Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 59


__ADS_3

"Woii.. siapa yang didalam toilet?"


Deg


Barra dan Jihan langsung menegang tanpa suara setelah mendengar teriakan dari luar toilet.


"Cepatan woii! gak tahan gua anjim!!" sungut cowok diluar berteriak lagi sambil menahan sesuatu yang hendak keluar.


"Sabar napa" sahut seseorang lagi dari toilet sebelah.


Barra mencoba untuk membuka pintu toilet walau hanya sedikit, hanya kepala nya yang keluar. Dan terlihat cowok dengan mengapit kedua tangan nya di tengah tengah paha sambil berjingkrak jingkrak.


"Woi! ngapa lu?" tanya Barra dingin.


Cowok itu menoleh, bernapas lega dan hendak melangkah ke toilet yang diisi oleh Barra dan Jihan.


"Gue dah gak tahan" cicit cowok itu dengan suara serak serak basah menahan yang hendak keluar.


"Gue belum selesai" tolak Barra datar, dan hendak kembali masuk ke dalam toilet yang ada Jihan.


"Bentar aja Bar, dah mau keluar ini, udah gak tahan guaa" cowok itu memelas dengan wajah sok sok an sedih dan sudah tak tahan.


"Gue masih ada urusan" balas Barra acuh dan kembali masuk ke dalam toilet, bahkan mengunci nya lagi agar cowok itu tak nekat dan berakibat fatal.


Barra menatap Jihan yang menutup mulut dan hidung nya sendiri dengan kedua telapak tangan nya agar tidak mengeluarkan suara.


Ceklek

__ADS_1


"Orang sabar pacar nya banyak" cetus cowok yang baru keluar dari toilet dengan mengusap perut rata nya lega, karena panggilan alam nya telah tuntas.


"Buset.. pacar sebiji doang sabar gue udah menumpuk" balas cowok seraya masuk ke dalam toilet yang baru dipakai oleh cowok tadi.


"Lu kira telor apa sebiji, freak!" cibir cowok satu nya dengan tampang kesal, tapi setelah itu tampang nya berubah menjadi wajah konyol sambil mencuci tangan nya dengan sabun, dan berlalu keluar dari toilet pria dengan senandung kecil.


"Biji nya satu doang, Pin" sahut cowok itu di dalam toilet tanpa mengetahui cowok yang dia ajak mengobrol telah keluar dari toilet.


"Ambigu juga gue ngomong, kalo Mira tau gue ngomong kek tadi auto dijitak" monolog cowok itu berbicara tanpa ada yang bertanya atau mengajak nya mengobrol.


Sementara di toilet sebelah, tempat Barra dan Jihan.


Barra sedang membuka kunci pintu toilet, lalu seperti awal yang mengintip dengan kepala saja yang keluar. Setelah merasa aman dia menggandeng tangan Jihan dan membawa keluar dari toilet.


Ceklek


Cowok yang dari tadi mengoceh tak jelas hendak keluar dengan perasaan lega seperti cowok awal yang mengajak nya mengobrol.


___


"Darimana aja sih lu Ji? tiba tiba ngebirit keluar dari kelas, sendirian dah gue ngurus ni tugas" omel Adiba setelah Jihan dan Barra menampakkan diri nya di ambang pintu kelas 12 ipa 1.


"Bacot lu!" semprot Jihan tanpa menanggapi omelan Adiba.


"Bicit li... gue nanya anjirr malah lu jawab gitu, nasip dah punya pren gini, bikin orang kesel mulu" keluh Adiba diawali menye menye dengan kesal.


Jihan bergidik bahu cuek, Barra juga sudah kembali ke kelompok nya dengan tampang datar andalan nya dan tangan kanan dimasukkan ke kantong celana.

__ADS_1


Tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut Barra maupun Adnan yang memang sedang sibuk mengompres pipi kiri nya dibantu Adiba yang ngedumel tak jelas karena Jihan.


Keadaan kelas sangat sunyi, bahkan terlihat tegang selain Barra dkk, Jihan dan Adiba yang santai.


Hingga deheman keras dari Jihan membuat satu kelas mengalihkan pandangan nya kepada nya yang berada di meja guru.


Deheman itu memiliki arti untuk Barra, itu kode untuk Barra. Karena tadi selama perjalanan ke kelas Barra memberitahu apa yang membuat dia emosi, dan Jihan menyuruh nya untuk minta maaf pada Adnan.


"Maaf" hanya kata itu yang terlontar dari mulut Barra, membuat Jihan memutar bola mata malas sambil berdecak.


"Minta maaf yang bener, Barra!" titah Jihan dengan tatapan tajam, Barra menghela napas pelan dan mengulang kata maaf lagi agak lebih panjang.


"Maaf gue tadi mukul lu tanpa mikir" ucap Barra tulus.


Satu kelas terpaku mendengar, kecuali para sahabat beserta Jihan dan Adiba.


"Hm.. gue juga minta maaf, gue tadi niat pen becanda doang" balas Adnan senyum tipis. Barra bernapas lega bersama Jihan yang ada di depan secara bersamaan.


"Dah dah.. skip! waktu nya sisa 40 menit buat kalian masak!" seru Adiba mengingatkan pada murid 12 ipa 1 yang tak ada bekerja.


"Cepet amat sih neng?" keluh Ardi diangguki satu kelas dengan tatapan cengo kepada Adiba yang melangkah maju ke dekat Jihan.


"Dih, ngapa lu protes? dah 20 menit lu semua kagak nyiapin apapun gegara kejadian Barra Adnan sama Jihan" sembur Adiba dengan tampang tanpa dosa.


Satu kelas diam tak bisa mengelak lagi, dan mereka fokus pada praktek hingga waktu untuk memasak habis, lalu tiap makanan tersaji di pinggir meja tiap kelompok.


Jihan dan Adiba sama sama melangkah mengelilingi tiap kelompok sambil membawa sebuah sendok di tangan kanan mereka.

__ADS_1


Mulai mencicipi tiap makanan dan minuman yang ada di praktek, cukup sulit karena hampir semua kelompok memiliki rasa makanan yang lezat.


Mereka nih banyak cowok nya tapi soal masak gini mereka jago nya, cewek nya lima doang dan dibagi tiap kelompok satu cewek, dan tugas cewek nya cuma motong motong doang, sedangkan yang cowok ahh gue gak bisa berkata kata lagi. Batin Jihan setelah mencicipi seluruh makanan yang dihidangkan di praktek memasak kelas 12 ipa 1.


__ADS_2