
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka dirumah dengan peluh dan lelah yang mendera.
Begitu pula Andika yang ternyata sudah lebih sampai dahulu ke rumah dan sudah di teras sambil bermain game di ponselnya.
"Assalamualaikum," sapa Kirana dan Laras mengucap salam kepada adiknya.
"Waallaikumsalam," jawab Andika yang sedang fokus menatap ponselnya.
Laras hanya berjalan melewati kakaknya Kirana dan Andika begitu saja, karena dia begitu lelah menempuh perjalanan di bawah terik matahari yang cuacanya saat ini begitu panas.
"Sudah dari tadi ya, Dek?" tanya Kirana pada adiknya yang asyik main game.
"Iya, Kak, baru 10 menit yang lalu," jawab Andika.
"Sudah makan belum? Dan itu baju belum ganti kok malah main game melulu." ujar Kirana mengingatkan Andika.
"Sebentar lagi, kak! Nanggung nih lagi seru game nya," celetuk Andika yang lagi fokus dengan ponselnya.
Beberapa menit kemudian setelah Andika menyelesaikan game di ponselnya. Andika bergegas masuk kerumah karena lapar. Namun terlebih dahulu mencuci kaki dan tangannya sebelum makan.
"Kak, Bapak kemana? Kok gak ada kelihatan?" tanya Andika seraya berjalan menuju ruang makan.
"Bapak ada dibelakang lagi memberi makan ikan-ikannya," jawab Kirana yang sudah berada di ruang makan bersama Laras karena menunggu Andika.
"Yuk, makan bareng-bareng setelah itu istirahat!" pinta Kirana pada adik-adiknya.
"Baik, Kak!"
Pak Tono yang sudah selesai memberi makan ikannya, mendengar suara berisik yang ternyata ketiga anaknya telah pulang sekolah semua.
"Eh, kalian sudah pulang?" tanya Pak Tono pada ketiga anaknya.
__ADS_1
"Sudah, Pak dari tadi! Ini lagi makan." jawab Kirana.
"Bapak sudah makan belum?" tanya Kirana.
"Sudah, Nak, waktu kamu menjemput adikmu di sekolah," balas Pak Tono.
"Oh ya, Nak, Nanti selesai makan ikut Bapak membeli makanan ikan ya? Soalnya stok makanan ikan hampir habis," ucap Pak Tono seraya memberitahu Andika untuk mengantarkan membeli makanan ikan.
"Iya, Pak! Andika habiskan makanan dulu ya," ujar Andika.
Setelah beberapa saat kemudian, Andika dan Pak Tono segera berangkat menuju toko langganan makanan ikan yang biasa di beli Pak Tono.
***
Di kediaman Pak Darman, Bu Susi sedang bercengkerama di ruang keluarga dengan suaminya. Membicarakan hal-hal keperluan pernikahan putranya yang tak lama lagi akan diadakan tiga bulan lagi.
Saat mereka sedang mengobrol ponsel Bu Susi berdering, menampakkan siapa yang menelpon yang ternyata putranya Ilham seraya Bu Susi mengangkat telepon.
"Hallo. Assalamualaikum Bu," sapa Ilham diseberang telepon.
"Ada apa Ham? Kok tumben menelpon Ibu?" tanya Bu Susi yang senang karena saking kangennya pada putranya itu.
"Ilham menelpon pastinya kangen Bapak dan Ibu dong!" jawab Ilham yang mendengar suara Ibunya di seberang telepon.
"Bagaimana pekerjaanmu Ham? Lancar 'kan?" tanya Pak Darman ikut menyahut saat istrinya mengobrol dengan putranya itu.
"Alhamdulillah, baik dan lancar Pak,"
"Sekalian Ilham mau memberitahu, kalau dua bulan lagi Ilham pulang dan sudah mengajukan surat cuti menikah selama sebulan, Pak," ujar Ilham.
Bu Susi yang mendengar putranya akan pulang dalam dua bulan lagi, sudah tak sabar menanti pernikahan putranya dan akan memeriahkan acara dengan megah.
__ADS_1
"Kamu sudah menghubungi Kirana perihal kepulanganmu, Ham?" tanya Bu Susi.
"Sudah Bu, beberapa hari yang lalu Ilham sudah menelpon. Maaf, baru bisa menghubungi Bapak dan Ibu karena Ilham sibuk untuk mengurusi beberapa hal disini," ujar Ilham di seberang telepon menjelaskan pada kedua orang tuanya.
"Iya, tidak apa-apa, Ham."
"Setelah pernikahanmu nanti rencana masa depanmu bagaimana, Ham?" tanya Pak Darman menanyakan rencana masa depan pada putranya.
"Itu nanti saja Pak kita bicarakan, kalau Ilham sudah pulang di rumah." ucap Ilham.
"Iya baiklah, Bapak tunggu ceritamu setelah kamu pulang dari Lampung ya!" ucap Pak Darman.
"Ya sudah, Pak, Bu, Ilham bekerja lagi ya? Ini dipanggil atasan." ucap Ilham.
"Baik, Ham, hati-hati disana dan bekerja dengan baik ya," tutur Pak Darman.
"Iya, Pak. Assalamualaikum!" ucap Ilham seraya menutup teleponnya.
"Waallaikumsalam." balas Pak Darman dan Bu Susi bersama.
Setelah mereka mengobrol, Bu Susi segera menghubungi calon besannya Bu Lastri dan memberitahu untuk menentukan tanggal pernikahan Ilham dan Kirana yang akan diadakan tiga bulan lagi.
"Assalamualaikum, Jeng!" sapa Bu Susi di seberang telepon.
"Waallaikumsalam." balas Bu Lastri menyapa panggilan telepon dari besannya itu.
"Jeng, nanti sehabis ba'da Maghrib saya kerumah Bu Lastri ya?" ucap Bu Susi.
"Untuk membicarakan perihal tanggal pernikahan putra dan putri kita," ucap Bu Susi yang perasaannya begitu senang.
"Oh, bisa Jeng bisa. Saya tunggu ya, Jeng," balas Bu Lastri.
__ADS_1
"Baiklah, Jeng saya tutup teleponnya, Assalamualaikum."
"Waallaikumsalam."