Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 87


__ADS_3

Malamnya.


Cia izin sebentar untuk keluar kepada Jihan, dan diiyakan oleh Jihan yang masih terlihat murung dan tak bersemangat.


Di depan gerbang, nampak Denis dengan motor nya yang matikan agar tidak membuat suara nyaring yang dapat membangunkan para penghuni komplek.


"Kenapa gak pake mobil aja sih? kalo gini kita jalan ampe belokan komplek kan" keluh Cia sambil menenteng helm di pinggang samping.


Sedangkan Denis mendorong motor nya seperti kehabisan bensin. "Gue tadi gak pulang, gue di apart nya Barra noh jagain tu anak mabok" balas Denis membuat Cia menoleh kepada nya.


"M-mabok? mak-maksud lo Barra minum alkohol gitu?" tanya Cia tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Ini pertama kali nya Barra minum alkohol, huftt.. bahkan tadi dia hampir ngerokok, dia se-frustasi itu karena ditinggal sama Jihan" jawab Denis didahului dengan anggukan baru menjelaskan.


Cia tak menyangka, mereka harus bergerak cepat agar Jihan dan Barra kembali akur, Barra sudah mulai nekat dan frustasi yang membawa nya ke jalan yang salah.


"Kita harus cepet cepet ke studio buat ambil hasil foto tadi sore, gue gak mau Jihan ikut sedih bahkan dia tadi sampe ngira kalo yang lo pake anter gue tadi sore itu Barra, karena lo make motor dia" cetus Cia membuat Denis menghela napas panjang.


Sesampainya di studio, Cia dan Denis pun langsung masuk setelah periksa kesehatan di pos satpam samping studio.


"Ci, lo ikut masuk at-" ucap Denis dipotong cepat oleh Cia.


"Ikut" cela Cia tak mau dibantah.


Denis menghela napas pelan lalu mengangguk pelan. Menggandeng tangan Cia dengan mesra membuat Cia salah tingkah.


Masuk ke salah satu ruangan yang nampak ramai, dan berdiri di ambang pintu yang baru saja Denis geser ke samping.


Fotografer itu langsung bangkit dari kursi nyaman nya setelah mengetahui siapa yang datang. Fotografer yang sama dengan orang yang awal.


"Tuan Denis kesini pasti mau ambil hasil potret nya kan?" tanya fotografer menebak dengan tepat. Denis mengangguk dua kali sebagai jawaban.

__ADS_1


"Ini hasil potret yang saya ambil, dan ini potret yang tuan ingin jadikan pajangan kamar" jelas fotografer itu mengelompokkan beberapa lembar foto di kanan dan kiri.


"Thanks" ucap Denis singkat tapi tulus. Lalu menaruh beberapa lembar uang merah di atas meja setelah Cia mengambil foto-foto yang di berikan oleh fotografer.


"Ini terlalu banyak tuan" ucap fotografer mengembalikan beberapa lembar pada Denis. Tapi Denis menolak.


"Ambil, anggap itu hadiah karena hasil nya begitu bagus" puji Denis menolak uang yang di kembalikan oleh fotografer itu.


Walau dengan raut datar dan dingin, tapi Denis mengucapkan tiap kata dengan tulus dan dari hati, hanya Cia yang membatin nyeleneh.


"Baik tuan, akan saya terima uang ini. Terimakasih tuan dan nyonya" balas fotografer itu sungkan kepada Cia dan Denis.


Cia dan Denis pun pergi dari studio dengan tangan masih berpegangan, hingga sampai di depan satpam tempat awal pengecekan suhu tubuh baru lah gandengan itu dilepas oleh Cia karena merasa gerah.


"Langsung ke sekolah nih?" tanya Denis berada di atas motor dan Cia hendak naik ke motor.


"Sekolah siapa? MDK atau DB?" tanya Cia balik.


"Di sana" jawab Cia nyeleneh.


Denis berdecak kesal. "Sana mana?" tanya Denis dengan begitu sabar menghadapi Cia sekarang yang entah sengaja atau memang lola.


"Ya disana" jawab Cia tanpa bersalah sama sekali.


Denis menghembuskan napas kasar. Dia pun segera melajukan motor nya ketimbang meladeni Cia yang masih tanpa rasa bersalah karena berhasil membuat Denis kesal setengah hidup nya.


"Kalo gak cantik lo udah gue buang dah ke lautan" gumam Denis tanpa didengar oleh Cia karena bunyi motor nya dan jalanan yang masih sedikit ramai.


___


Keesokan Harinya.

__ADS_1


Cia dan Jihan sudah berada di gerbang sekolah, banyak yang bergerumun di mading melihat apa yang baru ditempel di mading.


Awalnya Cia mengajak Jihan ke mading dengan alasan penasaran, tapi Jihan tak menggubris dan malah berjalan santai tanpa penasaran ke kelas.


Hingga salah satu murid ada yang berbicara tentang apa yang ada di mading, sontak mendapat perhatian dari Jihan.


Dan Cia bersyukur dan berterimakasih dalam hati dengan murid yang seperti nya adalah salah satu lambe turah +62 🙂.


"Eh gue tadi baca tuh berita baru di mading, Barra si anak sekolah sebelah yang terkenal bengis dan gak mandang bulu itu boncengan sama cewek"


"Hah?! seriusan lo? gue kemarin malah ngeliat loh si Jihan anak 12 ips 3 itu di salim sama Barra loh, gue kira Jihan loh yang lagi deket sama Barra eh tau tau nya cuma friendzone"


"Jihan kena goshting yaw, hahahaha"


"Hahaha.. ketawain aja gue" sahut Jihan ikut tertawa diawal tapi tawa hambar, dan wajah nya berubah menjadi merah menahan emosi.


"Lah ini orang nya, dia udah ada ngeliat berita baru gak sih?" bisik siswi lain pada yang lain sesekali melirik Jihan yang nampak emosi.


"Ji, lo udah ada liat berita baru gak di mading?" tanya siswi ber-rambut di kuncir atas satu.


"Berita apa? tentang apa?" tanya Jihan dengan datar dan mencoba untuk mengontrol emosi nya.


"Tentang Barra, katanya sih dia kemarin kepergok sama seseorang lagi boncengan sama cewek" jawab siswi itu membuat kedua tangan Jihan terkepal erat.


"Cewek itu siapa?" tanya Jihan dengan suara serak.


"Gak terlalu jelas di foto itu, yang pasti itu mirip banget sama Barra, kalo cewek nya asing banget sumpah dari belakang" jawab siswi lain dengan polos.


Sedangkan Cia disamping Jihan, berusaha untuk terlihat penasaran juga, padahal dia bersorak bahagia karena ekspresi yang Jihan tampilkan itu seperti harapan nya.


Bukan hanya di SMA Dharma Bakti, SMA Merdeka pun sama heboh nya, tapi si yang di ceritakan di berita tak masuk, karena Barra pusing habis minum alkohol yang begitu banyak.

__ADS_1


__ADS_2