Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 104


__ADS_3

Fahiz dan Kirana lebih memilih jalan kaki. Sebab, hotel yang di tempatinya dekat dengan kota dan pantai. Banyak beberapa tempat favorit untuk nongkrong membuat Kirana terkagum - kagum dengan Bali.


"Mas, aku tak menyangka ternyata Bali sangat indah dan ramai kalau saat malam hari." ujar Kirana yang menikmati suasana malam hari di Bali.


"Iya sayang, beginilah suasana Bali yang sangat ramai dan juga untukmu aku akan melakukan apapun." sahut Fahiz seraya memeluk istrinya itu.


"Sayang, yuk duduk di taman itu," ucap Kirana seraya menunjuk suatu tempat yang ramai pengunjung.


"Iya sayang."


Setelah beberapa langkah, Fahiz dan Kirana menyempatkan membeli minuman dan cemilan.


Mereka menikmati malam - malam yang indah berdua di taman.


"Mas, langitnya agak mendung ya hari ini? Padahal tadi pagi cerah." heran Kirana melihat langit malam yang sedikit gelap.


Saat mereka sedang asik mengobrol, tak lama kemudian hujan menyambut kedua pasangan pengantin baru itu.


Seketika Fahiz dan Kirana berlari mencari tempat untuk berteduh.


"Sayang, kita ke restoran itu saja?" ajak Fahiz yang menggandeng tangan Kirana dengan erat sambil berlari.


Sesampainya di restoran, Fahiz dan Kirana segera duduk di tempat yang kebetulan sepi dari pengunjung.


Fahiz dan Kirana memilih duduk di dekat jendela untuk menikmati hujan yang lama kelamaan semakin deras.

__ADS_1


"Selamat malam, mau pesan apa Mas dan Mbak?" tanya pegawai restoran tersebut seraya menyerahkan menu.


"Kami pesan dua jeruk hangat saja," ucap Fahiz.


"Baik, ditunggu." pegawai itu segera pergi setelah mencatat pesanan tersebut.


Beberapa menit kemudian, pegawai tadi kembali membawa minuman yang dipesan dan meletakkan minuman tersebut.


"Terimakasih."


Pegawai tersebut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan Fahiz dan Kirana.


"Hujannya semakin deras, berapa lama kita disini Mas!" kata Kirana sambil mengusap kedua tangannya yang dingin.


"Setelah hujan reda kita kembali ke hotel ya!" ucap Fahiz.


Beberapa jam telah berlalu, akhirnya hujan mulai reda. Fahiz segera meletakkan uang di meja dan pergi dari restoran tersebut walau gerimis masih membasahi jalanan.


Sesampainya di hotel, Fahiz dan Kirana masuk ke kamar dengan baju mereka yang sedikit basah.


Fahiz yang sudah tidak bisa menahan hasratnyalangsung menarik Kirana dalam pelukannya setelah menutup pintu.


Kirana yang masih membersihkan bajunya yang sedikit kotor langsung terlonjak kaget akan sikap suaminya itu.


Fahiz mencium Kirana dengan lembut dan lama kelamaan membuat Fahiz sedikit kasar karena bibir Kirana dan kemolekan tubuh istrinya terasa candu bagi Fahiz.

__ADS_1


Mereka bercumbu di dinding, lalu Fahiz menggiring Kirana ke tempat tidur yang masih berciuman itu.


Kirana pun terlena akan sikap suaminya, bahkan Kirana membalas ciuman itu dengan antusias.


Fahiz menindih Kirana, lalu satu persatu pakaiannya di lepas dan membantu melepas pakaian Kirana.


Melihat semuanya telah terlepas Fahiz semakin tidak tahan, sejak di restoran Fahiz sudah menahan gejolak hasratnya itu.


Kini, hasrat itu terbayar dengan suasana dingin yang begitu mendukung.


Fahiz kembali mencium bibir Kirana lalu beralih ke leher. Tangan Fahiz sedang meremas kedua benda kenyal milik Kirana yang begitu menggodanya.


Kirana hanya terdiam dan menikmatinya. Desah*n Kirana membuat Fahiz semakin agresif dan segera memasukkan tongkat saktinya.


Keduanya pun saling melepaskan pelepasan bersamaan dan keringat membasahi tubuh mereka.


"Sayang I Love You," ucap Fahiz yang memeluk Kirana dan mencium keningnya.


"I Love You Too," sahut Kirana yang tampak lelah dengan mata terpejam.


Hai semuanya, maaf ya bila alurnya agak membingungkan. Sebab author juga gerogi nih nulisnya 😂.


Jangan lupa like, komen ya.


Selamat Membaca 🤗

__ADS_1


Oya author mau promosiin nih karya teman. Karya author Susanti 31 dengan Judul Kembalinya Suamiku. Jangan lupa mampir ya.



__ADS_2