
Pagi hari telah bersinar dengan terangnya, namun kedua insan tersebut masih bergelung manja di bawah selimut.
Fahiz mengulangi aksinya saat dirinya bangun di pagi hari. Kirana yang sedang tidur nyenyak pun tak luput dari aksi yang dilakukan suaminya itu.
Fahiz semakin menggila dan Kirana hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan seorang lelaki yang kemarin sah menjadi suaminya itu.
"Sayang, terimakasih untuk sarapan paginya. Mas sangat bersemangat sekali pagi hari ini," ucap Fahiz seraya mencium kening istrinya lalu memeluknya.
"Mas, badanku remuk redam. Rasanya tak mampu bangun tidur!" kata Kirana dengan mata terpejam.
"Aku masih ngantuk Mas," ujar Kirana yang langsung melanjutkan tidurnya kembali.
"Ya sayang, tidurlah ini masih terlalu pagi." tutur Fahiz seraya menyelimuti istrinya.
Kemudian Fahiz beranjak turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi, Fahiz pun melanjutkan menemani istrinya tidur. Mumpung masih cuti nikah, dirinya mempunyai kesempatan bersama Kirana untuk beberapa hari.
Beberapa jam kemudian, keduanya bangun kesiangan. Kirana mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan nyawanya.
Lalu, Kirana menatap suaminya yang masih tidur dengan nyenyaknya. Memandang suaminya yang tampan, hati Kirana begitu senang dan bahagia setelah sekian lama menjanda.
__ADS_1
"Mas, terimakasih sudah mau menikah denganku dan menerima diriku apa adanya." lirih Kirana mengatakan di hadapan suaminya.
"Iya sayang sama-sama." ucap Fahiz dengan mata terpejam, seketika membuat Kirana terperanjat kaget ternyata suaminya pura-pura tidur dan langsung melemparnya dengan bantal.
"Maaasss…!" teriak Kirana.
Fahiz yang mendengar teriakan istrinya dan bantal yang mendarat di kepalanya membuat Fahiz tertawa bahagia, karena berhasil membuat Kirana terkejut.
"Hahahaha…"
Fahiz dengan gemas langsung menindih Kirana dan mencium bibirnya. Pandangan mata mereka bertemu, baik Fahiz maupun Kirana memiliki pemikiran masing-masing tentang perasaan mereka.
Keduanya kembali melanjutkan kegiatan panas mereka dan dengan lembut dan ganas Fahiz membuat Kirana lemas terkulai. Namun, Kirana menikmatinya dan perasaan cinta Kirana terhadap Fahiz semakin dalam.
Keduanya, keluar setelah selesai dengan ritual mandinya. Sebab, mereka sudah ditunggu oleh kedua orang tua mereka di lobi hotel untuk makan siang.
Bahkan Kirana dan Fahiz melewatkan sarapan pagi mereka karena pengantin baru itu sedang mesra-mesranya. Tak ada satupun orang yang mengganggu sejak pagi namun, Mama Heni merasa gemas dan khawatir dengan Kirana.
Akhirnya, Mama Heni pun menelpon Fahiz untuk segera turun ke lobi hotel untuk makan siang bersama dan segera check out dari hotel.
Disinilah mereka berdua berada. Duduk diantara kedua orang tua juga adik dari masing-masing pengantin.
__ADS_1
"Kak Kirana kok pucat sekali, emang Mas Fahiz ngapain Kak Kirana sampai pucat begitu?" canda Dwi yang merasa kesal dengan kakaknya yang satu ini.
Pasalnya Dwi sudah menunggu sejak pagi ingin melihat pasangan pengantin baru itu. Namun, keduanya tak kunjung datang.
Fahiz yang mendengar hal itu langsung menatap wajah istrinya, memastikan bahwa itu semua tidak benar.
"Dwi kamu bohong ya sama Mas! Nyatanya tidak pucat wajah istriku." gerutu Fahiz menatap adiknya yang usil itu.
Kirana yang melihat aksi kakak dan adik itu hanya menunduk malu dan tersenyum dengan wajah merah merona.
"Salah sendiri kelamaan di kamar, sampai mama merasa khawatir kalian tidak keluar kamar kalau tidak dihubungi." ketus Dwi menjawab pernyataan kakaknya itu.
Kirana pun memandang wajah mertuanya, tapi juga merasa bersalah bahwa suami istri tersebut kelamaan dikamar kalau saja suaminya tidak membuatnya lemas tak berdaya. Kirana merasa beruntung memiliki mertua yang begitu sayang dan perhatian kepada dirinya.
"Maafkan Kirana Ma, membuat Mama khawatir." ucap Kirana seraya memegang tangan Mama mertuanya itu.
"Tidak apa-apa sayang, kami semua memaklumi bahwa kalian pasangan pengantin baru. Pasti kalian ingin berduaan terus. Mama akan menunggu Fahiz junior hadir." ucap Mama Heni dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.
Jangan lupa like komen dan hadihnya ya teman-teman. Dukungan kalian sangat berati.
Selamat Membaca 🤗🌹
__ADS_1
Haiii author hadir kembali, kini mau rekomendasikan karya teman author Lusiana Anwar dengan judul Muhasabah Cinta. Jangan lupa mampir ya.