
Menjelang hari pernikahan, keluarga pihak Kirana dan juga pihak Fahiz sedang sibuk merancang berbagai kegiatan pernikahan Fahiz dan Kirana.
Mulai dari catering, electon musik, undangan dan juga hal-hal lainnya.
Dirumah Kirana, semua pihak keluarga sibuk membuat kue dan berbagai souvenir untuk para tamu undangan. Begitu pula keluarga Fahiz yang sibuk menyewa gedung untuk pernikahan putranya nanti.
Kini Kirana hanya berdiam di kamar dan sesekali keluar kamar untuk makan dan mandi saja.
Sesekali Fahiz juga bertanya kabar kepada Kirana melalui telepon apakah calon istrinya sudah makan atau belum. Bentuk perhatian Fahiz kepada Kirana, membuat Kirana semakin yakin dan percaya kepada calon suaminya itu. Bahwa, Fahiz adalah jodoh yang dikirim Tuhan kepada Kirana.
Sesungguhnya, Kirana ingin sekali membantu orang-orang. Namun, dirinya dilarang melakukan aktifitas sampai hari pernikahan tiba nanti. Kirana bak ratu selama seminggu tanpa melakukan aktifitas apapun.
"Ciee… yang mau menikah! Wajahnya langsung merah merona dan senyumnya tampak berbeda." ucap salah satu ibu yang membantu acara pernikahan Kirana.
"Ibu Leni bisa saja," ujar Kirana mendengar candaan ibu itu yang ditujukan pada dirinya.
Sedangkan para ibu-ibu yang lain tampak tersenyum senang melihat Kirana yang akhirnya menikah setelah beberapa tahun menyendiri setelah berpisah dengan suaminya yang pertama.
Andika dan Laras juga membantu hal-hal kecil lainnya agar pernikahan kakaknya lancar.
Kirana pun pamit kepada ibu-ibu yang lain untuk masuk ke kamar.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Kirana merebahkan tubuhnya dan ingin segera tidur. Sebab, besok adalah hari pernikahannya dengan Fahiz. Calon suami yang baru jadi kekasihnya selama sebulan yang akhirnya mengajak menikah.
"Apakah ini mimpi atau kenyataan? Kenapa ini seperti mimpi bagiku, mengenal Mas Fahiz yang begitu cepat. Semoga Mas Fahiz bisa menjadi imam yang baik untuk rumah tanggaku kelak." lirih Kirana bermonolog.
Akhirnya, Kirana memilih tidur dan tak lama sudah terlelap ke alam mimpi indahnya.
***
Sedangkan di tempat lain Fahiz juga masih aktif bekerja, padahal besok adalah hari penikahannya. Fahiz adalah orang yang tidak mau duduk diam tanpa melakukan aktifitas apapun.
Hari ini Fahiz bekerja hanya sampai siang saja. Itu adalah permintaan Mamanya yang berulang kali memintanya untuk tidak bekerja saat menjelang pernikahan. Perdebatan itu akhirnya di setujui Fahiz, bahwa dirinya hanya bekerja sampai siang saja.
"Baik Pak."
Deni kemudian berdiri dan berjalan masuk ke ruangan Bos yang sudah dilayaninya selama beberapa tahun itu.
Tok…tok…tok.
"Masuk."
Deni masuk dan langsung duduk di hadapan Bos nya. "Ada apa Pak Fahiz memanggil saya?" tanya Deni.
__ADS_1
"Hari ini saya bekerja sampai siang hari. Besok adalah hari yang penting buat saya, jadi kamu handle pekerjaan saya. Kamu bekerja sampai jam tiga saja." pinta Fahiz kepada asisten sekaligus temannya itu.
"Baik Pak, adalagi yang ingin disampaikan!" ucap Deni menunggu.
"Oh ya satu lagi, perintahkan karyawan yang lain bekerja sampai sore saja. Hari ini dan besok saya liburkan pegawai dan staff yang lain." perintah Fahiz.
"Baik Pak. Siap dilaksanakan. Saya permisi dulu untuk memberitahu karyawan yang lain." ucap Deni yang langsung berdiri meninggalkan Fahiz di ruangannya.
"Hmmm."
Setelah kepergian asistennya itu, Fahiz nampak tersenyum sendiri dan mengingat kejadian sebulan yang lalu bagaimana awal pertemuan dirinya dan Kirana.
"Kirana, aku sungguh tidak menyangka pertemuan kita sungguh singkat dan sebentar lagi akan menikah." gumam Fahiz bermonolog sendiri seraya tersenyum bahagia.
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya.
Selamat Membaca 🤗
Gaes kali ini author mau rekomendasi dan promoin karya temanku yang lain, karya haryani yang berjudul Wanita Bahu Laweyan, jangan lupa dukung dan mampir ya.
__ADS_1