra seharian ma gue?" lanjut Jihan cukup bingung.
"Kalo lingerie ini dibeli sama bang Nendra berarti.. eee.. kok otak gue setelah ujian selesai jadi lemot gini sih? argh tau lah!" ucap Jihan tak mau memperpanjang protesan yang akan membuat nya menggigil.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dengan pelan, hingga kepala Jihan menyembul keluar dengan tatapan waspada.
"Maling apa kau yank? ampe kek begitu heh" tegur Barra terkekeh gemas melihat tingkah Jihan yang seperti orang baru mencuri sesuatu.
__ADS_1
"Serah ku lah" ketus Jihan membuka lebih lebar pintu dan terpampang tubuh nya yang tertutup lingerie yang ditutup handuk mandi.
"Kenapa harus pake handuk mandi segala? tadi mandi kah sampe harus pake handuk hm?" tanya Barra berdiri dari sofa dan meninggalkan ponsel nya yang terus berdering.
"Ngg-nggak kenapa napa.. cuma biar kek di novel novel gitu by, cewek nya pake handuk mandi keluar kamar mandi trus cowok nya itu-" ucap Jihan tercekat karena Barra sudah berada di depan nya.
"Cowok nya kenapa sayang?" tanya Barra menatap Jihan dengan tatapan lapar.
"Cow-cowok nya kayak kamu sekarang" jawab Jihan gugup, dia tak pernah segugup ini berada di dekat Barra.
Barra tersenyum menggoda. Tangan nya terangkat untuk menarik rambut Jihan yang menutupi wajah cantik Jihan ke belakang telinga si pemilik rambut.
Jihan menunduk tak mau menatap wajah Barra yang seperti sudah tak tahan ingin menerkam mangsa nya.
Barra memegang dagu Jihan dengan lembut lalu mendongak kan kepala Jihan dengan pelan agar dia bisa menatap wajah istri nya yang tak pernah kekurangan apapun.
"Kamu beneran siap?" tanya Barra sekali lagi, dia tak mau membuat istri nya merasa terpaksa memberi kan nafkah batin.
Jihan mengangguk yakin walau rasa takut dalam hati nya tapi dia kubur dalam-dalam ketakutan itu agar Barra tak bersalah.
Detik berikut nya, Jihan membuka handuk mandi yang melilit ditubuh nya dengan tangan nya sendiri tanpa aba aba.
Barra kaget tapi sekaligus senang karna Jihan seperti benar benar yakin. Dan Barra pun memulai dengan mengecup kepala Jihan dan membisikan niat sebelum melakukan ritual.
__ADS_1
Kemudian turun ke kelopak mata secara bergantian, lalu hidung, pipi kanan dan kiri, dan yang terakhir tempat yang menjadi candu untuk nya, bibir.
🔥WARNING!! DIBAWAH 18TH HARAP SKIP!!🔥
Me*umat secara lembut dan membuat Jihan mengikuti lu*atan itu karna sudah sama sama siap lahir batin.
Barra menarik pinggang Jihan agar mendekat dengan tubuh nya yang masih tertutup kaos dan celana rumahan panjang.
Menuntun ke ranjang tanpa melepas pag*tan bibir itu, setelah dirasa kaki Jihan mengenai kaki ranjang, dengan pelan Barra membaringkan tubuh Jihan dan tubuh nya ke ranjang.
Karna merasa kedua nya kehabisan pasokan napas, ciuman itu pun terlepas sejenak untuk menghirup udara, kemudian bibir Barra turun ke leher mulus Jihan dan memberi isapan kecil, jilatan, serta tanda kepemilikan.
Srekk
Gunanya lingerie untuk apa, padahal baru dipakai huhu.. dasar pemboros!. Batin Jihan setengah memaki Barra yang merobek lingerie yang dia kenakan.
Barra memainkan dua lonceng itu secara bergantian, tapi kedua nya selalu dapat kehangatan, bukan hanya dari mulut Barra tapi dari rema*an tangan Barra juga.
Jihan berusaha sekuat tenaga nya untuk tidak mend*sah sampai sampai dia menahan napas saat merasa seperti ada sengatan listrik dan tarikan dari dada nya.
Tangan Barra yang satu nya sudah berapa lama berada di atas gedung perpustakaan yang sebentar lagi akan di jebol oleh maling 😋😋.
Membuka kain penutup terakhir dan,...
__ADS_1
🔥KARENA GUE MASIH DIBAWAH UMUR, SO BABAY🔥