
Pesanan kedua nya sudah datang, segera mereka santap karena makan siang sudah terlewatkan dan keduanya baru saja melahap hingga habis sambil menunggu kedatangan Adiba dan Azkan yang entah kenapa begitu lama.
Hingga seorang gadis berjalan layaknya model papan atas sedang melangkah ke arah meja Jihan dan Barra yang berada di pojokan.
"Sayang~" rengek gadis itu yang ternyata adalah, Sessa (Eps 13 - Supermarket : Drama Manis) dengan bergelanyut manja pada lengan Barra yang sibuk melahap roti bakar dengan isian coklat keju.
Jihan tersedak saat mendengar suara yang sudah sangat lama tak dia dengar, lalu menatap sinis gadis yang duduk di samping Barra dan berhadapan dengan nya.
Bahkan Barra sampai bergeser karena risih dengan kelakuan Sessa yang membuat mereka jadi tontonan pengunjung cafe itu. Tapi Sessa tak memperdulikan tatapan dari pengunjung yang ada di pikiran nya saat itu ialah, membuat Jihan menjauh dari Barra.
"Ngapain sih lo ganggu orang lagi kencan?!" sungut Jihan melotot kepada Sessa. Barra yang mendengar kata kencan hampir tersedak roti bakar.
"Cih! lo.. kencan sama bebep gue? iuh! gak cocok banget, cocok an gue dimana mana" balas Sessa berdecih dan membuang muka sekilas lalu menatap Jihan nyalang.
"Bar, lo duduk sini deket gue! jangan deket deket ma kuntilanak" ucap Jihan menatap tajam Barra agar Barra mau berpindah tempat duduk, dan benar saja setelah diberi tatapan tajam Barra langsung berpindah duduk di samping Jihan.
"Ih! bep kok lo pindah tempat duduk sih? ih lo ya.." sungut Sessa mengepalkan kedua tangan nya dengan kesal dan wajah yang merah padam menahan emosi.
__ADS_1
Brak
"Gue apa?" tantang Jihan sambil menggebrak meja dihadapan nya dengan keras dan berdiri dengan menatap Sessa dengan tatapan nyalang.
Barra nampak acuh, dia sibuk melahap roti bakar milik Jihan yang sisa seperempat potong, lalu minum minuman yang dipesan oleh Jihan.
"Lo itu pelacur tau gak?!" bentak Sessa membuat suasana cafe semakin ramai dan menjadi tontonan banyak nya pengunjung mall yang memang umat kepo_-.
Plak
Bukan! bukan Jihan yang memukul Sessa melainkan Adiba yang baru saja tiba bersama Azkan di belakang, tadi Barra sempat mengabari kalau dia dan Jihan berada di cafe lantai dua.
"Jangan pernah lo panggil sahabat gue PELACUR! PAHAM?!" bentak Adiba mendekatkan wajah nya pada Sessa dan sedikit berteriak.
Walau dia dan Jihan sering berdebat, bukan berarti mereka bermusuhan kan? bisa saja perdebatan itu hanya untuk mengisi waktu kosong agar bisa terisi.
"Oh jadi lo sahabat si pelacur ini hah?! nih ya kasih tau sama sahabat lo, jauhin pacar gue kalau-" Sessa tak bisa melanjutkan ucapan nya lagi karena Jihan telah menatap nya dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
"Kalau apa? lo mau? ambil aja! tapi kalau pun Barra mau sama lo yang gak punya malu ini" tatapan Jihan nyalang kepada Sessa dan melangkah mendekati Sessa yang hanya terhalang meja.
"Udah Ji, sayang, please. biarin aja dia nya" ucap Barra menenangkan emosi Jihan yang sudah hampir di ubun ubun kepala.
Mendengar panggilan sayang dari Barra untuk Jihan membuat Sessa semakin emosi, keduanya sama sama mendekat dengan tatapan nyalang dan permusuhan.
"Tapi dia nyebut sahabat gue pelacur lo ngerti gak sih gimana rasanya cewek yang gak ada masalah apa apa itu malah dicap pelacur oleh pelakor!" sungut Adiba mendukung Jihan.
Barra mengangguk paham, tapi dia tak mau membuat pelanggan di cafe tersebut jadi sepi hanya karena masalah ini. Barra menatap penjaga kasir dan pelayan yang berada tak jauh dari tempat keributan itu dengan tatapan tolong walau datar, tapi para penjaga kasir dan pelayan paham dan menghampiri keributan itu, awalnya mereka hanya menjadi penonton dan pasrah bila atribut cafe rusak.
"Permisi, maaf jangan membuat keributan, dimohon segera keluar" ucap penjaga kasir dengan sopan dan sedikit gugup karena ada pemilik mall, Barra.
"Hah?! Ji! ayuk sayang kita keluar ya? jangan bikin keributan ya" ajak Barra dengan lembut memegang tangan Jihan yang panas, mungkin terlalu emosi.
"Dia yang duluan bikin keributan bukan gue! kenapa jadi gue yang disalahin?" bentak Jihan menatap tajam ke Barra yang berada di belakang.
"Ngalah aja napa sih?" cetus Azkan membuat Jihan dan Adiba menatap tajam begitu juga Barra yang melotot kepada nya.
__ADS_1
Azkan menelan ludah nya kasar mendapat pelototan tajam dari Barra, Jihan, dan Adiba secara bersamaan, dan membuat nyali nya menciut secara tiba tiba.