
Cia menaiki tangga panggung dengan mulut yang tak pernah berhenti berdumel dengan kesal karena Jihan, sama seperti Denis yang langsung melompat dari tangga panggung sebelah nya dengan diam walau hati menggerutu dengan kesal.
Sesampai nya di pertengahan dengan langkah bersamaan dan gerakan yang sama, kedua nya mengambil mikrofon yang tersedia lalu mengetuk mikrofon itu untuk mengetes hidup atau tidak.
"Tes tes satu dua tiga" tes kedua nya bersamaan. Sontak saja membuat kedua nya saling pandang dengan alis ternaik sebelah.
Menjauh kan mikrofon agar pembicaraan kedua nya tak di dengar oleh orang lain. Kedua nya saling mendekat dengan tatapan sulit di arti kan.
"Lo-" ucap kedua nya terhenti, merasa salah tingkah di buat oleh sendiri.
""Ladies first" cetus Denis dengan nada halus dan lembut.
Cia mengangguk kecil.
"Lo mau nyanyi juga?" tanya Cia singkat sesekali melirik pelaminan yang terdapat Jihan dan Barra yang masih sibuk menyalami para tamu.
"Gue disuruh mempelai laki laki nya, kalo lo? Eh btw kita belum kenalan, kenalin nama gue Denis" jawab sekaligus tanya Denis dengan mengulur kan tangan kanan.
__ADS_1
Cia menatap tangan Denis sebelum menerima uluran itu.
"Grecia, call me Cia. Sama kayak lo, gue diminta sama mempelai wanita nya buat nyumbangin suara fals gue ini" jawab Cia di akhiri kekehan kecil.
Keadaan tangan yang masih menyatu mereka berbicara dengan pelan agar tidak di di dengar dan di ketahui oleh para tamu.
"So, duet?" tawar Denis enggan melepas tangan Cia yang begitu halus dan mungil.
"Lagu apa emang?" tanya Cia melirik Jihan yang berada di pelaminan sedang tersenyum menyeringai layak nya mengejek.
"Hari bahhagia nya Atta Aurel? Mau kah? Cocok buat situasi hari ini" usul Denis menatap Cia yang tinggi nya sedagu nya saja membuat sedikit menunduk.
"Oke deh. But, bisa lepasin tangan gue ga? Gerah soal nya" tanya Cia menyadari akan tangan mereka yang masih saling bertaut.
Denis salah tingkah dan melepas tautan jari mereka walau ada rasa tak rela saat melepas tapisebisa mungkin dia tahan.
"Ehem! Uhuk uhuk!" seru Denis sengaja mendekat kan mikrofon agar tamu mengalih kan pandangan ke panggung untuk sejenak.
__ADS_1
Cia yang berada di samping Denis hanya bisa menahan tawa karena ulah Denis yang mencoba mencari muka di depan tamu yang sibuk dengan raja dan ratu untuk hari ini.
"Damn it!" umpat Denis merasa tak ada yang memperhati kan nya, untuk umpatan itu hany di dengar oleh Cia karena mikrofon sudah di jauh kan agar tidak ada yang mendengar umpatan itu.
Plak
Cia menggeplak lengan kanan Denis sedikit keras hingga menimbul kan suara. Denis meringis kesakitan sambil mengusap bekas geplakan Cia.
"Sakit Ci!" ringis Denis pelan dengan tampang sesedih mungkin.
"Salah sendiri, pen cari muka di depan tamu, mana pake segala acara sengaja batuk segala lagi, ga epic lo punya cara!" tegur Cia dengan tampang sebal. Denis cengir kuda menanggapi teguran Cia.
"Yaa sapa tau mereka bakal fokus ke gue sementara" elak Denis tak mau di salah kan. Cia mendengus kesal, untuk pertama kali nya ada cowok yang bisa membuat seorang Cia yang dingin dan cuek itu kesal.
"Udah lha! Skip! Noh liat tuh si Jihan ma temen lo tuh, mereka senyum ngejek gitu anjirt! Sengaja nih mereka" sungut Cia menunjuk Jihan dan Barra dengan dagu nya.
"Anjirt! Bangs*t gue baru nyadar! Yoda lha gue ngalah ae." pasrah Denis saat melihat Barra yang tersenyum miring dengan menyeringai yang sangat di kenali oleh Denis.
__ADS_1
"Jadi duet kita?" tanya Denis kepada Cia. Cia mengangguk dua kali tanpa menjawab.