Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 119


__ADS_3

Sore setelah ashar.


Kini, Jihan dan Barra sudah berada di kafe dekat kampung mereka, bersama Ersa dan Cia yang datang bersamaan.


Beberapa menit setelah itu, Adnan dan Denis datang bersamaan juga. Sedangkan dua orang yang ditunggu masih menampakkan batang hidungnya.


"Ini yang nyuruh ke kafe masih belum datang?" tanya Denis sambil mendaratkan pantat nya di kursi samping Cia yang kosong.


Mereka yang ditanya hanya menggeleng, Jihan merasa harus memesan minum atau makanan pun mengangkat tangan memanggil pelayan.


"Kalian pesen apa?" tanya Jihan setelah pelayan datang dan menanyakan ingin memesan apa.


"Em.. samain semua aja deh biar gak ribet" jawab Cia setelah menimbang nimbang, diangguki yang lain. Jihan pun memesan apa yang dia mau.


Pelayan itu pun mencatat apa yang diucapkan Jihan dan meminta untuk menunggu sebentar, pelayan itu pergi ke belakang untuk menyiapkan pesanan.


Tak berapa lama, Adiba dan Azkan datang secara bersamaan, baru saja hendak duduk tapi langsung mendapat tatapan tajam dari enam manusia yang sudah duduk anteng sejak tadi.


"Lama amat sih lo berdua!" ketus Ersa menukikkan alis garang, Adiba cengir kuda dan duduk tanpa bersalah diikuti Azkan.


"Langsung to the point!" sahut Jihan tanpa raut wajah sama sekali.


"Nih, datang ya" ucap Adiba menyerahkan satu undangan pada masing masing sedangkan Azkan hanya duduk manis diam disamping Adiba.

__ADS_1


Keenam orang itu menatap undangan yang ada di tangan mereka masing-masing dengan penuh tanda tanya.


Jihan menjentikkan jari nya membuat yang lain kaget, lalu menatap Adiba Azkan dengan tatapan menggoda.


"Kapan acaranya?" tanya Jihan membuat yang lin menoleh ke arah bingung, sedangkan Barra tersenyum kecil menatap Azkan.


"Lo liat aja tanggal nya di undangan itu" jawab Adiba dengan senyuman manis nya.


"Emang ini undangan apa sih?" tanya Cia tak paham dengan undangan di tangan nya.


"Akad sekaligus resepsi" bukan Adiba atau Azkan yang menjawab tapi Ersa yang memang mengetahui undangan yang diberikan oleh Adiba, bersamaan dengan Jihan.


"Bener Dib?" tanya Cia masih tak percaya dengan jawaban yang diberikan Ersa.


"Congrats Dib, soon to be married" ucap Cia dan Denis bersamaan. Adiba mengangguk dengan senyum dan mengucapkan terimakasih.


"Woy! gue dari tadi kagak dapat dialog gegara lo pada ngerebut bagian gue mulu" cetus Adnan membuat mereka menatap nya malas.


"Kalo lo mau ngomong ya tinggal ngomong, Barra yang dari tadi diem b aja tuh" balas Denis menoyor kepala Adnan.


"Gue lagi" jengah Barra memutar bola mata malas.


Obrolan mereka terhenti karna pelayan mengantarkan pesanan mereka ditemani dua pelayan lain yang pasti nya membantu membawakan.

__ADS_1


"Eh gak ngajak ngajak pesen makan sama minum, dasar gak setia kawan lo semua" kesal Adiba melihat hidangan yang tersaji hanya ada enam piring.


"Ya lo sih lama banget datang nya, ya udah sih lo tinggal pesen aja, nanti gue yang bayar" balas Jihan dengan santai.


"Emang lo punya duit buat bayar ni makanan sama minuman hm?" tanya Cia mengangkat sebelah alis nya menatap Jihan.


"Ada, ni di dompet" jawab Jihan mengangkat dompet kulit milik Barra, karna Barra masih tidak sadar jadi dia biasa biasa saja.


"Dompet lo bukan motif gitu njir, itu dompet sapa? lo nyolong ya?" tuduh Adiba setelah memesan menu yang sama dengan para sahabat nya dua porsi, satu untuk nya satu untuk Azkan yang sedari tadi hanya menyimak.


"Enak aja nyolong, gue ambil ini dari kantong celana lakik gue dong" dengan bangga dan polos nya Jihan mengatakan itu membuat Barra yang sedang minum tersedak.


Lalu menoleh ke arah sang istri, ditangan kanan Jihan terdapat dompet yang sangat mirip dengan milik nya, dia pun meraba kantong celana tidak ada dompet.


"Gue kira di copet anjir" gumam Barra masih di dengar oleh Jihan. Jihan cengir kuda menaruh kembali dompet yang dia ambil dari kantong Barra.


Mereka oun kembali melanjutkan makan saat makanan Adiba dan Azkan juga sudah datang.


Makan dengan khidmat dan sesekali ada obrolan yang entah membahas apa yang pasti selalu dijawab dengan lawakan.



__ADS_1


__ADS_2