Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 123


__ADS_3

Barra hanya mengangguk patuh setelah mendapat pelototan dari Nenek nya, tatapan yang membuat nyali langsung ciut jika berhadapan dengan Nenek nya.


"Ji, kamu istirahat aja ya nanti sarapan nya biar bikin yang baru dan di antar oleh Bi Darmi ke kamar" cetus Nenek Naira kepada Jihan.


Jihan mengangguk pasrah, selain karna ini perintah Nenek Naira, dia juga sudah tak tahan mencium aroma makanan yang ada di meja makan.


"Barra tuntun dulu istri mu sampai ke kamar, baru setelah itu kamu ikut sarapan bersama Kakek dan Nenek" titah Barra langsung diiyakan patuh.


Jihan selama di tangga mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan menyuruh Barra untuk kembali ke meja makan, pasti Barra sudah kelaparan karna tadi pagi dia tak memasak bukan sengaja tapi memang bahan masakan di apartemen sudah habis.


Barra merasa telinga panas akibat cerocosan dari Jihan yang tiada henti nya menyuruh untuk kembali ke meja makan itu pun tanpa berkata-kata mengangkat tubuh Jihan.


"Weh.. melayang" seru Jihan seketika mengalungkan kedua tangan nya di leher Barra agar tidak jatuh.


"Turunin gak?!" ancam Jihan dengan melotot kepada Barra, tapi bukan takut Barra malah gemas dengan tingkah Jihan yang masih seperti anak sd.


"By, ayoklah.. turunin" rengek Jihan berontak di gendongan ala bridal style.


"Diem dulu yank, kalo kamu berontak jatoh nya kita gak di lantai ini aja tapi merosot dari tangga juga" balas Barra membuat Jihan tersadar mereka masih berada di tangga dan sedikit lagi mencapai ujung tangga.

__ADS_1


"Makanya turunin aku by, aku bisa jalan sendiri" rengek Jihan mengeluarkan puppy eyes kepada Barra, berniat memelas.


"Diem atau aku bikin kamu gak bisa jalan lagi seharian penuh?" ancam Barra dengan halus tapi penuh tekanan, Jihan yang awal berontak kini sudah diam di dalam gendongan Barra.


"Good wife" Jihan mencebik bibir kesal setelah mendapat dua kata yang dengan enteng nya Barra ucapkan.


Sampai di kamar, Barra menurunkan Jihan di tepi ranjang lalu berjongkok untuk menatap wajah Jihan yang masih cemberut dan tak bersuara.


"Kok diem?" tanya Barra memiringkan sedikit wajah nya agar bisa melihat wajah Jihan yang menunduk.


"Hey sayang" panggil Barra dengan halus dan lembut, tepukan pipi kiri Jihan dapat dengan pelan tanpa ada kata kasar sama sekali.


Jihan mendongak menatap Barra yang juga menatap nya. "Ya udah turun gih sarapan, pasti cape ya kan gendong aku" usir Jihan membuat Barra menatap lekat mata Jihan.


Dia sempat mendengar saat sampai di ujung tangga, Barra mengambil napas yang sedikit tersenggal-senggal, entah karna berat badan nya yang bertambah atau karna tangga rumah utama lebih panjang dari tangga apartemen.


"Jadi karna ini kamu diem?" tanya Barra diangguki dengan lirih oleh Jihan yang merasa bersalah karna membuat Barra mengeluarkan keringat dipagi hari.


"Hey, look my eyes! kamu itu gak berat sayang, malah ringan" ucap Barra dengan lembut dengan tatapan dalam pada bola mata indah Jihan.

__ADS_1


"Mungkin itu karna efek sudah lama aku gak olahraga jadi saat naik tangga cukup berkeringat, dan ketahuilah sayang.. tangga rumah ini seperti tangga ke surga, panjanggggg sekali beda dengan di apartemen" lanjut Barra sedikit bercanda niat nya membuat Jihan kembali tertawa, dan hasil nya bagus.


"Lawack" cibir Jihan dengan tawa kecil.


"Tapi memang benar sih, lagian tadi aku sekalian olahraga di pagi hari, kan dah berkeringat nih" balas Barra mengusap bekas butiran keringat yang ada di kening nya dengan kaos yang dia pakai.


"Ih jorok gak boleh gitu" tegur Jihan membuat Barra tersenyum.


"Nah gitu dong, jangan diem mulu.. gak asik tau kalo seorang Jihan istri dari Barra ini murung dan loyo, jangan kayak bts ya yang lagu nya loyo loyo, soalnya aku gak ada koyo" ucap Barra nyeleneh.


Cup


Jihan mengecup bibir Barra sekilas sebelum menjawab ucapan nyeleneh dari sang suami.


"Iya iya, dah sana balik ke meja makan.. sarapan dulu biar kenyang" usur Jihan sekali lagi.


"Kalau yang lebih kenyang, yang disitu" ambigu Barra melirik sekilas dua lonceng Jihan yang tertutup baju dan kerudung segitiga panjang.


"Ngaco!"

__ADS_1


"Hahaha"


Mesum mulu otak lu Bar😐


__ADS_2