Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 10


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Bu Susi segera berangkat menuju kediaman besannya bersama suaminya.


"Pak, ayo buruan! Nanti keburu kemalaman loh!" cecar Bu Susi pada suaminya.


"Iya, Bu sebentar, ini mau pilih baju dulu? Mana yang bagus Bu menurutmu?" tanya Pak Darman yang sedang bingung memilih baju.


Bu Susi hanya bisa geleng-geleng kepala seraya menghembuskan nafas berat melihat suaminya itu, untuk memilih baju saja kenapa harus lama.


"Bapak ini kayak emak-emak dandannya lama!" geram Bu Susi pada suaminya.


"Sudah, pilih ini aja? Baju batik warna hitam motif bunga, lebih ganteng," ujar Bu Susi seraya meninggalkan suaminya sendirian di kamar.


Pak Darman yang sedang dipuji merasa senang dan seketika tersenyum lebar atas pilihan istrinya itu, tak lupa menyemprotkan parfum kesayangannya.


Beberapa saat kemudian, Pak Darman dan istrinya, segera berangkat menuju kediaman Pak Tono.


***


Menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, sampailah Pak Darman di rumah Pak Tono.


Tok … Tok … Tok


"Assalamualikum," ucap Pak Darman seraya mengetuk pintu rumah dan mengucap salam.

__ADS_1


"Waallaikumsalam," sahut Pak Tono seraya membuka pintu saat ada yang mengetuk pintu rumahnya.


"Eh…ada besan,"


"Silahkan masuk, Pak Darman," ajak Pak Tono pada besannya seraya menjabat tangan besannya itu dan mempersilahkan untuk duduk.


Begitu juga Bu Susi ikut menyalami Pak Tono.


Bu Lastri yang sedang berada di dapur segera bergegas keluar, karena mendengar suara dari luar kalau ada tamu.


Dan ternyata tamu yang ditunggu-tunggu sudah datang. Karena sebelumnya sudah janjian lewat telepon.


"Eh, jeng baru sampai? Padahal udah ditunggu loh dari tadi?" ucap Bu Lastri pada besannya seraya memeluk dan cium pipi kiri dan kanan.


"Silahkan, duduk dulu jeng,"


Bu Lastri segera kembali ke dapur untuk membuat minuman dan juga membawa camilan untuk besannya itu.


"Begini, Pak Tono! Maksud kedatangan kami kesini karena untuk membicarakan tanggal pernikahan putra dan putri kita. Yang sebelumnya, istri saya sudah menceritakannya dengan Bu Lastri lewat telepon." ujar Pak Darman tenang.


"Iya, Pak, istri saya juga sudah menceritakan soal tanggal pernikahannya." jawab Pak Tono sambil tersenyum.


Saat mereka lagi mengobrol, Bu Lastri datang membawa minuman teh hangat dan beberapa camilan dan ikut bergabung dengan suami serta besannya itu.

__ADS_1


"Silahkan, Pak, Jeng, diminum teh nya selagi hangat," ucap Bu Lastri.


"Iya, Jeng, jadi merepotkan," balas Bu Susi.


Disisi lain Kirana yang tak mengetahui kalau calon mertuanya berada di rumahnya, sedang asyik mengobrol dengan Ibrahim bercanda tawa lewat telepon.


"Kok, sepi ya Pak? Anak-anak pada kemana?" tanya Bu Susi yang memperhatikan suasana rumah terlihat sepi.


"Oh, anak-anak pada lagi belajar dikamar, Bu," balas Pak Tono.


"Bu, panggil Kirana kesini!" ucap Pak Tono pada istrinya agar memanggil Kirana.


"Baik, Pak! Sebentar ya Jeng saya panggil anak saya Kirana." Bu Lastri seraya pergi meninggalkan ruang tamu untuk memanggil Kirana.


Bu Lastri yang berjalan menuju kamar Kirana dan mau mengetuk pintu, tak sengaja mendengar suara anaknya sedang berbicara dengan seseorang dan menyebut nama Ibrahim.


"Tok…tok…tok," 


"Kirana," panggil Bu Lastri saat mengetuk pintu kamar putrinya.


Kirana yang sedang berbicara dengan Ibrahim melalui telepon seketika tersentak kaget karena Ibunya mengetuk pintu kamarnya.


"Him, sudah dulu ya ngobrolnya? Kapan-kapan, kita sambung lagi. Ibu memanggilku!" ucap Kirana pada Ibrahim agar segera menutup telepon.

__ADS_1


"Ya, sudah, aku tutup teleponnya," balas Ibrahim seraya menutup telepon.


__ADS_2