Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 46


__ADS_3

Keesokan harinya, Kirana sudah bangun sejak pukul empat pagi. Kirana segera memasak di dapur untuk bekal makanan suaminya saat bekerja. Sebab, Ilham jam lima pagi sudah harus apel pagi untuk breafing para anggotanya.


Ilham yang sama-sama bangun pagi bersama Kirana, segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah lima belas menit, Ilham keluar dari kamar dan mengambil pakaian di lemari.


Kirana yang sudah selesai memasak, dan meletakkan makanan di rantang segera memberikannya pada Ilham.


"Sarapan dulu, Mas," pinta Kirana.


Ilham pun duduk di meja makan dan Kirana segera mengambil piring juga nasi serta lauk pauk lalu menyerahkan kepada Ilham.


Ilham pun makan dengan nikmat dan terburu-buru. Kirana yang melihat hanya menggelengkan kepala. Selesai makan, Ilham segera menuju teras untuk memakai sepatu boot.


"Ini Mas, bekal makan siang." ucap Kirana.


"Baik, dek! Mas, berangkat dulu ya," ucap Ilham mengambil bekal makanan dan mencium kening Kirana.


"Assalamualaikum."


"Waallaikumsalam."


Ilham melajukan motornya menuju kantor divisi sebelum para anggota yang lain berkumpul.


Sesampainya di kantor divisi, nampak hanya ada beberapa orang yang sudah berkumpul. Ilham segera masuk ke dalam kantor dan memeriksa hasil laporan para mandor.


"Pagi, Pak Ilham," sapa salah satu mandor panen yang sudah ikut hadir di kantor divisi.


"Pagi, juga."


Setelah memeriksa dan memberi tanda tangan pada hasil laporan, Ilham segera keluar karena para anggota sudah berkumpul semua untuk melakukan apel pagi.


***


Di rumah, Kirana sedang membersihkan peralatan dapur dan mencuci baju yang kotor. Selesai mencuci baju, Kirana segera menjemurnya karena cuaca hari ini nampak begitu panas.


Saat sedang menjemur baju, tetangga belakang rumah menyapa.


"Pagi, Bu?" ucap seorang wanita yang menyapa. 


Kirana, yang sedang menjemur baju segera menoleh pada seorang wanita yang sama-sama menjemur baju. "Pagi, juga Bu," balas Kirana menyapa.


"Kamu, istrinya Pak Ilham ya?" tanya seorang wanita tersebut.


"Iya, Bu, baru kemarin datang dari Jakarta." sahut Kirana seraya tersenyum saat menjemur baju.


"Cantik sekali?" puji seorang wanita itu.

__ADS_1


Kirana yang mendengar hanya tersenyum menanggapi tetangganya itu. Setelah selesai menjemur, Kirana segera berpamitan pada wanita tersebut.


"Saya masuk kedalam dulu, Bu!" kata Kirana kemudian berlalu dari hadapan wanita itu.


Wanita tersebut hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.


Setelah masuk kerumah, Kirana segera pergi ke kamar mandi karena bajunya yang basah seusai mencuci baju Ilham dan dirinya.


Selesai mandi, Kirana nampak lebih segar dan wangi dan segera memberi make up seadanya di wajah. Kemudian, Kirana keluar dari kamar dan menonton acara pagi di televisi.


***


Selesai memberi ceramah dan semangat untuk para anggotanya, Ilham segera bergegas menuju kebun yang letaknya jauh dari rumah.


Apa jadinya bila atasan melihat saat ada laporan yang tak sama dengan kantor pusat. Pastinya, Ilham yang terkena masalah. Namun, selama ini hasil laporan selalu sama antara krani divisi dan kantor pusat.


Setelah berkeliling yang jaraknya sekitar lima kilometer, Ilham berhenti di sebuah pohon sawit besar dan melihat beberapa anggotanya yang bekerja dengan tekun dan penuh semangat.


Ilham tak segan menegur keras saat anggotanya hanya sibuk mengobrol di waktu bekerja. Akan tetapi, Ilham sangat disiplin dalam hal pekerjaan dan banyak anggotanya yang begitu segan akan dirinya.


Selesai melihat para anggotanya, Ilham segera bergegas ke kantor pusat. Beberapa menit kemudian, Ilham sampai di kantor. 


Saat memasuki kantor, sudah ada beberapa staf karyawan yang hadir. Ilham pun menyapa semua staff karyawan.


Namun, dirinya teringat akan perkataan Erik tempo hari bahwa ada karyawan baru di kantor. Ternyata benar ada karyawan baru bagian kasir. Sebab, kasir kantor sebelumnya telah resign.


Tok...tok…tok


"Masuk," sahut orang di dalam.


Pak Beni yang kebetulan berada diruangannya terkejut saat Ilham sudah berada disini.


"Pagi, Pak Beni," sapa Ilham pada atasannya.


"Pagi, juga Pak Ilham. Kapan, kamu datang!" tanya Pak Beni saat sudah selesai menandatangi berkas yang ada di meja.


"Kemarin malam, Pak!" jawab Ilham.


"Bagaimana kabarmu? Oya, selamat atas pernikahanmu dan pastinya kamu datang kesini bersama istrimu." ucap Pak Beni tersenyum.


"Kabar saya, alhamdulillah baik dan benar saya datang bersama istri." terang Ilham.


Keduanya mengobrol bersama dan pastinya membahas pekerjaan. Setelah selesai, Ilham keluar dari ruangan manager dan melanjutkan pekerjaannya kembali menuju kebun.


Tak terasa hari sudah siang, cacing perut Ilham minta diisi. Segera, Ilham mencari tempat yang teduh dan jauh dari jangkauan orang-orang.

__ADS_1


Ilham mengeluarkan bekal dari tas ransel. Kemudian, membuka rantang dan dilihatnya ayam goreng bumbu kecap pedas. "Istriku benar-benar pintar memasak." puji Ilham melihat hasil masakan istrinya.


Selesai makan, Ilham lalu minum botol minuman yang dibawakan Kirana. Lalu, Ilham memasukkan kembali rantang tersebut ke dalam tas ransel.


Kemudian, Ilham melanjutkan pekerjaannya berkeliling kebun melihat para anggota yang bekerja dari berondolan sampai panen.


Beberapa jam kemudian, hari sudah menunjukkan pukul dua siang. Para pekerja pun sudah waktunya pulang, tanda pekerjaan sudah selesai.


Begitu juga Ilham, dirinya segera pulang ke kantor pusat untuk absen lalu menuju rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dan peluh keringat seusai bekerja.


Sesampainya di rumah, Ilham melepas sepatu boot dan berjalan menuju samping rumah untuk mencuci kakinya yang lengket.


"Assalamualaikum." sapa Ilham yang berada di belakang.


"Waallaikumsalam." balas kirana yang sedang berada di dapur lagi memasak air.


"Eh, Mas sudah pulang!" ucap Kirana lalu mengambil tas ransel milik suaminya dan mencium tangan Ilham.


"Iya, dek. Bagaimana hari pertamamu di sini!" tanya Ilham.


"Baik, Mas. Orang-orang disini ramah-ramah dan tadi aku ngobrol sama tetangga sebelah." kata Kirana menceritakan kesehariannya selama ditinggal Ilham bekerja.


"Semoga, kamu betah ya, dek!" ujar Ilham saat duduk selonjoran di bawah.


"Iya, Mas. Do'akan aku betah disini dan menemanimu setiap waktu." sahut Kirana memberikan kopi kepada suaminya.


Setelah di rasa peluh keringat kering, Ilham beranjak berdiri dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang lengket karena seharian bekerja di lapangan.


Kirana yang masih berada di dapur, menyiapkan makan malam dan menyajikannya di meja makan.


Kemudian, Kirana mengambil tas ransel suaminya yang tergeletak di dekat pintu. Lalu, membuka tas dan mengambil rantang yang kotor. Segera Kirana mencuci rantang makanan tersebut untuk dipakai besok saat Ilham bekerja.


Selesai mandi, Ilham nampak segar dan wajahnya terlihat cerah. Ilham segera bercermin untuk menyisir rambutnya yang basah.


Saat Ilham bercermin, Kirana masuk ke dalam kamar. "Dek sudah mandi belum?" tanya Ilham setelah selesai memberi parfum pada bajunya.


"Belum, Mas!" sahut Kirana sambil mengambil pakaian di lemari.


"Ya, sudah mandi dulu gih!" titah Ilham.


"Iya, Mas."


Lima belas menit kemudian, Kirana selesai mandi dan keluar dengan wajah yang terlihat segar.


Ilham yang sedang menonton televisi, tiba-tiba dikejutkan Kirana yang duduk di sampingnya dengan membawa camilan sore hari.

__ADS_1


"Nah, cantiknya istriku dan wangi lagi," goda Ilham pada Kirana.


__ADS_2