Suami Pilihan Bunda

Suami Pilihan Bunda
BAB 39


__ADS_3

Jihan sedang memasukkan pakaian nya ke almari yang masih kosong, dia juga meninggalkan beberapa pakaian di rumah, dengan alasan bila ingin berkunjung ke rumah tak perlu bawa pakaian lagi dari apart.


Masih dengan seragam sekolah, Jihan menaruh pakaian dan tas sekolah beserta tas yang sering dia kenakan untuk jalan jalan di heacker gantung yang sudah disediakan untuk tas.


Ceklek


Kriett


Jihan menoleh ke arah kamar mandi yang terbuka menampilkan badan kekar seorang pemuda yang sudah sah menjadi milik Jihan siapa lagi kalau bukan Barra, dia baru saja selesai mandi bahkan rambut nya masih sedikit basah.


Untung lah Barra membawa pakaian ganti, jadi dia dan Jihan tak perlu canggung, melangkah mendekati Jihan yang kembali di sibuk kan dengan pakaian yang masih belum di masukkan ke dalam almari.


"Lo mandi dulu deh, ga panas apa pake seragam dari pagi ampe sore" ucap Barra berdiri di belakang Jihan yang terduduk di lantai sambil melipati pakaian.


"Bentar lagi juga selesai ni naruh baju baju gue," tolak Jihan tak menatap Barra, dia harus melipat pakaian nya serapi mungkin seperti biasa dan menaruh nya di dalam almari yang satu tempat dengan pakaian Barra.

__ADS_1


"Em.. Bar" panggil Jihan dengan nada ragu.


Barra menyahuti panggilan Jihan dengan deheman singkat karena dia sibuk memperhati kan gerakan sigap tangan Jihan yang melipat pakaian.


"Tempat pakaian dalam dimana?" tanya Jihan pelan, bahkan seperti gumam yang hanya bisa di dengar oleh diri nya sendiri.


"Hah?! Lo nanya apa tadi? Ga denger gue" balas Barra berjongkok di belakang Jihan agar bisa mendengar ucapan Jihan yang samar samar bahkan seperti nyamuk.


"Tempat pakaian da-da-dalam dimana?" tanya Jihan gagu dengan meremas baju yang sedang dia lipat, siapa yang tidak malu coba jika membahas tentang hal yang begitu intim itu.


Jihan menutup mata nya setelah samar samar melihat tumpukan rapi pakaian dalam milik sang suami, ini pertama kali nya dia melihat pakaian dalam milik lelaki, Ayah Elan saja tak pernah dia lihat dalaman nya karena memang saat menjemur pakaian, itu di jemur di tempat berbeda lebih tepat nya milik Ayah dan Bunda saja.


"Taruh ae," ucap Barra dengan enteng.


Jihan mengangguk kecil dan perlahan membuka mata nya, tanpa melirik dalam almari yang berisi itu dia menaruh pakaian dalam milik nya secepat kilat.

__ADS_1


"Berantakan entar kalo naruh nya gitu" ucap Barra terkekeh geli melihat wajah Jihan yang merah semerah apel masak.


"Mending lo ke dapur deh, cek kulkas! Ada bahan bahan ga yang bisa di masak" usir Jihan dengan menunduk menatap koper nya.


”Ciah yang malu" goda Barra menoel pipi kanan Jihan dari belakang, dia bisa melihat tingkah Jihan yang sedang menggigit bibir bawah nya karena malu di cermin panjang sepanjang almari di hadapan mereka.


"Paan sih? Ga lah! mana da gue malu! elo mending periksa kulkas deh! sana!" usir Jihan lagi tak mau Barra melihat wajah kepiting rebus nya yang terlihat semakin panas dengan menyenggol perut sixpack yang ada di belakang nya.


Barra sedikit menegang dan meringis karena yang di senggol bukan lah perut melain kan Vovo yang tak sengaja terkena siku Jihan yang memang posisi duduk tetap sama yaitu jongkok.


"Ji, elo tau ga apa yang elo senggol tadi?" tanya Barra menatap Jihan yang juga menatap nya lewat cermin di hadapan kedua nya.


"Ga!" jawab Jihan acuh.


Raut wajah Barra nampak tak bisa dijelas kan, dengan merah bak tomat seperti Jihan, Barra mengatakan yang ambigu.

__ADS_1


"Vovo yang sakit" bisik Barra tepat di samping telinga Jihan yang tertutup kerudung


__ADS_2