Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 53


__ADS_3

Setelah selesai dengan segala urusan di kantor pusat, Bu Ira dan Kirana segera pergi dari sana.


Kirana di bonceng oleh Bu Ira menuju kantor divisi. Setelah menempuh perjalanan setengah jam, Kirana segera turun dari motor dan berlari masuk ke dalam lalu menenggelamkan wajahnya pada meja lalu menangis.


Bu Ira yang melihat Kirana menangis, segera menghampiri dan mengusap punggung Kirana pelan.


"Bu Ira, apa salahku Bu. Kenapa suamiku tega melakukan ini semua padaku." ucap Kirana dengan berderai air mata menghiasi wajah cantiknya.


"Selama enam tahun menikah, aku sudah berusaha. Namun, Tuhan belum merestui untuk memiliki anak dan aku bisa apa, Bu!" ucap Kirana.


"Sabar, Kirana. Suatu saat kamu pasti memiliki anak. Untuk masalahmu, bicarakan dengan suamimu baik-baik." tutur Bu Ira memberi nasehat.


Seperti hari biasanya, Kirana pulang setelah urusan kantor divisi selesai. Kirana berpamitan kepada Bu Ira, karena kepalanya terasa pusing.


Setibanya di rumah, Kirana segera mencuci kaki dan juga tangannya. Tak lupa mengganti baju kerjanya dengan baju rumahan.


Kirana segera pergi ke dapur untuk memasak. Setelah satu jam memasak, Kirana segera menata makanan tersebut di meja makan.


Kemudian, Kirana segera pergi ke kamar untuk tidur siang. Kirana akan membicarakannya dengan suaminya nanti kalau ada waktu. Setelah beberapa saat, Kirana akhirnya terlelap.


***


Di tempat lain, Ilham yang sedang bekerja tak henti-hentinya memikirkan pernikahannya. Sudah enam tahun berlalu, Kirana belum juga diberi anak.

__ADS_1


Bahkan, di belakang Kirana diam-diam Ilham sedang menjalin hubungan dengan staf karyawan yang mampu membuat Ilham terpesona.


Sampai saat ini, Ilham sering pulang malam karena berada di rumah staf karyawan kasir tersebut. Bahkan, makan malam pun dirumah karyawan itu.


Ilham segera kembali bekerja dan tak mau memikirkan hal yang membuatnya pusing kepala.


***


Tak terasa hari sudah beranjak sore. Kirana, segera bangun dan meregangkan ototnya yang kaku.


Kemudian, Kirana segera pergi ke kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Kirana nampak segar dan wangi dengan aroma sampo.


Lalu, Kirana pergi ke dapur untuk menghangatkan sayur yang telah di masaknya tadi siang.


Setelah mematikan kompor, Kirana berjalan ke ruang tamu untuk menonton acara televisi. Namun, acara di televisi tidak ada yang bagus sama sekali.


Kirana, memikirkan apa yang dilakukan suaminya tadi pagi di kantor pusat membuat dirinya sakit seperti di tusuk jarum.


"Mas, pernikahan kita sudah enam tahun. Apakah yang membuatmu berpaling dariku! Apakah, karena aku belum juga hamil sampai saat ini, sehingga kamu berselingkuh di belakangku!" gumam Kirana.


"Kamu tahu sendiri, Mas, aku dan kamu sama-sama sehat. Sebab, karena apa aku belum hamil sampai sekarang, karena Tuhan belum memberi kepercayaan padaku walau aku sangat ingin memiliki anak." gumam Kirana lagi sampai pada akhirnya jatuhlah air mata Kirana.


"Kalau, memang itu maumu, Mas, lebih baik kita bercerai dan aku akan pulang ke kampung halamanku. Aku tak mau sakit hati melihatmu berduaan dengan wanita pujaanmu daripada aku disini menahan sesak di hatiku." monolog Kirana sembari mengusap air matanya.

__ADS_1


Saat Kirana sedang memikirkan Ilham, terdengar suara motor berhenti di depan rumahnya. Benar saja, suaminya pulang lebih awal dari biasanya.


Kirana berusaha tersenyum menyambut kedatangan suaminya. Seolah-olah tak terjadi apapun. "Assallamualaikum," sapa Ilham memasuki rumahnya.


"Waallaikumsalam," sahut Kirana.


Kemudian, Kirana mencium tangan Ilham dan mengambil tas milik suaminya.


"Mas, langsung pergi ke kamar mandi ya!" ucap Ilham berlalu begitu saja di hadapan Kirana


Saat suaminya pergi mandi, kesempatan Kirana segera mengecek ponsel Ilham yang berada di dalam tas.


Kirana segera menggeser layar ponsel tersebut dan membuka pesan dimana ada beberapa pesan darinya dan juga pesan staf karyawan kasir tersebut.


Membuka pesan dari staf karyawan kasir, Kirana dibuat tercengang dan menutup mulutnya dengan isi pesan tersebut.


📩"Dek Ani sayang, nanti malam Mas kerumahmu ya? Mas sudah rindu dengan Dek Ani dan juga masakanmu 😘


📩Iya, Mas, aku tunggu malam ini 😘


📩Sampai ketemu malam nanti💕


📩Hati-hati dijalan ya, Mas, saat perjalanan nanti.

__ADS_1


Kirana langsung lemas tak berdaya dan seakan tak percaya, bahwa suaminya tega menghianatinya.


Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Kirana terburu-buru memasukkan kembali ponsel suaminya ke dalam tas.


__ADS_2