Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 30


__ADS_3

Barra meleset melaju melewati lawan nya lain, hanya tersisa satu pengendara yang selalu menghalangi motor sport Barra. Tapi bukan Barra namanya bila dia kesal dan memikirkan ide licik yang akan membuat dirinya rugi.


Hingga terlihat garis akhir di ujung jalan, Barra dan lawan nya masih berselisihan dan saling saling menyalip menambah kecepatan.


Dan....,


Wush


Wush


Dua motor sport secara bersamaan melewati garis akhir, dengan gerakan cepat membuat para penonton bersorak gembira bahkan bertos ria tanpa berkenalan lebih dulu.


"Saingan baru buat Barra" seru anggota HORSE BLACK sedikit murung karena ketua mereka kalah laju tapi tetap memang.


Barra berhenti bersama lawan di samping nya, lalu membuka helm fullface dan terlihat lah wajah kedua nya yang tampan nya hampir sama hanya saja masih lebih tampan Barra di bagian mata, sedangkan lawan nya itu lebih tampan di bagian bibir yang tebal dan sexy.


"Hadiah pemenang nya apa?" tanya Barra kepada panitia pertandingan itu yang masih di rahasia kan, dengan tampang datar dan dingin tentu nya.

__ADS_1


"Ini" jawab panitia itu menunjuk dua wanita seksi di samping kanan dan kiri nya. Barra tersenyum miring, dia sudah bisa menebak hadiah nya adalah kenikmatan bersama j*lang.


Lawan Barra yang seri dengan Barra melangkah mendekat dengan tampang setengah kesal dan satu alis naik ke atas. Saling pandang dengan Barra sekilas lalu menatap dua wanita seksi di hadapan mereka secara bergantian.


"Nama lo siapa?" cetus Barra tanpa menatap lawan bicara nya yang berada di samping. Pemuda itu menatap sekilas Barra lalu menatap wanita di hadapan nya yang menggoda iman.


"Diego Syahputra, panggil gue Diego, lo?" sahut Diego dengan tampang santai.


"Barra." jawab Barra singkat. Diego mangut mangut singkat.


"Berapa jam?" tanya Diego to the point pada panitia dan mulai tertarik pafa salah satu nya.


Barra menatap jijik wanita di hadapan nya, lalu menatap panitia itu dengan datar dan dingin. Barra bukan lelaki keranjang atau lelaki yang suka main ke perempuan manapun, Barra juga masih menjaga Vovo nya agar bisa mendapat pekerjaan yang menetap di satu ruangan. Xixixi


"Buat lo aja" tolak Barra mentah mentah dan memberi kan wanita di hadapan itu pada panitia yang mengadakan pertandingan balap liar, dia tau panitia dihadapan nya ini tak bisa menetap dengan satu wanita.


Para pendengar yang mengerubungi Barra beserta panitia dan wanita seksi itu menatap tak percaya Barra, bahkan Barra menolak tanpa ragu dan sangat ringan.

__ADS_1


Azkan dkk tersenyum lega karena Barra menolak j*lang itu tanpa ragu, mereka tak mau Barra menjadi bekas orang lain sebelum menjadi seutuhnya bersama Jihan, dan karena ketiga sahabat nya lah Barra bisa menjaga keperjakaan nya hingga sekarang walau notabene nya sudah sah menjadi suami dari Jihan.


Tanpa banyak cincong lagi, Barra segera keluar dari kerumunan sambil melirik jam tangan di pergelangan kiri nya dan terlihat jam menunjukkan pukul 1.30 malam yang artinya hanya tersisa beberapa jam saja untuk Barra bisa tidur.


Melajukan motor sport nya ke rumah Jihan, karena tak mungkin dia akan pulang ke apartemen yang pasti akan membuat Ayah Elan dan Bunda Lifah bertanya tanya dan benci karena sudah meninggalkan Jihan sendiri di malam pertama pernikahan mereka.


___


Barra berjalan mengendap endap di sepanjang anak tangga, dengan sepatu ditenteng tak mungkin dia pakai yang akan membuat suara yang bisa membangun kan para penghuni rumah.


Dengan keadaan gelap Barra mencari kamar Jihan, dia tak terlalu ingat dengan kamar Jihan karena baru pertama kali naik ke lantai atas. Keraguan muncul saat melihat dua kamar yang paling pojok dengan berhadapan.


Kanan atau kiri?


Barra mencoba membuka kamar di sebelah kanan dengan pelan lalu mengintip benar kah itu kamar sang istri, atau...,


Deg

__ADS_1


"Kamar kakak Jihan" gumam Barra menepuk jidat nya pelan sembari keluar dari kamar itu dan menutup pintu kamar dengan pelan agar tidak ada suara.


Kamar yang dimasuki Barra adalah kamar Rediva. Lampu yang masih menyala dan posisi tidur Rediva yang sangat sensual membuat Barra geleng geleng kepala menghilangkan otak nya yang traveling.


__ADS_2