
Adiba masuk dengan perlahan ke dalam ruang VIP yang nampak sepi dari luar, tapi saat di dalam nya Adiba cukup kaget karena terdapat Adnan serta sepasang paruh baya yang seperti nya orang tua Azkan.
Karena suara pintu dibuka membuat mereka yang di dalam ruangan menoleh serempak begitu juga Azkan yang berbaring di brangkar dengan kepala di perban.
"Assalamualaikum" salam Adiba dengan gugup melangkah mendekati brangkar tempat Azkan.
"Waalaikumsalam" balas mereka serempak dengan menatap Adiba dengan tatapan heran.
Adnan mengerti tatapan yang diberikan oleh Bunda Aila dan Ayah Adit langsung menjelaskan siapa Adiba.
"Om Tante.. ini Adiba, teman Azkan teman Adnan juga kok" jelas Adnan dengan menaikturunkan alis nya pada Azkan yang nampak memutar bola mata.
"Teman Azkan?" beo Bunda Aila nampak antusias.
Azkan mengira dirinya akan dimarahi karna bisa bisa nya berteman dengan seorang cewek, eh sejak kapan Azkan menganggap Adiba teman?
"Kok gak pernah kamu bawa ke rumah Az?" tanya Bunda Aila membuat Azkan kaget begitu juga Adnan.
"Bu-bunda gak marah?" tanya Azkan balik merasa aneh dengan tampang Bunda Aila yang malah senang.
"Ngapain Bunda marah? harus nya Bunda seneng dong kan kamu punya teman cewek, tiap hari liat muka Adnan Barra sama Denis bosen Bunda" cerocos Bunda Aila membuat Adnan tergelak bersama Ayah Adit yang diam saja dari tadi.
__ADS_1
Sedangkan Adiba hanya diam tak mengerti. Dia merasa dia salah jam besuk, karena bertepatan dengan orang tua Azkan yang menjaga.
"Bunda juga hampir ngira kamu suka sesama, tapi sekarang Bunda yakin kamu gak suka sesama" lanjut Bunda Aila mendapat dengusan kesal dari Azkan.
Adnan dan Ayah Adit masih terbahak bahak hingga mengeluarkan setitik air mata sambil memegangi perut nya, dan Adiba yang menunduk tak paham.
"Az masih normal kali Bun" jengah Azkan menatap ke kanan tepat dimana Adiba berdiri.
Drrt drrt
"Iya iya Bunda tau kok kam- siapa yang nelpon ya?" ucap Bunda terhenti karena bunyi ponsel dalam tas nya berbunyi.
...
...
BundaAila🌸 "Oke deh, aku sama suami ku keluar dulu biar kamu gak nyasar"
...
BundaAila🌸 "Iya waalaikumsalam"
__ADS_1
Tut
"Siapa Bun?" tanya Ayah Adit.
"Zah sama suami nya udah di sampe tapi mereka gak tau dimana ruangan Az" jawab Bunda Aila menatap sang suami nya.
"Oh ya udah, kita keluar dulu nungguin mereka diluar aja. kalian ngobrol aja dulu ya, nama kamu siapa tadi cantik lupa Om" ucap Ayah Adit menatap Adiba yang masih menunduk.
"Ad-Adiba Om" balas Adiba dengan gagu. Azkan melirik wajah Adiba yang nampak tegang. Ayah Adit mangut mangut.
"Nah Adiba disini dulu, ngobrol aja sama Azkan ya.." ucap Ayah Adit mendapat anggukan kecil dari Adiba.
"Ih gemes!" seru Bunda Aila mendekati Adiba dan mengangkat wajah Adiba dengan menangkup kedua pipi Adiba.
Bunda Aila seperti melihat seseorang yang sangat dia kenal saat menatap wajah Adiba yang bulat dan putih mulus.
Mirip sama Zahra. Batin Bunda Aila menatap lekat wajah Adiba.
"Bun! ayok.. kasian itu Zahra sama Dayat nungguin nanti malah tambah nyasar lagi mereka, bisa bisa nyasar ke ruang mayat" desak Ayah Adit menyebut nama Umi dan Abi nya Adiba.
"Eh iya Yah.. kamu ngobrol aja dulu ya sayang sama anak nya Tante" ucap Bunda Aila sebelum pergi dari hadapan Adiba.
__ADS_1
"Iya Tante" balas Adiba dengan pelan tapi itu membuat Bunda Aila semakin gemas.