Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 25


__ADS_3

Azkan terus berlari tanpa arah selain karena memang tidak jalan di perumahan komplek di rumah Jihan, juga karena pikiran nya sekarang hanya tertuju pada Adiba yang entah dimana keberadaan nya.


Hingga tak terasa arah langkah cepat nya itu membawa nya ke sebuah taman komplek yang asri dengan dikelilingi pohon apel, mangga, serta jambu yang memang ditanam oleh warga komplek tentunya.


Sedikit mengelilingi taman itu, mencari gadis berhijab yang berhasil membuat nya merasa bersalah untuk pertama kali dalam hidup nya, gadis yang pertama kali berani melawan nya, dan gadis pertama yang bisa membuat seorang Azkan yang dingin dan tak tersentuh itu kesal. Hanya karena sebuah pudding.


Mata Azkan menangkap sosok gadis berhijab berwarna di kursi taman seorang diri dengan membelakangi Azkan, Azkan bukan orang yang pelupa seperti Barra, walau pertama kali bertemu atau melihat pun sudah bisa Azkan ingat di dalam otak nya.


Mendekati gadis yang mana pundak nya naik turun dengan isakan tangis kecil, sampai di belakang gadis itu Azkan memperhatikan dari samping atas, dan terlihat Adiba yang memegang pergelangan tangan nya yang merah akibat cengkraman kuat dari Azkan.


Raut wajah Azkan semakin merasa bersalah, ingin rasa nya sekarang Azkan memeluk dan mengecup pergelangan tangan Adiba yang merah dan sedikit bengkak karena nya.


"Hiks.. Dia.. Cowok..Hiks.. Pertama yang bikin.. Gue.. Hiks.. Kesel.. Hiks.. Dasar cowok.. Hiks.. Hiks.. Sialan!.. Hiks.. Hiks" isak tangis bercampur ucapan Adiba yang mengumpat kesal kepada Azkan.

__ADS_1


Azkan mendengar perkataan Adiba hanya bisa menahan tawa dengan mengulum kedua bibir bawah dan atas ke dalam, pasal nya perkataan Adiba tak terlalu jelas karena lebih jelas suara sesegukan nya menggemaskan.


"Gue sumpahin tu cowok dapat cewek yang cerewet dan manja!" seru Adiba setelah isakan tangis dan seseguka nya berhenti, sambil menghasup air mata nya di pipi dan segera beranjak dari taman komplek.


"Iya, gue aminin. Karena gue suka cewek yang cerewet kayak lo" cetus Azkan mengamini seruan Adiba tentang sumpah jerapah, canda jerapah.


Adiba yang sudah berdiri tersentak kaget dan langsung mencari kesumber suara yang menyahuti seruan, dan menatap datar dengan mata sembab serta merah akibat menangis kearah Azkan yang terlihat bersalah.


"Ngapain lo ngikutin gue?" tanya Adiba dengan nada ketus dan memalingkan muka menghindari kontak mata dengan Azkan.


"Udah gue maafin" balas Adiba judes dengan bersedikap dada kesal, tapi bagi Azkan itu menggemaskan.


"Jadi mending lo pergi dari hadapan gue, sekarang!" lanjut Adiba mengusir Azkan tanpa menatap wajah tampan Azkan, tak bisa dipungkiri bahwa pemuda di samping nya sekarang memiliki paras tak kalah tampan dari Barra si suami sah Jihan, sahabat nya.

__ADS_1


"Perasaan tadi lo nyumpahin gue deh, kenapa tiba tiba lo bilang udah maafin gue ya" ucap Azkan tak mau beranjak dari tempat nya walau di usir oleh Adiba.


Adiba menatap Azkan sebentar lalu kembali memalingkan wajah nya. Ada yang aneh dalam diri Adiba sekarang, setiap menatap wajah Azkan dia akan gugup bahkan tak berkutik.


"Terserah gue lah, mau gue nyumpahin lo jadi bayi lagi pun itu terserah gue" balas Adiba sedikit salah tingkah. Azkan terkekeh pelan dan tanpa sadar tangan nya terulur untuk mengelus pucuk kepala Adiba yang ditutupi pasmina merah muda.


Adiba membeku sejenak mendapat perlakuan manis itu. Tapi segera di kembali ke dunia nyata dan menepis dengan kasar tangan Azkan yang mengelus kepala nya dengan lembut.


"Ga usah pegang pegang! Bukan mukhrim" tepis Adiba dengan ketus dan sangat kasar, tapi itu menggemaskan di mata Azkan yang tersenyum geli.


"Gue ga pegang lo, gue cuma elus kepala lo doang" elak Azkan menggigit bibir bawah gemas, ingin rasa nya dia mencubit pipi gembul Adiba saat itu juga, tapi dia tak punya keberanian untuk melakukan itu yang mengakibatkan amarah Adiba semakin menjadi jadi.


"Sama aja nyentuh!" balas Adiba tak mau kalah, bahkan kegugupan nya kini bertambah karena digoda oleh Azkan.

__ADS_1


"Gue kalo pun nyentuh itu nyentuh kain pasmina yang di kepala lo ini, gue ga nyentuh langsung ke kulit kan?" Azkan menaik turun kan alis menggoda Adiba dan sedikit memiring kan kepala agar bisa melihat wajah Adiba yang memaling kan wajah.


Sudah jelas Adiba tak dapat mengelak, wajah nya terasa panas dengan pipi layak nya kepiting rebus dan membuat Azkan terkekeh kecil sembari mencubit hidung Adiba gemas dengan pelan.


__ADS_2