Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 121


__ADS_3

"Happy birthday Diba!!"


Adiba terpaku menatap para sahabat nya yang berada di panggung pelaminan dengan sepotong kue ulang tahun ditangan Ersa.


Cia oun segera turun menghampiri Adiba yang mematung diam tak bersuara sama sekali. Dan menarik nya kembali ke atas panggung pelaminan.


Tepat di hadapan kue ulang tahun itu Adiba berdiri sambil menatap kue itu dengan mata berkaca-kaca, dia tak menyangka ulang tahun yang ke-18 nya akan dirayakan.


"Hbd Diba" cetus Jihan dihadapan Adiba dengan senyum manis.


Adiba menatap Jihan dengan tatapan sulit diartikan. Apa ini rencana mereka? pikir Adiba.


Jihan yang paham tatapan itu langsung memeluk sekilas Adiba dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Sebenarnya gue tadi cuma ngeprank lo doang hehe" jelas Jihan cengengesan menampilkan deretan gigi putih nya.


"Mereka juga gue suruh tutup mulut dan gak bongkar sama sekali, pengen nya sih dua hari yang lalu ngerayain ultah lo, tapi karna lo sibuk ngurus nikahan lo ini, jadi ya ditunda jadi hari ni deh tepat dihari bahagia lo sama Azkan" jelas Jihan panjang lebar.


Adiba sudah bertambah sejak dua hari yang lalu, tapi seperti Adiba terlalu fokus dengan acara pernikahan yang tinggal menghitung hari, sampai-sampai dia lupa.


"Ja-jadi lo boong tentang perasaan lo tadi?" tanya Adiba dengan bergetar.


"Ya gak lah, gue mah suka dan cinta ma suami gue, Barra gak ada yang lain" jawab Jihan sembari berjalan ke arah Barra dan bergelanyut manja di lengan Barra.


"Jadi dah kan prank nya selesai? ini tiup lilin Diba.. eh sebelum itu doa dulu, gue dah lama gak colek krim kue nih" cetus Cia dengan tangan nya yang gatal.


Adiba mengangguk dan memejamkan mata nya berdoa, dan doa nya hanya diketahui oleh dirinya dan allah, lalu membuka mata menatap kue ulang tahun dengan binaran.


Para tamu juga ikut bahagia, kenapa mereka hanya diam ya karna mereka juga di suruh Jihan untuk tutup mulut.


Adiba tak meniup kue ulang tahun menggunakan mulut nya melainkan dengan tangan nya seperti mengipas sate, aw jadi pengen sate 😋.


"Yey, waktu nya colek" seru Cia bersiap mencolek kue ulang tahun itu dan sasaran pertama nya ialah si yang berulang tahun.


Untung ya acara resepsi pernikahan nya di selenggarakan di hotel dan nanti malam jadi tak masalah untuk mereka kotor karena krim kue.

__ADS_1


Barra menarik Jihan yang masih bersih dari krim kue dan menjauh dari colekan krim, kedua pengantin sibuk mencolek bersama sahabat yang lain.


"By, kok aku dibawa kabur sih?" protes Jihan cemberut, dia juga ingin merasakan krim kue yang di colek di sekitar wajah.


"Jangan nanti kotor sayang" jawab Barra memperbaiki tataan kerudung Jihan yang sedikit miring akibat terpaan angin.


Mereka berdua berada di lantai atas yang kosong, jendela yang tinggi dan bersih itu terbuka keluar mengakibatkan angin masuk.


Jihan bertambah cemberut mendengar jawaban Barra, dia juga ingin merasakan keasikan colek krim kue ulang tahun.


"Yank, aku mau ngomong sama kamu" cetus Barra setelah terdiam beberapa saat karna dia fokus menatap wajah istri nya yang cemberut.


"Ya tinggal bicara, kan gue tetep denger lo ngomong apa" balas Jihan sedikit ketus bahkan bersedikap dada saking kesal nya.


Barra tak menanggapi balasan Jihan, dia mengambil kedua tangan Jihan yang terlipat bersedikap dan menggenggam tangan istri nya.


Jihan yang awal nya menatap ke arah luar jendela pun menoleh ke arah Barra yang menatap nya dengan tatapan serius tapi tersirat kelembutan dan penuh kasih sayang.


"Makasih" gumam Barra masih bisa didengar oleh Jihan.


"Karna kamu mau jadi istri aku" jawab Barra menunduk.


"Walau pernikahan kita diawali dengan perjodohan dari Ayah Bunda, tapi kamu bisa nerima pernikahan ini dengan ikhlas" lanjut Barra mendapat elusan dipipi oleh Jihan.


"Bagiku, apa yang sudah ditentukan oleh Ayah Bunda itu yang benar dan pasti baik buat aku" sahut Jihan sambil mengelus pipi Barra dengan lembut.


Barra mengecup singkat tangan Jihan yang mengelus pipi nya, dan memejamkan mata menikmati elusan yang diberikan oleh Jihan.


"Kalo kamu dikasih pilihan pertahankan atau tinggalkan, kamu milih yang mana? semisalnya aku gak baik dan selalu kasar sama kamu?" tanya Barra, sebenarnya berat menanyakan hal ini.


"Setiap orang pasti akan berubah pada waktu nya, dan aku yakin kamu pasti akan berubah seperti sekarang" jawab Jihan membuat air mata Barra menetes tanpa sadar.


"Kamu gak malu punya suami anak yatim?" tanya Barra benar-benar tak kuat.


"Ngapain malu? itu takdir sayang, kalo ada yang ejek kamu karna kamu yayim, udah gak punya Mama Papa itu mungkin karna mereka iri sama kamu" jawab Jihan dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kenapa iri? ya karna walau kamu yatim kamu punya banyak uang, kamu masih punya Kakek Nenek, dan kamu tu masih punya aku sebagai istri kamu yang paling cantik" lanjut Jihan diakhiri dengan gurauan, dia tak mau berlarut dalam kesedihan.


Barra tersenyum kecil sembari mencubit hidung Jihan dengan pelan. Lalu menarik tubuh Jihan ke dalam pelukan nya.


"Cieelah.. berduaan mulu," seru Ersa tiba-tiba muncul dari belakang Barra.


"Ganggu aja sih lo Er" gerutu Jihan melepas pelukan nya dengan Barra.


"Lo gak kasian sama gue yang jomblo ini?" tanya Ersa dengan raut pura-pura sedih.


"Dih lo kan punya Adnan" jawab Jihan merasa aneh dengan sikap Ersa yang berbeda dari biasa nya.


Ersa berdecak kesal dan memutar bola mata malas. "Dia aja kagak nembak gue, jadi ya gue belum punya siapa-siapa dong" balas Ersa dengan santai.


"Kenapa gak bilang dari tadi sih?" sahut Barra sedikit melirik ke belakang Ersa.


Ersa mengernyit alis, lalu memutar tubuh nya berbalik. Kaget? ya iyalah karna ada Adnan secara tiba-tiba muncul di belakang nya dengan senyum misterius.


"Anjir kaget saya" seru Ersa mengelus dada nya.


"Er, ikut gue kuy" ajak Adnan menarik tangan Ersa tanpa meminta persetujuan dari sang pemilik tangan.


"Kemana?" tanya Ersa hanya menuruti.


"Udah ikut aja, pasti lo suka deh" jawab Adnan mengedipkan sebelah matanya genit kepada Ersa, dan dibalas senyum tipis.


Jihan dan Barra saling pandang lalu terkekeh melihat tingkah Ersa yang berubah dari cuek dingin dan irit bicara menjadi sedikit banyak bicara, dan tingkah nya oun seperti anak kecil.


"Love you my wife" cetus Barra dengan tersenyum menatap Jihan yang berada di hadapan nya, kini hanya tersisa mereka berdua di lantai dua.


"Love me too" balas Jihan membuat Barra mencium bibir Jihan dengan gemas.


Jihan menerima ciuman itu dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Barra dan sedikit berjinjit agar Barra tak terlalu menunduk.


Disela ciuman mereka, kedua nya sama-sama tersenyum sembari me lu mat lidah satu sama lain, merasa dunia hanya milik berdua.

__ADS_1


Thank you for your presence that really makes my life flowery and happy, may you be the one for me forever. I love you too my husband.


__ADS_2