
Pulang Sekolah
Jihan dkk berjalan beriringan di sepanjang koridor dengan tawa cekikikan bersama, entah apa yang mereka tawa kan yang pasti mereka terlihat bahagia.
"Ci, gimana PDKT lo sama temen nya Barra?" tanya Jihan menaik turun kan alis. Cia memutar bola mata malas mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Jihan.
"Hah?! Ji! Lo seriusan Cia lagi PDKT sama temen nya su-" ucap Adiba langsung terhenti karena di mulut nya di bekap oleh Jihan, hampir saja Adiba menyebut suami lo kalau saja Jihan tidak tau mungkin akan beber seantero SMA Merdeka.
"Jangan panggil dia dengan sebutan itu diluar dari rumah! Kalo berani panggil Barra dengan sebutan itu siap siap aja lo ga gue traktir lagi makan dan minum!" ancam Jihan membuat Adiba mengangguk, dia tak mau jatah jajan yang biasa nya masih tersisa dan bisa beli kouta internet malah habis karena beli makan dan minum, dan seperti biasa nya Adiba akan minta traktiran dari Jihan.
Adiba memang memiliki jatah uang jajan maximal seratus ribu sehari, lebih dari seratus ribu maka esok hari nya akan berkurang menjadi lima puluh ribu, siapa yang tidak meronta meronta coba? Tapi Adiba diajarkan oleh Umi dan Abi nya di rumah untuk berhemat dan harus bisa mengandalkan uang yang dia punya saja tanpa minta punya orang lain yang berarti pengemis.
"Bagus! Makanya lain kali tu mulut di cek dulu ke bengkel, biar ga blong lagi" ucap Jihan langsung mendapat toyoran keras dari Adiba yang tampak kesal dengan ucapan Jihan.
"Emang lo kira mulut gue ini mobil apa?" sungut Adiba berkacak pinggang setelah menyoro keras kepala Jihan, Jihan mengusap kepala nya yang kena toyoran lalu menatap Adiba sekilas.
"Iya, mobil pemadam" balas Jihan tak bisa di mengerti oleh Adiba, Cia dan juga Ersa yang hanya menjadi pendengar setia.
"Kok mobil pemadam sih?" protes Adiba tak terima mulut nya di kata mobil pemadam kebaran, emang apa sih hubungan mobil pemadam dengan mulut Adiba?
__ADS_1
"Iya lah, kan mulut lo tuh kalo lagi ngoceh ngeluarin air gitu yah, sama kayak mobil pemadam yang biasa nya madamin kebakaran pake air" jelas Jihan langsung ngacir setelah menjelaskan, takut kena hujan dadakan.
Adiba yang belum konek hanya mangut mangut, sedangkan Cia dan Ersa tak bisa menahan tawa lagi, mereka tertawa sambil berjalan dan itu membuat Adiba bingung.
"Dib! Lo nyadar ga sih apa yang tadi dibilang sama Jihan?" tanya Cia terkekeh, Adiba yang masih belum konek menggaruk kepala nya yang tiba tiba gatal, ada kutu kah?
"Mulut lo itu kalo ngomong ngeluarin air liur! Kayak mobil pemadam yg madamin kebakaran" jelas Ersa cepat dengan tawa kecil.
Adiba yang sudah konek langsung menatap tajam Jihan yang sudah hilang dari koridor, dan sedang menuju gerbang sekolah sesekali Jihan menoleh ke belakang dan terlihat memeletkan lidah mengejek.
"JIHANNNNNN!!" teriak Adiba menggema di sepanjang koridor, dan membuat Cia serta Ersa tutup telinga karena saking berisik nya Adiba saat berteriak.
Gerbang SMA Dharma Bakti
Jihan berhenti di depan pos satpam tempat Pak Satya (Eps 1 - PROLOG -) berdiri sambil mengawasi para murid yang berlalu lalang.
"Eh non Jihan habis ngapain? Kok ngos ngosan gitu non?" tanya Pak Satya baru menyadari ada yang duduk di kursi panjang depan pos setelah memutar tubuh nya hendak berbalik untuk minum kopi pahit bikinan ibu kantin.
"Ituh Pak.. Diba.. Huhh.. Ngakak yaoloh.. Hahaha.. Bengek gue!" ucap Jihan tak jelas karena ngos ngos an di tambah tawa yang masih belum mereda sambil memegangi perut nya yang mulai kram akibat terlalu banyak tertawa.
__ADS_1
"Non Jihan ngomong apa? Bapak ga ngertin loh non" tanya Pak Satya menggaruk kepala nya bingung kenapa Jihan tertawa ngakak dan tak bisa berhenti tertawa.
"Adiba.. Tadi tuh saya kerjain adiba pak satya hahaha.. Saya bilang mulut dia itu kayak mobil pemadam" jelas Jihan masih tawa walau kecil dan mencoba mengatur napas nya agar kembali teratur.
"Loh non kok mobil pemadam? Memang apa sama nya non dengan mobil pemadam?" tanya pak satya belum mengerti maksud penjelasan Jihan yang sedikit bertele tele dan membuat pak satya kesusahan untuk mengerti.
"Sama lah pak, sama sama ngeluarin air hahaha" jawab Jihan diakhir tawa ngakak lagi jika mengingat kejahilan nya pada Adiba. Pak satya pun ikut tertawa sambil geleng geleng.
___
Lapak Parkir SMA Merdeka
Barra baru saja hendak menaiki motor sport nya tapi langsung di cekal oleh seseorang yang membuat nya sedikit terjungkal ke belakang, lalu menatap sang pelaku yang ternyata Denis.
"Apa?" tanya Barra dengan nada kesal sambil merapikan jaket nya yang berantakan akibat ditarik oleh Denis.
"Mau kemana si Vovo? Buru buru amat dah" tanya Denis dengan senyum simpul diikuti Adnan juga Azkan yang tersenyum miring.
"Jemput Jihan" jawab Barra singkat.
__ADS_1
"Minggir!"